Para Orangtua Harus Tahu, ini 5 Jenis Kanker yang Sering Menyerang Anak-Anak

Komentar

foto via gejalahleokimia dan wartakata.com

Orangtua wajib tahu dan kenali gejalahnya...

Kanker yang kerap dialami orang dewasa ternyata juga bisa menyerang pada anak-anak lho. Dihimbau agar para orangtua tahu dan ini jenis kanker yang menyerang anak.

Jangan sampai anakmu mengalaminya....

Kanker biasanya menyerang orang dewasa. Dan penyakit ini sulit untuk disembuhkan. Tapi bagaimana jika kanker bisa menyerang anak-anak?

Itu bisa saja terjadi, sebab beberapa jenis kanker ini kebanyak dialami oleh anak-anak.

Untuk itu, dihimbau agar para orangtua lebih waspada dan selalu menjaga kesehata anak sebagaimana dikutip haibunda.com

1. Leukemia (Kanker Darah)


foto via gejalahleokimia.com

Gejala yang perlu diwaspadai pada leukemia adalah pucat atau lesu, demam tanpa sebab yang jelas serta perdarahan baik berupa mimisan maupun bintik-bintik merah di kulit seperti pada demam berdarah. Jika menemukan tanda-tanda tersebut, segera ajak anak periksa darah ke puskesmas atau rumah sakit.

Baca Juga : Para Orangtua Harus Lebih Waspada, 15 Ciri yang Tampak Pada Anak Bisa Jadi Tanda Awal Kanker

Jika terlambat mendapatkan pengobatan, sel-sel kanker bisa menyebar ke hati dan ginjal sehingga perut anak tampak membesar. Persebaran sel kanker pada leukemia juga bisa mencapai tulang, gusi, dan bahkan buah zakar pada anak laki-laki.

2. Retinoblastoma (Kanker Mata)


foto via tribunnews.com

Jenis kanker yang menyerang mata ini umumnya terjadi pada bayi hingga usia 5 tahun, paling banyak di usia 2-3 tahun. Retinoblastoma juga bisa menyebar hingga tulang, sumsum tulang belakang maupun sistem saraf pusat.

Gejala-gejala retinoblastoma adalah mata seolah bersinar bila kena cahaya (mata kucing), manik mata (bercak) berwarna putih, mata juling dan merah, serta bola mata menonjol.

3. Osteosarkoma (Kanker Tulang)


foto via qncobatliver.com

Baca Juga : Masih 5 tahun Anak ini Divonis "Kanker Hati", Ternyata Sering Mengkonsumsi 9 Makanan ini

Kanker ini tidak menyebabkan rasa sakit atau gejala sampai timbul bengkak, tapi terkadang timbul rasa sakit pada tulang yang semakin lama semakin memburuk.

Gejala awal kanker tulang hampir mirip seperti rematik pada orang dewasa, yakni nyeri yang hebat dan tidak hilang-hilang (persisten) terutama di waktu malam. Bedanya, nyeri tersebut berasal dari tulang terutama lengan atas atau paha atas, bukan dari sendi seperti halnya rematik.

4. Neuroblastoma (Kanker Saraf)


foto via asbabsehat.com

Neuroblastoma sering terjadi pada bayi hingga usia 4 tahun, dengan perbandingan kasus pada anak laki-laki 1,2 kali lebih banyak daripada anak perempuan.

Gejala awal neuroblastoma antara lain benjolan di perut serta perdarahan pada mata. Perdarahan pada mata akan memberi warna kebiruan di sekitar kantung mata, sehingga disebut sebagai sindrom mata rakun (racoon's eye syndrome).

Baca Juga : "Mungkin jika aku pergi ibu bisa kembali" Surat Anak Pengidap Kanker ini Bikin Mewek

5. Limfoma


foto via perawat.co

Kanker limfoma non-Hodgkins dan limfoma Hodgkins merupakan kanker yang dimulai pada jaringan getah bening. Kanker ini bisa menyebar ke sumsum tulang belakang dan organ tubuh lainnya tergantung di mana kanker tersebut tumbuh.

Gejala limfoma antara lain demam, berkeringat, kelemahan dan benjolan pada kelenjar getah bening di ketiak, leher, atau pangkal paha.

Subuh menambahkan orang tua harus lebih peka terhadap keluhan anak. Sebab, anak-anak masih sulit untuk menjelaskan apa yang sedang ia rasakan. Apalagi untuk deteksi dini kanker anak paling mudah saat ini hanya untuk jenis kanker retinoblastoma.

"Anak sulit mengeluh, biasanya ketahuan saat dia lebih dewasa. Adanya peningkatan kasus kebanyakan ke kanker darah, nah ini leukemia terutama. Makanya awareness kita terhadap bagaimana deteksi dini anak itu perlu," ujarnya dalam peringatan 'Hari Kanker Sedunia' yang dilaksanakan di Gedung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia beberapa waktu lalu.

Kata Subuh, kanker adalah salah satu penyakit yang multi faktor.

"Sementara untuk pencegahan belum ada program khusus kanker anak. Kami sedang memikirkan biar bagaimana pun melakukan upaya pencegahan," tutup Subuh.
Top