HET Elpiji 3 Kg Ditetapkan Rp12.750, Namun di Daerah Bisa Rp20 Ribu
Penulis Dzikir Pikir | Ditayangkan 25 Nov 2016
Penambahan tabung gas elpiji oleh pemerintah
Dikatakan menjadi bahan bakar pokok saat ini. Tak hanya BBM yang kontroversi saat naik. Pun demikian dengan elpiji.
Dikatakan menjadi bahan bakar pokok saat ini. Tak hanya BBM yang kontroversi saat naik. Pun demikian dengan elpiji.
Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro menuturkan, hingga saat ini harga yang dipatok oleh Pertamina pada tingkat pusat untuk elpiji 3 kg adalah sebesar Rp12.750. Hanya saja, harga gas di tingkat daerah berbeda dan bahkan mencapai di atas Rp20 ribu per kg.
"Ada HET yang telah ditetapkan pemerintah. Kita tetapkan Rp12.750 per tabung. Tapi daerah berbeda. Di pengecer kadang ada sub-sub dan ini harus diawasi," tuturnya di Hall Dewan Pers, Jakarta, Kamis (24/11/2016), dilansir okezone.
Baca Juga: Bila Ditilang, Sekarang Bisa Minta Surat Warna Biru. Apa bedanya?
Untuk itu, pengawasan akan ditingkatkan hingga ke level daerah. Diharapkan, hal ini mampu untuk menekan mark up harga gas pada setiap daerah di Indonesia.
"Kita awasi sampai ke agen dan agen awasi sampai ke pangkalan. Untuk itu kita juga sosialisasi kepada masyarakat," tuturnya. Pengawasan tidak hanya dilakukan dalam hal penentuan harga penjualan. Kualitas gas pun juga akan diawasi oleh Pertamina secara ketat.
"Kita clear karena pengawasan kita cek semua. Itu tidak boleh mengisi tabung yang tidak optimum. Kondisi kalau tidak bisa direparasi harus dihancurkan. Kalau stiker ungu harus diisi di SPBE khusus. Jadi hingga di pangkalan masih aman," tuturnya.
"Makanya kita pastikan kalau enggak yakin beli di agen resmi Pertamina. Sekarang ini ada oknum seperti di Depok dulu. Ini harus kita waspadai," tutupnya.