Fakta Baru! Sering Konsumsi Kopi Instan Ternyata Berbahaya Bagi Kesehatan

Komentar

Gambar ilustasi dilansir dari youtube.com

Perlu diketahui, kopi instan sebelum menjadi bubuk merupakan kopi cair yang sudah diseduh.

Dalam kata lain, ketika Anda menambahkan air terhadap bubuk kopi, itu merupakan kedua kalinya kopi tersebut diencerkan.

Mengenai bahayanya, berikut gangguan kesehatan yang bakal terjadi ketika sering mengonsumsi kopi instan!

Kopi bisa menjadi minuman yang bermanfaat untuk kesehatan. Namun, apakah kopi instan juga memiliki manfaat yang sama?

Kopi instan merupakan versi bubuk dan larut air dari kopi reguler. Untuk membuatnya, Anda cukup menambahkan beberapa sendok bubuk kopi instan ke dalam gelas serta air hangat. Karena proses pengolahannya, sebagian orang tidak menganggapnya sebagai “kopi asli”. Lalu, apakah sering minum kopi instan dapat berdampak buruk terhadap kesehatan seseorang?

Jawabannya, ya!!

Dilansir dari klikdokter.com, Konsumsi kopi instan berlebih dapat memicu perilaku lekas marah, dada berdebar, insomnia, dan halusinasi.

Orang dengan gangguan panik serta gangguan kecemasan sosial juga harus waspada, karena mereka lebih mudah terkena efek kafein sehingga merasa gelisah.

Selain hal tersebut, berikut 4 gangguan kesehatan yang bisa timbul akibat sering konsumsi kopi instan:

1. Mengganggu penyerapan zat besi

Ternyata, kopi instan yang dikonsumsi saat atau satu jam setelah makan menyebabkan penurunan zat besi yang seharusnya dicerna oleh usus, secara signifikan.

Mekanisme ini lebih besar dampaknya ketika jumlah kafein dalam kopi instan tersebut termasuk tinggi. Namun, hal ini tidak terjadi jika kopi instan dikonsumsi satu jam sebelum makan.

2. Berbahaya untuk ibu hamil

Minum kopi, baik kopi instan maupun kopi regular, tidak disarankan untuk ibu hamil. Dibandingkan tubuh Anda, tubuh janin yang masih berkembang memerlukan waktu lebih untuk memproses kafein tersebut. Akibatnya, janin akan terkena efek kafein yang lebih lama dari ibunya.

3. Memengaruhi sistem saraf

Cara kopi instan diproses menyebabkan terbentuknya akrilamid. Paparan akrilamid berhubungan dengan neurotoksisitas (berdampak buruk pada sistem saraf).

Sementara akrilamid dalam makanan terbukti memicu pertumbuhan sel kanker pada studi menggunakan hewan percobaan. Meski begitu, hubungannya dengan kanker pada manusia belum dapat dikonfirmasi karena masih belum cukup bukti.

4. Harus dibatasi pada pengidap hiperoksaluria

Di samping akrilamid, kopi instan juga mengandung oksalat. Oksalat merupakan asam organik yang ditemukan pada tumbuhan, hewan, serta manusia.

Pada orang yang mengidap penyakit hiperoksaluria, mereka memiliki oksalat berlebih pada urine sehingga dilarang untuk sering-sering mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung oksalat.

Bagi sebagian orang, minum kopi instan memang lebih praktis. Namun ada bahaya yang harus diperhatikan dari kebiasaan mengonsumsi kopi jenis ini.

Jika kopi instan  dikonsumsi pada porsi dan waktu yang tidak tepat dapat menyebabkan turunnya penyerapan zat besi, naiknya berat badan, hingga memicu rasa cemas. Jika Anda penyuka kopi instan, minumlah dalam jumlah yang tidak berlebihan.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.
Top