Tata Cara, Niat, Doa Wudhu serta Tayamum yang Benar dan Paling Lengkap

Komentar

Tata cara, niat, doa wudhu serta tayamum / Pic source : ensiklopedi

Ketika diberikan pertanyaan perihal apa saja yang kita lakukan untuk berserah diri kepada Allah SWt dan mengakui bahwa umat Islam mempunyai Tuhan Yang Esa?

Maka dari itu, turunlah perintah shalat untuk kita dan hingga hari ini hal tersebut pun secara rutin dilaksanakan.

Membahas perihal shalat, ternyata ada beberapa hal yang patut kita ketahui, salah satunya adalah masalah adab-adab sebelum shalat.

Also read : Doa Praktis Masuk Masjid dan Keluar Masjid agar Ibadah Khusyuk dan Diterima

Salah satunya yang akan kita bahas kali ini adalah ulasan lengkap tentang tata cara wudhu beserta doanya.

Sebelum itu, apakah yang dimaksud dengan wudhu itu?

Wudhu dalam Ibadah Islam

Tahukah bahwa Wudhu merupakan salah satu amalan ibadah yang agung di dalam Islam?

Secara bahasa, kata wudhu berasal dari kata Al-Wadha’ah, di mana mempunyai arti kebersihan dan kecerahan.

Sedangkan menurut istilah, wudhu adalah perilaku menggunakan air untuk anggota-anggota tubuh tertentu (yaitu wajah, dua tangan, kepala dan dua kaki), guna menghilangkan hal-hal yang dapat menghalangi seseorang untuk melaksanakan shalat atau ibadah yang lain.

Dalil yang menyebutkan perihal anjuran untuk berwudhu tertera di dalam Al-Qur'an dan Hadist, seperti ketika Allah berfirman yang artinya,

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan taganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuhlah) kakimu sampai dengan kedua mata kaki.” (QS. Al-Maidah: 6)

Pun sama halnya dengan beberapa hadist yang menganjurkan seseorang untuk mengambil wudhu sebelum mendirikan ibadah wajib.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya aku diperintahkan untuk berwudhu apabila hendak mengerjakan shalat.” (HR. At-Tirmidzi, Abu Dawud, An-Nasa’i dengan derajad shahih)

Hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ” Tidak diterima shalat salah seorang dari kalian apabila ia berhadas, hingga ia berwudhu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Setelah mengetahui apa itu berwudhu dalam Islam, selain tata cara wudhu yang benar pastilah harus tahu apa itu syarat-syarat dalam berwdhu.

Supaya gerakan dan doa wudhu sesuai sunnah serta ajaran Islam yang ada.

Syarat-syarat Wudhu

Ketika hendak pergi berwudhu, maka seseorang haruslah memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan. Yakni salah satunya,

1. Islam

2. Berakal

3. Tamyiz (Dewasa)

4. Niat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ” Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanyalah mendapatkan apa yang diniatkannya. ” (HR. Bukhari dan Muslim).

5. Membaca “bismillah

6. Menggunakan air yang suci

7. Menggunakan air yang mubah atau halal-haramnya jelas.

8. Menghindari memakai apapun yang bisa menghalangi masuknya air wudhu seperti kutek, tato, dan lain sebagainya.

Setelah mengetahui syarat ketika hendak berwudhu, inilah kita sebagai umat Islam membaca tata cara wudhu dan doanya.

Untuk itu, inilah doa wudhu dan sesudah wudhu lengkap yang bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tata Cara, Niat, Doa Wudhu

Tata cara, niat, doa wudhu serta tayamum / Pic source : amazzet

Sebelum berwudhu sangat dianjurkan untuk membaca niat, agar ketulusan kita diberikan ridha oleh Allah SWT. Inilah niat wudhu arab latin dan artinya.

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَلِرَفْعِ الْحَدَثِ الْاَصْغَرِفَرْضًالِلّٰهِ تَعَالٰى

Nawaitul wudhuu-a liraf’ll hadatsil ashghari fardhal lilaahi ta’aalaa

Artinya :

Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardu karena Allah.

Kemudian dilanjutkan dengan tahapan-tahapan dalam berwudhu.

1. Mencuci kedua telapak tangan sebanyak tiga kali

Dengan gerakan menyeka pada sela-sela jari telapak tangan yang dimulai dari tangan kanan kemudian tangan kiri kemudian diriringi dengan membaca doa:

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي جَعَلَ اْلمَاءَ طَهُوْرًا

Allhamdulillahilaziy ja’alal ma’a tohuro.

Artinya :

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang. Segala Puji bagi Allah yang menjadikan air itu suci.

2. Berkumur

Berkumur sebanyak 3 kali, dengan gerakan utuh membersihkan mulut (bahkan dari sisa-sisa makanan yang masih ada pada mulut).

اللَّهُمَّ اَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Allahumma aini alay dzikrika wasukrika wahusni ibadatika.

Artinya :

Ya Allah, bantulah aku supaya aku dapat berzikir kepadaMu, dan bersyukur kepadaMu, dan perelok ibadah kepadaMu.

3. Membasuh hidung

Membasuh lubang hidung secara menyeluruh, sebanyak 3 kali gerakan.

اَللَّهُمَّ أَرِحْنِي رَائِحَة الجَـنَّةْ

Allahuma arihniy roihata janat.

Artinya :

Ya Allah, berilah aku ciuman daripada haruman bau Syurga.

4. Membasuh Muka ; 

Membasuh seluruh permukaan wajah dengan rata, sebanyak 3 kali gerakan memutar sekeliling wajah.

اَللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِى يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوْهٌ

Allahuma bayadh wajhi yawmatabyaht wujudhu wataswadu wujdhu.”

Artinya :

Ya Allah, putihkanlah wajahku pada hari putihnya wajah-wajah dan hitamnya wajah-wajah.

5. Membasuh kedua tangan 

Membasuh kedua tangan hingga mencapai siku, sebanyak 3 kali gerakan memutar dan menyeluruh ke permukaan tangan.

Tangan kanan

اَللَّهُمَّ اَعْطِنِى كِتاَبِى بِيَمِيْنِى وَحَاسِبْنِى حِسَاباً يَسِيْرًا

Allahumma a’tini kitabiy biyamiyni wahasibni hisaban yasiyron.

Artinya :

Ya Allah! berikanlah kepadaku kitabku dari sebelah kanan dan hitunglah amalanku dengan perhitungan yang mudah.

Tangan kiri

اَللَّهُمَّ لاَ تُعْطِنِى كِتاَبِى مِنْ يَساَرِىْ وَ لاَ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِىْ

Allahumma latu’tini kitabi minyasariy wala minwaro’i tohriy.

Artinya :

Ya Allah! aku berlindung denganMu dari menerima kitab amalanku dari sebelah kiri atau dari sebelah belakang.

6. Membasuh kepala mulai dari ubun-ubun ;

Membasuh kening hingga ujung kening (ubun-ubun) sampai sebagian kepala, sebanyak 3 kali gerakan menyeluruh.

اَللَّهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ

Allahumma harom sa’riy wabasariy a’la nnari.

Artinya :

Ya Allah, haramkan rambutku dan kulit kepalaku dari pada neraka.”

7. Membasuh keduan telinga ;

Membasuh kedua tengila baik itu bagian dalam maupun luar telinga (daun telinga) hingga menyeluruh ke bagian telinga, sebanyak 3 kali gerakan.

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ اْلقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ أَحْسَنَهُ

Allahummajalni minaladziyna yastami’uwnal qowla fayatabi’uwna ahnashu.”

Artinya :

Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mendengarkan kata dan mengikuti sesuatu yang terbaik.”

8. Mencuci kedua kaki ;

Membasuh kedua kaki dan diusahakan menyeluruh tidak pada bagian depan saja, basuh hingga ke seluruh kaki hingga ke mata kaki.

Kaki kanan

اَللَّهُمَّ ثَبِّتْ قدَمِي عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيْهِاْ لاَقْدَامِ

Allahumma tabbatqodamiy a’lasoroti yawmatazilu fiyhil laqdami.

Artinya :

Yaa Allah, yaa Tuhanku,tetapkanlah tumuitku diatas titian yang lurus bersama tumit hamba-hamba-Mu yang shaleh.

Kaki kiri

اَللّهمَّ اِنِّى اَنْتُجِلَ قَدَمِ عَلَى صِرَاطِ فِى النَّارْ يَوْمَ تِجِلُ اَقْدَمِ المُنَافِقِيْنْ وَ المُشْرِكِينْ

Allahuma iniyantujila qodamia’la sirotifinari yawmatijilu akdami munafikiyn wamusyrikiyni.

Artinya :

Ya Allah yaa Tuhanku,sesungguhnya aku-berlindung kepada-Mu dari keterpelesetan tumuitku dari atas jalan neraka,pada hari dikala terpeleset tumit orang-orang kafir.

9. Tertib, yakni diusahakan untuk berwudhu dengan cara berurutan (tidak meloncat urutan dalam wudhu yang benar).

Setelah itu disunnahkan untuk membaca doa setelah selesai wudhu, agar lengkap amalan yang telah kita kerjakan.

Di samping memahami perihal doa wudhu lengkap yang telah diulas sebelumnya.

Doa setelah berwudhu

Tata cara, niat, doa wudhu serta tayamum / Pic source : kaskus

اَشْهَدُ اَنْ لاَّ اِلَهَ اِلاَّالله وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدَ الرَّسُولُ الله اَللهُمَّ جْعَلْنِى مِنَ التَّوَّبِيْنَ وَجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِرِ يْنْ وَجْعَلْنِى مِنْ عِبَادِكَ الصَّلِحِيْنْ

Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna mUhammadan ‘abduhu wa Rasuuluhu. Allahumma j’alnii minat tawwabiina, waj’alnii minal mutathahiriina waj’alnii min ‘ibaadikash shalihiina.

Artinya :

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, tiada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu hamba dan utusanNya.

Ya Allah! Jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bersuci dan jadikanlah aku bagian dari hamba-hamba-Mu yang sholeh.

Lain halnya dengan tayamum yang biasanya diibaratkan sebagai suci dalam debu. Akan tetapi untuk lebih jelasnya, apa itu tayamum? Berikut ini adalah penjelasan lengkap tentangnya.

Tayammum dalam Islam

Sebelum mengetahui cara tayamum yang benar, definisi tayammum sendiri secara bahasa artinya sebagai Al Qosdu (القَصْدُ) yang berarti bermaksud atau bertujuan atau memilih. Allah berfirman:

وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنْفِقُونَ وَلَسْتُمْ بِآخِذِيهِ إِلَّا أَنْ تُغْمِضُوا فِيهِ

Janganlah kalian bersengaja memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan hal itu, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memejamkan mata terhadapnya” (Qs. Al-Baqarah: 267).

Kata تَيَمَّمُوا

dalam ayat di atas artinya bersengaja, bermaksud, atau bertujuan. (as-Suyuthy & al-Mahali, al-Jalalain, al-Baqarah: 267)

Sedangkan secara istilah syari’at, tayamum adalah tata cara bersuci dari hadats dengan mengusap wajah dan tangan, menggunakan sho’id yang bersih.

Sho'id adalah seluruh permukaan bumi yang dapat digunakan untuk bertayamum, baik yang mengandung tanah atau debu maupun tidak.

Sehingga tanah yang boleh untuk tayamum adalah seluruh permukaan bumi yang bersih baik itu berupa pasir, bebatuan, tanah yang berair, lembab ataupun kering.

Hal ini berdasarkan hadits Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam dari sahabat Hudzaifah Ibnul Yaman rodhiyallahu ‘anhu di atas dan secara khusus,

جُعِلَتِ الأَرْضُ كُلُّهَا لِى وَلأُمَّتِى مَسْجِداً وَطَهُوراً

Dijadikan permukaan bumi seluruhnya bagiku dan ummatku sebagai tempat untuk sujud dan sesuatu yang digunakan untuk bersuci”. (Muttafaq ‘alaihi)

Selain itu apakah ada hal pembatal tayammum?

Jawabnnya adalah semua pembatal wudhu juga merupakan pembatal tayamum, dan yang kedua adalah ketika menemukan air, jika sebab tayamumnya karena tidak ada air.

Pun ketika mampu menggunakan air, jika sebab tayamumnya karena tidak bisa menggunakan air.

Oleh karena itu, inilah tata cara tayamum sesuai sunnah dan diharapkan mampu menjadi bekal diri ketika tak ada air atau hal lain yang mengharuskan untuk kita bertayamum.

Also read : Bacaan Lengkap Doa Kamilin, Doa Setelah Shalat Tarawih Arab dan Latin

Tayamum yang Benar dan Paling Lengkap

Tata cara, niat, doa wudhu serta tayamum / Pic source : satujam

Tata cara tayamum Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dijelaskan hadits ‘Ammar bin Yasir radhiyallahu ‘anhu,

بَعَثَنِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فِى حَاجَةٍ فَأَجْنَبْتُ ، فَلَمْ أَجِدِ الْمَاءَ ، فَتَمَرَّغْتُ فِى الصَّعِيدِ كَمَا تَمَرَّغُ الدَّابَّةُ ، فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِلنَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ « إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيكَ أَنْ تَصْنَعَ هَكَذَا » . فَضَرَبَ بِكَفِّهِ ضَرْبَةً عَلَى الأَرْضِ ثُمَّ نَفَضَهَا ، ثُمَّ مَسَحَ بِهَا ظَهْرَ كَفِّهِ بِشِمَالِهِ ، أَوْ ظَهْرَ شِمَالِهِ بِكَفِّهِ ، ثُمَّ مَسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutusku untuk suatu keperluan, kemudian aku mengalami junub dan aku tidak menemukan air.

Maka aku berguling-guling di tanah sebagaimana layaknya hewan yang berguling-guling di tanah. Kemudian aku ceritakan hal tersebut kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Lantas beliau mengatakan, “Sesungguhnya cukuplah engkau melakukannya seperti ini”.

Kemudian beliau memukulkan telapak tangannya ke permukaan tanah sekali, lalu meniupnya.

Kemudian beliau mengusap punggung telapak tangan (kanan)nya dengan tangan kirinya dan mengusap punggung telapak tangan (kiri)nya dengan tangan kanannya, lalu beliau mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.

Dalam salah satu lafadz riwayat Bukhori,

وَمَسَحَ وَجْهَهُ وَكَفَّيْهِ وَاحِدَةً

Dan beliau mengusap wajahnya dan kedua telapak tangannya dengan sekali usapan”. (Muttafaq ‘alaihi)

Berdasarkan hadits di atas, kita dapat simpulkan bahwa tata cara tayamum beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sebagai berikut.

  • Memukulkan kedua telapak tangan ke permukaan tanah sekali  kemudian meniupnya.
  • Mengusap punggung telapak tangan kanan dengan tangan kiri dan sebaliknya.
  • Kemudian menyapu wajah dengan dua telapak tangan.
  • Semua usapan dilakukan sekali.
  • Bagian tangan yang diusap hanya sampai pergelangan tangan saja
  • Tayammum dapat menghilangkan hadats besar semisal janabah, demikian juga untuk hadats kecil
  • Tidak wajibnya tertib atau berurutan ketika tayammum

Setelah mempelajari tentang doa wudhu lengkap, dan juga bagaimana cara tayamum yang benar, maka semoga saja hal tersebut mampu menjadikan diri kita menjadi lebih baik.

Sehingga kita sebagai umat Islam tak akan lupa karena begitu banyak kemudahan yang telah Allah SWT berikan untuk kita beribadah hanya kepada-Nya.
Top