Kerjakan Soal Matematika, Jawaban Siswa ini Bikin Guru Geleng-Geleng



Tak hanya seorang guru, kita sebagai orang awampun akan mengelus dada juga melihat jawaban siswa ini. Entah lucu atau tidak. Sebagai seorang guru harus bisa sangat bersabar menghadapi siswanya ini.

Bagaimana tidak, diberikan soal Matematika murid ini malah menjawabnya dengan dalil agama. Tak ada yang salah dengan dalilnya. Namun jawaban siswa salah tempat ini jadi bahan candaan mereka. Lihat jawaban mereka ketika diberi soal Matematika,



Kira-kira seperti ini bunyi hadistnya,
" .... barangsiapa menyusahkan (manusia), maka Allah juga bakalan menyusahkannya pada hari kiamat." HR Bukhari.

Gambar yang diunggah oleh akun facebook Yamas Ainur Ro'uf, mungkin sekilas terlihat lucu.



Namun berbagai spkulasi muncul. Siswa ini bisa saja memang malas, ada juga yang berpendapat terlalu tinggi ilmunya (ilmu dari mana?), ada juga yang memang sengaja melecehkan. Namun bagaimanapun mereka masih seorang siswa yang mempunyai jiwa labil.

Baca Juga : Tak Tahan, Dua Remaja di Gresik ini 'Gituan' di Masjid

Yang di sayangkan adalah perilaku siswa ini, mungkin bermaksud bercanda tapi ini dengan gurunya, sebuah kewajiban yang harus ia selesaikan, tapi guyonannya bawa-bawa agama agar terlihat lucu. Padahal mempermainkan ayat Allah supaya buat orang lain tertawa bisa berkenaan dengan firman Allah sebagai berikut,

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآَيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ (65) لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ

“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman.” (QS. At-Taubah: 65-66)

Maka dari itu sebagai guru maupun orangtua harus extra bersabar menghadapi siswa saat ini. Entah keterlaluan pandainya sehingga bisa membodohi oranglain. Ataupun memang sengaja. Itu kembali lagi pada jiwa yang masih labil, yang memerlukan pembinaan tadi.

Top