Masalah Dalam Rumah Tangga, 4 Penyebab Pasutri Sering Tidak Nyambung Saat Mengobrol

Penulis Cang Karna | Ditayangkan 06 Apr 2017

 Masalah Dalam Rumah Tangga, 4 Penyebab Pasutri Sering Tidak Nyambung Saat Mengobrol

Sahabat, pernah merasa bingung karena sering tidak nyambung bicara dengan pasangan? Ujung-ujungnya kebanyakan berakhir ribut.


Padahal salah satu kunci keharmonisan rumah tangga adalah terbangunnya komunikasi yang sehat. Usia rumah tangga yang lama tidak menjamin terbangunnya komunikasi yang sehat antara suami dan istri. Padahal masalah komunikasi ini sering menjadi pemicu konflik yang tak jarang berujung pada perceraian.

Ada beberapa penyebab kegagalan berkomunikasi, yaitu :

1. Situasi yang tidak mendukung. 

Misalnya dalam keadaan fisik kelelahan, akan sulit untuk diajak membicarakan masalah-masalah yang berat. Jika salah seorang memaksakan kehendaknya untuk membicarakan permasalahan dalam kondisi seperti ini maka akan menimbulkan konflik. Atau kondisi yang bising, di mall misalnya, tentunya akan sulit untuk ngobrol yang serius.

Ada kisah seorang muslimah yang hidup di zaman Rasulullah SAW. bernama Ummu Sulaim. Pada suatu hari, suaminya pergi berniaga ke tempat yang jauh. Pada saat bersamaan anaknya jatuh sakit hingga meninggal dunia. Ummu Sulaim sangat sedih sekali dengan kepergian putranya.

BACA JUGA : Menggabungkan Ikhlas, Syukur, Dan Harapan Untuk Mencapi Kehidupan Yang Bermakna

Ketika suaminya pulang, Ummu Sulaim merahasiakan post duka cita ini. Beliau sangat memahami kondisi suaminya yang sangat lelah. Apa dilakukan beliau? Ummu Sulaim melayani suaminya hingga suaminya senang, puas dan hilang lelahnya.

Setelah kondisinya memungkinkan, barulah Ummu Sulaim menceritakan peristiwa yang menimpa anak mereka. Suaminya bisa menerima takdir tersebut dengan ikhlas. Karena sudah dalam keadaan tenang dan hilang lelahnya.

2. Prasangka, apabila hati sudah diliputi oleh prasangka maka kepala pun ikut panas. 

Dalam kondisi seperti ini akan menghambat komunikasi yang baik. Lebih baik masing-masing diam dulu, redakan prasangka dan amarah. Setelah hati tenang dan pikiran jernih baru bicara.

3. Pesan yang tidak jelas. 

Kegagalan komunikasi dapat terjadi karena pesan yang disampaikan tidak jelas, atau bermakna ganda, multi tafsir, sehingga menimbulkan salah pengertian.

4. Perbedaan karakter, masing-masing memiliki pribadi yang berbeda. 

Pembentukan kepribadian atau karakter seseorang dipengaruhi oleh pola asuh, lingkungan keluarga, status sosial dan pendidikan. Perbedaan karakter bisa menyebabkan terhambatnya komunikasi. Karena masing-masing sudah memiliki cara komunikasi sendiri-sendiri.

SHARE ARTIKEL