Cara Budidaya Ikan Lele di Terpal

Komentar

Cara budidaya Ikan Lele di Terpal
panen iklan lele di terpal kotak via kolamterpal,net

Ikan lele adalah ikan yang hidup di air tawar. Lele mudah dikenali karena tubuhnya yang licin serta mempunyai kumis yang panjang. Ikan lele mempunyai manfaat bagi kesehatan tubuh manusia, mengandung protein yang tinggi, kalori, serta rendah lemak. Budidaya ikan lele memiliki modal yang kecil sehingga siapapun bisa beternak ikan lele.

Manfaat dari budidaya ikan lele yaitu menambah pundi-pundi uang, banyak permintaan, harga kompetitif, dan banyak penyuka lele. Budidaya ikan lele sangat diminati oleh para peternak lele karena ikan lele banyak dinikmati orang.

Keuntungan dari budidaya ikan lele yaitu penggunaan modal yang kecil, benih lele mudah dicari, dan cepat panen. Alat untuk budidaya ikan lele yaitu terpal, ember, selang air, pompa air, jaring. Berikut cara budidaya ikan lele di terpal

Cara Budidaya Ikan Lele di Terpal

1. Konstruksi kolam

Tahap pertama adalah wadah budidaya, kali ini wadahnya adalah kolam terpal. Pilih terpal yang bagus lalu bersihkan kolam terpal dengan sabun agar bahan kimianya hilang lalu dijemur hingga kering. Kolam terpal diisi dengan air setinggi 20 cm. Diamkan olam terpal selama seminggu untuk pembentukan lumut dan fitoplankton. Kemudian tambahkan air hingga 80 cm setelah ikan berlangsung dewasa. Tambahkan daun daunan agar air bewarna hijau untuk mencegah bau yang disebabkan karena penguapan air kolam dan dilakukan 25% penambahan atau penggantian air

2. Pemilihan benih unggul

Pemilihan benih unggul dengan ciri-ciri seperti: benih terlihat aktif melakukan oksigenasi, gesit,cerah, agresif, ukuran sama rata dan warna sedikit lebih terang.

3. Penebaran benih

Siapkan benih lele sesuai ukuran lebarnya kolam, besar ikan lele ukuran 1,5-2 inci. Bibit yang baru dibeli jangan dimasukkan ke kolam budidaya ikan lele, harus melalui tahap perendaman untuk dapat menyesuaikan benih ikan dengan kolam budidaya.

Langkah-langkah sebagai berikut;

  • Siapkan ember
  • Masukkan air kolam yang dijadikan budidaya ikan lele
  • Masukkan benih lele 
  • Diamkan selama 30 menit dan untuk menghilang stress ikan setelah dipindahkan
  • Setelah 30 menit benih dapat di tebar ke dalam kolam budidaya 
  • Penebaran dilakukan pada malam hari  atau pagi hari

4. Pengaturan kualitas air

Air kolam akan berkurang karena proses penguapan maka perlu ditambahkan air sampai ke posisi normal. Bulan pertama (20 cm), bulan kedua (40 cm), bulan ketiga (80 cm).

5. Kedalaman air 

Air di kolam budidaya ikan lele jangan terlalu dangkal karena penguapan akan membuat ikan menjadi terlalu panas. Sehingga jangan sampai air di kolam budidaya ikan lele dangkal akan menyebabkan ikan mati.

Baca Juga:

6. Kejernihan air

Ikan lele tidak suka dengan air jernih, sistem pernapasan ikan lele menggunakan labirin, pernapasan lele tidak tergantung pada oksigen yang terlarut dalam air.

7. Makanan

Ikan lele diberi makan sehari tiga kali yaitu pagi, sore, dan malam. makanan tidak harus tiga kali tergantung pada kebutuhan ikan makan. Ikan lele diberikan makan menggunakan jenis sentrat ikan 781-1 karena di dalamnya mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh ikan lele, protein 35%, lemak 10-16%, karbohidrat 15-25%, vitamin dan mineral.

8. Pengendalian penyakit dan hama

Penyakit dan hama tidak bisa dianggap remeh karena dapat mempengaruhi volume produksi. maupun tingkat keberhasilan dalam budidaya ikan lele. Pencegahan dengan menggunakan penghalang sehingga tidak ada hewan liar yang masuk ke kolam dan makan benih lele. Untuk penyakit diberikan obat-obatan yang tersedia di toko perikanan.

Setelah kurang lebih 98 hari ikan akan dipanen, pemanen melakukan pemilihan ikan yang layak dikonsumsi (dijual). Biasanya ikan lele dijual di pasar-pasar.

Demikian  artikel mengenai cara budidaya ikan lele di kolam terpal semoga bermanfaat.Selamat mencoba dan semoga berhasil budidaya ikan lelenya dan sukses menjadi petani lele.
Top