Waspada Jangan Mudah Percaya Lima Berita Ini Hanya Hoaks dan Jangan Disebarkan

Komentar

Sumber gambar jogja.tribunnews.com

Sangat meresahkan informasi yang dibuat oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.


Sengaja membuat banyak orang panik karena adanya informasi yang belum tentu kebenarannya.

Seperti lima berita berikut ini.


Pasca bencana gempa bumi dan tsunami diwilayah Palu dan Donggala pekan lalu banyak tersebar berita-berita mengenai bencana alam tersebut.

Kementrian Komunikasi dan Informatika banyak menemukan sejumlah konten hoax yang beredar di internet.

Berdasarkan siaran pers dalam website resmi www. kominfo.go.id, Kominfo menemukan sejumlah konten informasi hoaks yang beredar.

Beberapa informasi yang beredar tersebut hanyalah hoax tidak sesuai dengan faktanya, setidaknya ada 5 informasi hoax yang sudah tersebar.

1. Hoaks Walikota Palu Meninggal Faktanya.

Sumber gambar jogja.tribunnews.com

Walikota Palu Hidayat tidak meninggal dan kini turut melakukan tanggap darurat gempa bumi di Palu, Sulawesi Tengah.

2. Hoaks Korban Musibah Faktanya
Foto yang digunakan tersebut adalah foto kejadian gempa tsunami Aceh 26 Desember 2004 yang disebarluaskan kembali sebagai dokumentasi korban gempa tsunami Palu.

3. Hoaks Bendungan Bili-Bili di Kab. Gowa Retak


Sumber gambar jogja.tribunnews.com

4. Hoaks Gerak cepat relawan FPI evakuasi korban gempa Palu 7.7


Sumber gambar jogja.tribunnews.com

Faktanya dalam gambar ini adalah relawan FPI membantu korban longsor di desa Tegal Panjang, Sukabumi.

5. Hoaks hari ini ada gempa susulan


Sumber gambar jogja.tribunnews.com

Faktanya tidak ada satu pun negara di dunia dan iptek yang mampu memprediksi gempa secara pasti, konfirmasi dari Sutopo Purwo Nugroho (Kepala Humas BNPB)

Melalui Kementrian Kominfo mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah mempercayai dan menyebarluaskan informasi yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya atau masih belum jelas sumbernya.

Apabila anda menemukan informasi yang diduga mengandung hoaks, bisa langsung melaporkannya melalui laman aduankonten.id, email aduankonten@kominfo.go.id, atau mention ke akun twitter @aduankonten.

Semoga bermanfaat.
Top