Meninggal Dunia Menurut Pandangan Islam

 11 Oct 2019  Isfatu Fadhilatul

Meninggal Dunia Menurut Pandangan Islam

Ilustrasi meninggal dunia - Image from shirotulmustaqim.com

Ketika kita kecil, kita sering percaya dongeng bahwa orang yang hidup di dunia akan kekal abadi. Namun sesungguhnya hal itu adalah bathil, semua manusia akan meninggal dunia dan yang Maha Esa hanyalah Allah SWT.

Menurut islam, meninggal dunia merupakan suatu kepastian. Hanya Allah lah yang mengetahui waktu dan cara nya. Oleh karena itu manusia sebagai makhluk Allah diwajibkan untuk bertaqwa dengan cara berbuat kebaikan sepanjang waktu dan mengingat serta menyebut nama Allah SWT di setiap detik kehidupannya.

Hal ini karena kematian bisa datang kapan saja tanpa mengenal usia, status sosial, ataupun kondisinya, baik sehat maupun sakit jika Allah sudah mentakdirkan meninggal dunia, maka tidak ada satupun yang dapat mengingkarinya.
Allah berfirman dalam QS. Luqman ayat 34

إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya : "Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal".

Ada juga beberapa keutamaan ketika seseorang meninggal dunia pada waktu-waktu tertentu, yang mana akan kita bahas dalam artikel kali ini.

 Meninggal Dunia 

Meninggal dunia dalam bahasa arab adalah الوَفَاةُ (wafatun) dan مَوْتٌ (mautun).
Adapun kata “wafat” dan “maut” adalah serapan dari bahasa arab tersebut yang mempunyai makna mati. Kedua kata tersebut dalam bahasa arab mempunyai perbedaan fungsi, meskipun keduanya memiliki kesamaan dalam makna.

Kedua kata tersebut tersebar dalam Ayat Alquran. Bila ditinjau lebih dalam, keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Kata “maut” berarti keluarnya ruh dari makhluk hidup, baik itu manusia, hewan maupun tumbuhan. Setiap makhluk yang hidup pasti memiliki kehidupan, apabila ruh tersebut keluar pada waktunya (ajal) dan berhenti dari aliran darah tubuh, maka dikatakan “wafat”.

Ketika ada seseorang yang meninggal dunia, kita dianjurkan untuk mengucap doa. Baca selengkapnya disini : Berikut Doa Untuk Orang Meninggal Lengkap dengan Artinya

Meninggal Dunia di Bulan Ramadhan

Ramadhan merupakan bulan yang istimewa karena merupakan bulan penuh keberkahan dimana Allah akan menggandakan pahala-pahala umat-Nya, selain itu bulan Ramadhan juga merupakan bulan diturunkannya Al-Qur'an, dan juga bulan yang terdapat malam lailatul qodar atau malam kemuliaan.

Meninggal dunia di bulan ramadhan tidak serta merta husnul khatimah, contohnya adalah orang yang semasa hidupnya lalai namun ia meninggal dunia di bulan Ramadhan maka ia bukan serta merta termasuk golongan tersebut.

Seseorang yang meninggal di waktu mulia seperti bulan Ramadhan, merupakan pertanda baik insyaAllah dan penyebab tambahan rahmat untuknya jika kesehariannya dia sebagai orang yang bertakwa dan juga beramal sholih. Bisa dikatakan, meninggalnya seorang yang sholih di bulan Ramadhan, merupakan kabar gembira untuknya dan juga untuk keluarganya.

Nabi Muhammad SAW bersabda, 

إذا أراد الله بعبد خيرا استعمله قيل : ما يستعمله ؟ قال : يوفّقه لعملٍ صالحٍ قبل موته

Artinya : “Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada seorang hamba, Allah akan mempekerjakannya.”

“Apa yang dimaksud Allah mempekerjakannya ya Rasulullah?”
tanya para sahabat.

Rasulullah menjawab, “Dia dimudahkan untuk beramal soleh sebelum meninggalnya.” (HR. Ahmad).

Maka bisa disimpulkan seseorang yang taat lalu ia meninggal di bulan Ramadhan, terlebih lagi ia selalu menjaga ibadahnya, serta puasanya maka insya Allah ia akan meninggal dalam keadaan husnul khatimah.
Wallahua’lam bis showab. 

Meninggal Dunia di Hari Selasa Menurut Islam

Seorang sahabat Rasulullah SAW pernah bertanya tentang hari Selasa kepada Rasulullah SAW, maka Rasulullah pun menjawab, “Hari Selasa adalah Hari Berdarah.”
Lalu para sahabat bertanya, “Mengapa demikian ya, Rasulullah?”
Kemudian beliau menjawab, “Karena pada hari itulah Siti Hawa haid dan putra Adam membunuh saudaranya sendiri.”

Sebagian ulama juga menjelaskan bahwa pada hari Selasa terdapat tujuh jiwa yang meninggal dunia, antara lain adalah :

  1. Jurjais Bin Fathin AS dibunuh, ia adalah seorang pemuda ahli Ibadah yang hidup pada masa raja Dardaniyah yang terkenal dengan penyembahan berhalanya.
  2. Wafatnya Nabi Yahya AS.
  3. Wafatnya Nabi Zakaria AS.
  4. Meninggalnya tukang sihir Fir’aun.
  5. Meninggalnya Asiah binti Muzahim isteri Fir’aun.
  6. Sahib, Sapi Betina Bani Israil disembelih.
  7. Meninggalnya Habil putera Adam AS.

Itulah tujuh peristiwa yang terjadi pada hari Selasa yang mana pada semua peristiwa tersebut pasti mempunyai hikmah dan pengajaran yang dapat kita ambil.

Selain peristiwa diatas, kita juga bisa mengambil hikmah pada peristiwa wafatnya para Nabi. Baca selengkapnya disini :
1. Kisah Kematian Terindah Sepanjang Sejarah Manusia di Bumi
2. Subhanallah : Inilah Detik-Detik Wafatnya Nabi Adam AS

Demikian artikel tentang meninggal dunia ini, semoga bermanfaat.