Profile PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II

 08 Oct 2019  Bima P

Profile PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II

ilustrasi bandara - Image from joe.ie

Dalam kesempatan kali ini kami wajibbaca.com akan membahas tentang PT Angkasa Pura. Perlu diketahui bahwa di Indonesia terdapat 2 PT Angkasa Pura yaitu, PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II.

Disini kami akan mencoba membahas satu-persatu dari kedua perusahaan tersebut mulai dari sejarah hingga bandara apa saja yang berada di bawah naungan kedua perusahaan tersebut.

Mari kita simak penjelasan di bawah ini.

PT Angkasa Pura I

Profile PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II

logo pt angkasa pura 1 - Image from hdkarir.com

1. Sejarah

PT Angkasa Pura I (Persero) - atau dikenal juga dengan Angkasa Pura Airports ini memiliki sejarah sebagai pelopor pengusahaan kebandarudaraan secara komersial di Indonesia bermula sejak tahun 1962. 

Ketika itu Presiden RI Soekarno baru kembali dari Amerika Serikat. Beliau menegaskan keinginannya kepada Menteri Perhubungan dan Menteri Pekerjaan Umum agar lapangan terbang di Indonesia dapat setara dengan lapangan terbang di negara maju.

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 33 Tahun 1962 tentang Pendirian Perusahaan Negara (PN) Angkasa Pura Kemayoran terbit pada tanggal 15 Nopember 1962. 

Tugas pokoknya adalah untuk mengelola dan mengusahakan Pelabuhan Udara Kemayoran di Jakarta yang saat itu merupakan satu-satunya bandar udara internasional yang melayani penerbangan dari dan ke luar negeri selain penerbangan domestik.

Setelah melalui masa transisi selama dua tahun, terhitung sejak 20 Februari 1964 PN Angkasa Pura Kemayoran resmi mengambil alih secara penuh aset dan operasional Pelabuhan Udara Kemayoran Jakarta dari Pemerintah RI. Tanggal 20 Februari 1964 itulah yang kemudian ditetapkan sebagai hari jadi perusahaan.

Pada tanggal 17 Mei 1965, berdasarkan PP Nomor 21 tahun 1965 tentang Perubahan dan Tambahan PP Nomor 33 Tahun 1962, PN Angkasa Pura Kemayoran berubah nama menjadi PN Angkasa Pura, dengan tujuan agar dapat lebih membuka kemungkinan untuk mengelola bandar udara lain di wilayah Indonesia.

Secara bertahap, Pelabuhan Udara Ngurah Rai (Denpasar), Pelabuhan Udara Halim Perdanakusumah (Jakarta), Pelabuhan Udara Polonia (Medan), Pelabuhan Udara Juanda (Surabaya), Pelabuhan Udara Sepinggan (Balikpapan), dan Pelabuhan Udara Hasanuddin (Ujungpandang) kemudian berada dalam pengelolaan PN Angkasa Pura. Kemudian dengan berdasarkan PP Nomor 37 tahun 1974, status badan hukum perusahaan diubah menjadi Perusahaan Umum (Perum).

Berdasarkan PP Nomor 25 tahun 1986 tanggal 19 Mei 1986, dalam rangka pembagian wilayah pengelolaan bandar udara, nama Perum Angkasa Pura diubah menjadi Perusahaan Umum Angkasa Pura I. 

Hal ini sejalan dengan dibentuknya Perum Angkasa Pura II yang sebelumnya bernama Perum Pelabuhan Udara Jakarta Cengkareng, secara khusus bertugas untuk mengelola Bandara Soekarno-Hatta Jakarta.

Baca Juga :
1. Fakta Sejarah Diciptakannya Pesawat Terbang, Ternyata Sudah Ada Dalam Al Qur'an
2. Alasan Mengapa Indonesia Tak Produksi Pesawat Tempur Sendiri, Ternyata ini
3. Dengan Sistem Teknologi Canggih Ini, Pesawat Terbang Memastikan Menjadi Alat Transportasi Paling Aman Didunia


Selanjutnya bentuk Perum diubah menjadi Perseroan Terbatas (PT) yang sahamnya dimiliki sepenuhnya oleh Negara Republik Indonesia sehingga namanya menjadi PT Angkasa Pura I (Persero). Hal ini berdasarkan PP Nomor 5 Tahun 1992.

2. Visi dan Misi

1. Visi

  • MENJADI PENGHUBUNG DUNIA YANG LEBIH DARI SEKADAR OPERATOR BANDAR UDARA DENGAN KEUNGGULAN LAYANAN YANG MENAMPILKAN KERAMAHTAMAHAN KHAS INDONESIA.​

2. Misi

  • Memberikan layanan berskala global dalam standar keselamatan, keamanan, dan kenyamanan terbaik;
  • Meningkatkan nilai pemangku kepentingan;
  • Menjadi mitra pemerintah dan penggerak pertumbuhan ekonomi;
  • Meningkatkan daya saing perusahaan melalui kreativitas dan inovasi;
  • Memberikan kinerja pelayanan bandar udara yang prima dalam memenuhi harapan stakeholder melalui pengelolaan sumber daya manusia yang unggul;
  • Memberikan kontribusi positif pada kelestarian lingkungan.

3. Lokasi Bandara

  • Bandara Ngurah Rai – Denpasar
  • ​Bandara Juanda – Surabaya
  • Bandara Hasanuddin – Makassar
  • Bandara Sepinggan – Balikpapan
  • Bandara Frans Kaisiepo – Biak
  • Bandara Sam Ratulangi – Manado
  • Bandara Syamsudin Noor – Banjarmasin
  • Bandara Ahmad Yani – Semarang
  • Bandara Adisutjipto – Yogyakarta
  • Bandara Adisumarmo – Surakarta
  • Bandara Internasional Lombok – Lombok Tengah
  • Bandara Pattimura – Ambon
  • Bandara El Tari – Kupang

PT Angkasa Pura II

Profile PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II

logo pt angkasa pura 2 - Image from angkasapura2.co.id

1. Sejarah

Dalam sejarah, PT Angkasa Pura II (Persero), selanjutnya disebut “Angkasa Pura II” atau “Perusahaan” adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dalam bidang usaha pelayanan jasa kebandarudaraan dan pelayanan jasa terkait dengan bandar udara di wilayah Indonesia Barat. 

Sejak 13 Agustus 1984, perusahaan ini juga telah mendapatkan kepercayaan dari Pemerintah Republik Indonesia untuk mengelola dan mengupayakan pengusahaan Pelabuhan Udara Jakarta Cengkareng yang kini berubah nama menjadi Bandara Internasional Jakarta Soekarno-Hatta serta Bandara Halim Perdanakusuma.

Keberadaan Angkasa Pura II berawal dari Perusahaan Umum dengan nama Perum Pelabuhan Udara Jakarta Cengkareng melalui Peraturan Pemerintah Nomor 20 tahun 1984, kemudian berubah menjadi Perum Angkasa Pura II pada 19 Mei 1986 melalui Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 1986.

Kemudian, pada tanggal 17 Maret 1992 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun 1992 berubah menjadi Perusahaan Perseroan (Persero). Seiring dengan perjalanan perusahaan, sesuai dengan Akta Notaris Silvia Abbas Sudrajat, SH, SpN Nomor 38 pada 19 November 2008 resmi berubah menjadi PT Angkasa Pura II (Persero).

Berdirinya Angkasa Pura II bertujuan untuk menjalankan pengelolaan dan pengusahaan dalam bidang jasa kebandarudaraan dan jasa terkait bandar udara dengan mengoptimalkan pemberdayaan potensi sumber daya yang dimiliki dan penerapan praktik tata kelola perusahaan yang baik. 

Hal ini diharapkan agar dapat menghasilkan produk dan layanan jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat sehingga dapat meningkatkan nilai Perusahaan dan kepercayaan masyarakat.

Perusahaan Angkasa Pura II telah membuktikan kiprahnya dengan kemajuan dan peningkatan usaha yang pesat dalam bisnis jasa kebandarudaraan melalui penambahan berbagai sarana prasarana dan peningkatan kualitas pelayanan pada bandara yang dikelolanya.

2. Visi dan Misi

1. Visi

  • The best smart connected airport operator in the region memiliki makna bahwa bandara-bandara yang dikelola Angkasa Pura II menjadi bandara yang terhubung ke banyak rute atau tujuan baik di dalam maupun di luar negeri, sesuai dengan status masing-masing bandara (bandara domestik/internasional). 
  • Connecting time dan connecting process baik untuk penumpang maupun barang harus bisa berjalan dengan mudah dan tanpa sekat. Bandara-bandara APII juga sepenuhnya menjadi bandara yang pintar (smart) dengan memanfaatkan teknologi modern. Region yang dimaksud dalam visi adalah Asia. Sehingga dapat disimpulkan bahwa visi Angkasa Pura II adalah menjadi bandara dengan konektivitas tinggi ke banyak kota atau negara dan mempergunakan teknologi modern yang terintegrasi dalam operasional bandara dan peningkatan pelayanan penumpang.​

2. Misi

  • Memastikan keselamatan dan keamanan sebagai prioritas utama
  • Menyediakan infrastruktur dan layanan kelas dunia untuk mendukung perkembangan ekonomi Indonesia melalui konektivitas antar daerah maupun negara
  • Memberikan pengalaman perjalanan yang terpercaya, konsisten, dan menyenangkan kepada seluruh pelanggan dengan teknologi modern
  • Mengembangkan kemitraan untuk melengkapi kemampuan dan memperluas penawaran perusahaan
  • Menjadi BUMN pilihan dan memaksimalkan potensi dari setiap karyawan perusahaan
  • Menjunjung tinggi tanggung jawab sosial perusahaan

3. Lokasi Bandara

  • Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta)​
  • Halim Perdanakusuma (Jakarta)
  • Kualanamu (Medan)
  • Supadio (Pontianak)
  • Minangkabau (Padang)
  • Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang)
  • Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru)
  • Husein Sastranegara (Bandung)
  • Sultan Iskandarmuda (Banda Aceh)
  • Raja Haji Fisabilillah (Tanjungpinang)
  • Sultan Thaha (Jambi)
  • Depati Amir (Pangkal Pinang)
  • Silangit (Tapanuli Utara).

Di atas adalah penjelasan tentang PT Angkasa Pura. Semoga dengan artikel ini anda dapat membedakan antara dua perusahaan tersebut.