Warga Panik Saat Truk Tabrak Kerumunan Orang,Gambaran Mengerikan Sesaat Setelah Kejadian Teror Truk Maut

Penulis Penulis | Ditayangkan 15 Jul 2016

Panik dan ketakutan, ratusan warga Nice, Prancis, berlari sekuat tenaga menjauhi truk yang terus melaju ke arah mereka. Truk besar seberat 25 ton itu terus melaju dan menerjang orang-orang yang ada di depannya.

Warga Panik Saat Truk Tabrak Kerumunan Orang,Gambaran Mengerikan Sesaat Setelah Kejadian Teror Truk Maut

"Semua orang berteriak 'lari, lari, lari, ada serangan, lari, lari, lari'. Kami mendengar suara tembakan. Kami pikir itu suara kembang api karena ada perayaan 14 Juli," tutur salah satu saksi mata kepada media lokal BFM TV, seperti dilansir Daily Mail, Jumat (15/7/2016). Nice adalah kota di bagian tenggara Prancis yang berjarak sekitar 932 km dari Paris. Kota ini berbatasan dengan Italia.

"Ada kepanikan luar biasa. Kami juga berlari karena kami tidak ingin tetap ada di sana dan kami pergi ke sebuah hotel untuk berlindung," imbuh saksi mata yang tidak menyebut identitasnya.

Baca juga: Dunia Kecam Teror Truk Pembunuh Massal di Nice, Paris Tewaskan 80 Orang

Harjit Sarang (42), seorang pengacara dari London, Inggris, tengah berada di Nice bersama suami dan dua anak laki-lakinya yang berusia 6 tahun dan 9 tahun. Melalui akun Twitter-nya, Sarang menceritakan pengalaman mengerikan yang dialaminya dalam insiden pada Kamis (14/7) malam itu.

"Berlari di antara kerumunan orang di Nice, bersama anak-anak dan ketakutan. Tidak akan pernah membawa anak-anak ke acara di tempat umum lagi. akhirnya kembali ke hotel. Saya benci ini! #Nice," tuturnya.

"Tidak bisa berhenti gemetar. Saya benci anak-anak saya harus mengalami ini. Kenapa saya harus membawa mereka serta. Kenapa mereka melakukan ini dan kenapa ini terjadi!" imbuh Sarang.

Baca juga: Pengemudi Truk di Nice Sempat Keluarkan Senjata dan Lepas Tembakan Sebelum Ditembak Mati Polisi

Warga Inggris lainnya, Colin Srivastava, yang tengah berada di dekat lokasi saat insiden ini terjadi, juga menceritakan pengalaman mengerikan yang dialaminya. "Kami duduk-duduk di depan kota tua dan melihat ratusan orang berlarian ke arah kami dengan wajah panik," ucapnya kepada BBC.

"Salah satu dari mereka mengatakan, 'Anda harus pergi, polisi meminta kami berlari'. Kemudian datang polisi yang juga berlari dan mengatakan 'lari sekarang' tapi kami sama sekali tak tahu apa yang terjadi. Kemudian kami mendengar ada truk yang menabrak kerumuman. Ada juga suara tembakan," imbuh Srivastava.

Dituturkan seorang wartawan AFP yang ada di lokasi, Robert Holloway, bahwa suasana saat kejadian sungguh kacau. Puing-puing beterbangan saat truk warna putih itu terus melaju sejauh 2 kilometer dan menerjang orang-orang yang berkumpul di trotoar dan pinggir pantai.

"Sungguh kacau. Kami melihat orang-orang ditabrak dan banyak puing beterbangan. Saya harus melindungi wajah saya dari puing yang beterbangan," tuturnya.

Sedikitnya 80 orang tewas dalam insiden yang disebut Presiden Prancis Francois Hollande sebagai serangan teroris itu. Pengemudi truk yang merupakan warga Prancis keturunan Tunisia berusia 31 tahun itu, tewas ditembak polisi. 
SHARE ARTIKEL