Penjelasan Sekilas Kitab Bulughul Maram, Kitab Pondasi Landasan Fiqih

Komentar

bulughul maram via pustakaibnuumar.com

Kitab bulughul maram merupakan kitab yang dijadikan sebagain pondasi landasan fiqih islam. Yuk ketahui sekilas tentang kitab bulughul maram!

Kitab Bulughul Maram merupakan kitab yang tidak asing lagi bagi kaum muslim. Ini adalah Buku Syarah ringkas dari kitab bulughul maram kumpulan ayat dan hadits hukum oleh Ibnu Hajar al-Asqalani.

Bulughul Maram adalah kitab hadits tematik yang memuat hampir 1600 hadits yang dijadikan sumber pengambilan hukum (istinbath) fikih Islam. Kitab bulughul maram merupakan kitab rujukan dari berbagai mazhab yang di Susun Oleh al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalany.

Bulughul Maram atau Bulugh al-Maram min Adillat al-Ahkam, disusun oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani (773 H – 852 H). Kitab ini merupakan kitab hadits tematik yang memuat hadits-hadits yang dijadikan sumber pengambilan hukum fikih (istinbath) oleh para ahli fikih.

Kitab ini menjadi rujukan utama khususnya bagi fikih dari Mazhab Syafi’i. Kitab ini termasuk kitab fikih yang menerima pengakuan global dan juga banyak diterjemahkan di seluruh dunia.

Kitab Bulughul Maram memuat 1.371 buah hadits. Di setiap akhir hadits yang dimuat dalam Bulughul Maram, Ibnu Hajar menyebutkan siapa perawi hadits asalnya.

Bulughul Maram memasukkan hadits-hadits yang berasal dari sumber-sumber utama seperti Sahih al-Bukhari, Sahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa’i, Sunan Ibnu Majah, dan Musnad Ahmad dan selainnya.

Kitab Bulughul Maram memiliki keutamaan yang istimewa karena seluruh hadits yang termuat di dalamnya kemudian menjadi pondasi landasan fikih dalam mazhab Syafi’i. Selain menyebutkan asal muasal hadits-hadits yang termuat di dalamnya, penyusun juga memasukkan perbandingan antara beberapa riwayat hadits lainnya yang datang dari jalur yang lain.

Karena keistimewaannya ini, Bulughul Maram hingga kini tetap menjadi kitab rujukan hadits yang dipakai secara luas tanpa mempedulikan mazhab fikihnya.

Sekilas Tentang Kitab Bulughul Maram.

Buku ini berjudul lengkap “Bulughul Maram Min Adillatil Ahkam”, berisi kumpulan hadits-hadits Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam dalam masalah-masalah hukum syar’i  . Buku ini banyak dijadikan  istimbath hukum Fiqih oleh para fuqaha (ahli fiqih).

Dan kitab bulughul maram ini disertai keterangan derajat hadits yang terkandung di dalamnya. Sistem penulisannya diurutkan berdasarkan urutan pembahasan bab fiqih, pada bagian akhir kitab dibahas tentang adab, akhlak, dzikir dan do’a (Kitabul Jami’).

Dalam Buku ini akan Nampak kindahan teknik penulisan hadits ibnu Hajar seringkali beliau menampilkan hadits yang  shahih dan kuat, meringkas hadits yang panjang, membahas panjang lebar tentang penisbatan periwayat hadits, memberi keterangan derajat hadits dengan memberikan isyarat dari ilal-nya.

Diantara kehebatan dan kelebihan kitab bulughul maram ini adalah ketika beliau menyertakan hadits dengan potongan dan tambahan yang muncul dari sebagian jalur sanad: Hadits yang berfungsi sebagai pengikat lafadz mutlak (Taqyid Al Muthlaq), Perinci lafdz mujmal (tafshil al mujmal) dan penghilang pertentangan (raf’u At Ta’arudh). Dengan keistimewaan ini banyak para ulama yang mengkaji, mensyarah dan menerapkan manhaj-nya.

Penulis (Ibnu Hajar) menyusunnya dengan penuh cermat agar orang-orang yang menghafalkannya menjadi unggul diantara rekan-rekannya. Buku ini adalah merupakan penuntun bagi para penuntut ‘ilmu pemula tetapi tetap dibutuhkan oleh peminat (ilmu) yang sudah tinggi ‘ilmunya. Di akhir hadis beliau jelaskan nama-nama imam yang meriwayatkan  sebagai bentuk nasihat kepada ummat.

Sistematika kitab Bulughul Maram sebagai berikut :

  • Terdiri dari 16 bab mulai dari Bab Bersuci (Kitab at-Thaharah) sampai Bab Kompilasi (Kitab al-Jami’), setiap bab terdiri dari beberapa sub-bab.
  • Memuat sebanyak 1596 buah hadits sahih, hasan, bahkan dha’if yang bertemakan fikih.
  • Memotong (ta’liq) rangkaian sanad, kecuali pada tingkat sahabat dan mukharrij.
  • Terkadang menyertakan jalur-jalur periwayatan hadits secara ringkas dan menyebutkan tambahan-tambahan redaksi dari riwayat lainnya dan menjelaskan statusnya.
  • Menjelaskan status hadits-hadits yang lemah (padanya ada kelemahan, sanadnya lemah… dsb.) atau dengan keterangan ulama, seperti “dilemahkan oleh Abu Hatim, dll.”.
  • Dalam hal penguat hadits, Ibnu Hajar menyertakan keterangan ringkas yang hanya mencantumkan sanad saja tanpa mengulang isi matan.


Ibnu Hajar menggunakan istilah tertentu dalam penyebutan yang mengeluarkan hadits (mukharrij), yakni:
  • Rowahu as-Sab’ah untuk hadits yang diriwayatkan oleh tujuh Imam dalam ilmu Hadits, yaitu Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzy, Nasa’i dan Ibnu Majah
  • Rowahu as-Sittah untuk hadits yang diriwayatkan oleh tujuh Imam selain Ahmad
  • Rowahu al-Khamsah untuk hadits yang diriwayatkan oleh tujuh Imam selain Bukhari-Muslim
  • Rowahu al-Arba’ah untuk hadits yang diriwayatkan oleh tujuh Imam selain Ahmad, Bukhari dan Muslim
  • Rowahu ats-Tsalitsah untuk hadits yang diriwayatkan oleh tujuh Imam selain Ahmad, Bukhari, Muslim dan Ibnu Majah
  • Muttafaqun ‘alaih untuk hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim


Kitab penjelasnya

Banyak ulama yang kemudian menyusun kitab penjelasan atas Kitab Bulughul Maram. Yang paling masyhur adalah Subulus Salam karya Muhammad bin Ismail al-Amir ash-Shan’ani. Kitab Subulus Salam sendiri merupakan ringkasan dari kitab Al-Badrut Tamam karya Al-Husain bin Muhammad al-Maghribi.

Di antara kitab syarh (tafsir, penjelas) Bulughul Maram yang lain adalah:
  • Ibanatul Ahkam, karya Abu Abdullah bin Abdus Salam Allusy
  • Tuhfatul Ayyam fii Fawaid Bulughil Maram, karya Samy bin Muhammad
  • Minhatul ‘Allam, karya Shalih Fauzan
  • Syarah Bulughil Maram, karya Athiyyah Muhammad Salim
  • Terjemahan kitab Bulughul Maram ke dalam Bahasa Indonesia berikut keterangan dan penjelasannya telah diupayakan oleh Ustadz Ahmad Hassan dan diselesaikan beberapa bulan sebelum wafatnya di tahun 1958; kini diterbitkan dengan judul Tarjamah Bulughul Maram.

Biografi singkat Penysun Kitab Bulughul Maram

Nama dan Nashab beliau: Beliau adalah Abul Fadhl Syihabuddinyn  Ahmad bin ‘Ali bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad Al-Kannaaniy Asy-Syaafii’y yang masyhur (terkenal) dengan nama Ibnu Hajar Al-Atsqalaniy. Beliau dikenal sebagai pengusung panji sunnah, hakim agung (Qadhil Qudhaat) seorang hafidz dan perawi (pakar riwayat) hadits.

Beliau dilahirkan di Mesir pada tanggal 10 Sya’ban tahun 773 H, dan beliau tumbuh dewasa di sana. Ayahnya adalah seorang ahli di bidang fiqh, bahasa ‘Arab, qira’ah, dan sastra, cerdas, terhormat dan disegani.

Beliau dikenal sebagai ‘ulama yang memiliki budi pekerti yang luhur, tawadhu, sabar, wara’, mulia dan lembut. Disamping itu beliau juga terkenal sangat sopan dan santun kepada semua orang yang berinteraksi dengannya baik kalangan dewasa maupun anak-anak.

Karya-Karya Beliau:

Karya-karya ilmiyah beliau sangat banyak, mencapai lebih dari seratus lima puluhan buku, dimana tidak ada satu displin ilmu hadits melainkan beliau memikiki karya ilmiyah yang lengkap mengenai disiplin ilmu tersebut.

Karya-karya ilmiyah beliau telah tersebar keberbagai penjuru dunia semasa beliau hidup, buku-buku beliau dijadikan sebgai hadiah oleh para raja dan umara.
Diantara karya-karya ilmiyah beliau adalah:
  • Fath al-Baariy Syarh ShahiyhilBukhariy. Karya beliau yang paling monumental, yang dianggap sebagai ensiklopedi Sunnah. Beliau mulai tulis pada tahun 817 H  setelah sebelumnya beliau selesaikan penyusunan muqaddimahnya pada tahun 813 H, Penyusunan Fathul Bariy ini beliau selesaikan pada tahun 842 H. Ketika menyelesaikan penyusunannya beliau mengadakan walimah tasyakuran  yang dihadiri oleh kaum muslimin dengan menelan biaya 500 dinar (2500 pounds Mesir). Waktu itu para raja membeli buku tersebut dengan harga 300 dinar (150 pounds mesir).
  • Al-Ishaabah Fiy Asmaa’ as-Shahaabah.
  • Tadziyb at-Tahdziyb.
  • At-Taqriyb.
  • Ta’jiyl al-Manfa’ah  bi Rijaal Al-Arba’ah.
  • Musytabih An-Nisbah.
  • Talkhiysh al-Khabiyr Fiy Takhriyji Ahaadiyts Ar-Raafi’ al-Kabiyr.
  • Takhriyj al-Mashaabih.
  • Bulughul Maraam Min Adillatil Ahkaam.
  • Diywanulkhithaabi.
  • Diywanu Syi’ri.
  • Nukhbatul fikri Wa syarhuhu.
  • Dan lain-lain.

Wafat Beliau.

Beliau wafat pada malam sabtu bulan Dzulhijjah tahun 852 berselang dua jam setelah shalat isya’ . Hari itu adalah hari musibah yang sangat besar. Orang-orang menangisi kepergiannya sampai-sampai orang non muslim pun ikut meratapi kematian beliau. Pada hari itu pasar-pasar ditutup demi menyertai kepergiannya. Para pelayat yang datang pun sampai-sampai tidak dapat dihitung, semua para pembesar saat itu datang melayat.

Nah itulah sekilas tentang kitab Bulughul Maram. Semoga dapat berguna untuk meningkatkan iman kita. Wallahua'lam.
Top