Kemajuan-Kemajuan di Korea Selatan yang Terinspirasi dari Al Qur'an


Korea Selatan

Al Qur'an selain kitab suci umat islam yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril. Meskipun Al Qur'an adalah kitab suci agama Islam namun Al Qur'an adalah rahmat untuk seluruh alam dan tidak ada keraguan dan seitikpun kesalahan dalam Al Qur'an.

Ia adalah petunjuk bagi seluruh umat manusia di muka bumi. Tentunya bagi siapa saja yang mengikuti Al Quran pasti akan mendapatkan kebaikan di dunia dan akhirat. Al Quran jika diamalkan untuk mendapatkan dunia niscaya akan tercapai. Namun jika mengamalkannya untuk kepentingan akhirat maka keberkahan akan didapatkan di dunia dan akhirat.

Sebuah kisah kemajuan Korea Selatan setelah mengambil inspirasi dari satu ayat Al Quran. Kisah ini banyak beredar di media sosial. Ini adalah kisah dari Tan Sri Junaid Sanusi yang dikutip dari tarbiyah.net.

Baca Juga: 3 Alasan Kenapa Lelaki Harus Shalat Shubuh di Masjid

Suatu ketika seorang menteri dari negeri jiran menerima seorang tamu menteri sejawat dari Korea Selatan. Saat mereka berjalan menuju ruang tamu, sang menteri Korea melihat sebuah ‘hiasan’ pigura yang indah menempel. Dia bertanya “Lukisan apa itu?.”

Kemudain tuan rumah menjelaskan bahwa itu bukan lukisan melainkan sebuah kaligrafi dari Al Qur’an yang berbunyi: Innallaha laa yughayyiru maa biqaumin hatta yughayyiru maa bi ‘anfusihim.

“Apa artinya?” tanya sang menteri Korea.

“Sesungguhnya Allah (God) tidak akan mengubah sebuah kaum sehingga kaum itu mengubah apa yang ada pada dirinya”

Mendengar jawaban tersebut Menteri Korea ini terpana dan sejenak menganggukan kepala.

Selang beberapa tahun, menteri negeri jiran ini mendapat undangan sang sahabat Korea-nya untuk berkunjung ke negeri gingseng tersebut.

Menteri negeri jiran sangat terkejut dengan perkembangan Korea Selatan yang begitu luar biasa. Di mana sang teman saat itu sudah menjabat sebagai perdana menteri.

Lalu Menteri jiran bertanya kepada Sang Perdana Menteri apa resepnya? Ia mengatakan bahwa dirinya terinspirasi oleh kaligrafi yang dilihatnya saat berkunjung ke Malaysia beberapa tahun silam. Akhirnya dia menerapkan isi kaligrafi yang luar biasa itu dengan menumbuhkan kembali semangat Hwarang yakni amanah, berani, disiplin, rajin dan setia untuk mengubah pribadi dan karakter jajaran pemerintahnya di segala lini sehingga dampaknya menjadi seperti saat ini.

Sang menteri jiran bergumam: “Non muslim menerapkan satu ayat dalam Al Quran dengan sungguh-sungguh hasilnya begitu menakjubkan. Sementara umat Islam membahas ribuan ayat dengan penuh perdebatan yang sayang nyaris nihil implementasi…”

Wallahu’alam Bishawab.

Top