Tips Membuat Pupuk Kompos Alami Tapi Sangat Menyuburkan

Komentar

pupuk kompos via pertanianku.com

Pupuk kimia yang dijual memang mempunyai kandungan yang terukur, namun jika digunakan secara terus menerus pun tidak baik bagi unsur tanah. Dan solusinya adalah pupuk kompos.

Berikut ini kami berikan tips membuat pupuk kompos yang menyuburkan tanah.

Siapa kira-kira orangnya yang tidak ingin lingkungannya bersih, pasti jawabannya semua kepengen bersih. Kamar, rumah, halaman, kantor kerja atau lingkungan sekitar kita membutuhkan kebersihan untuk menumbuhkan kenyamanan. Dan yang menjadi persoalan utama kebersihan, biasanya masalah sampah yang paling utama.

Pengelolaan sampah akan sangat baik jika bisa dimulai dari keluarga. Keluarga yang sadar kelola sampah akan menjadi modal utama dalam pengelolaan sampah komunal. Sampah keluarga yang terdiri dari sampah hasil olahan makanan atau lainnya, bila dibuat menjadi pupuk sampah organic atau pupuk kompos.

Pupuk kompos alami merupakan salah satu pupuk organik yang dibuat dengan cara menguraikan sisa-sisa tanaman dan hewan dengan bantuan organisme hidup. Untuk membuat pupuk kompos diperlukan bahan baku berupa material organik dan organisme pengurai.

Mengapa pupuk kompos dinamakan pupuk organik ?

Berikut ini adalah jawaban mengapa pupuk kompos dinamakan pupuk organik yaitu karena pupuk kompos merupakan hasil dari tanah sisa bakaran atau hasil dari pembusukan yang terjadi secara alami tanpa ada campur tangan manusia. Nah itulah alasan kenapa pupuk kompos dinamakan pupuk organik.

Apa Manfaat Pupuk Kompos ?

Manfaat pupuk kompos untuk tanaman adalah:
  • Meningkatkan kesuburan tanah
  • Memperbaiki struktur dan karakteristik tanah
  • Meningkatkan kapasitas serap air tanah
  • Meningkatkan aktivitas mikroba tanah
  • Meningkatkan kualitas hasil panen (rasa, nilai gizi, dan jumlah panen)
  • Menyediakan hormon dan vitamin bagi tanaman
  • Menekan pertumbuhan/serangan penyakit tanaman
  • Meningkatkan retensi/ketersediaan hara di dalam tanah

Terdapat perbedaan yang mendasar antara tanah yang diberi perlakuan dengan pupuk kompos dengan diberi perlakuan tanpa kompos (pupuk anorganik). Tanah yang diberi pupuk anorganik secara terus menerus akan mengalami penurunan mutu unsur hara dan akan meningkatkan kekerasan struktur tanah.
Pemberian pupuk anorganik harus diselingi dengan pemberian pupuk organik (kompos). Dengan demikian diharapkan struktur tanah dapat diperbaiki dan sekaligus tidak mengurangi kesuburan tanah untuk jangka panjang

Itulah apa manfaat pupuk kompos yang bisa diperoleh. Selain banyak manfaat, pupuk kompos juga memiliki banyak kelebihan. Apa kelebihan pupuk kompos itu ? Berikut ini beberapa kelebihan pupuk kompos.

Apa Kelebihan Pupuk Kompos ?

kelebihan pupuk kompos via ongkics.wordpress.com

Kelebihan pupuk organik dibanding pupuk kimia antara lain :
  • Pupuk organik harganya murah dan mudah dibuat sendiri. 
  • Pupuk organik mengandung unsur mikro yang lebih lengkap dibanding pupuk anorganik. 
  • Pupuk organik akan memberikan kehidupan mikroorganisme tanah yang selama ini menjadi sahabat petani dengan lebih baik. 
  • Pupuk organik mampu berperan memobilisasi atau menjembatani hara yang sudah ada ditanah sehingga mampu membentuk partikel ion yang mudah diserap oleh akar tanaman. 
  • Pupuk organik berperan dalam pelepasan hara tanah secara perlahan dan kontinu sehingga dapat membantu dan mencegah terjadinya ledakan suplai hara yang dapat membuat tanaman menjadi keracunan. 
  • Pupuk organik membantu menjaga kelembaban tanah dan mengurangi tekanan atau tegangan struktur tanah pada akar-akar tanaman Pupuk organik dapat meningkatkan struktur tanah dalam arti komposisi partikel yang berada dalam tanah lebih stabil dan cenderung meningkat karena struktur tanah sangat berperan dalam pergerakan air dan partikel udara dalam tanah, aktifitas mikroorganisme menguntungkan, pertumbuhan akar, dan kecambah biji. 
  • Pupuk organik sangat membantu mencegah terjadinya erosi lapisan atas tanah yang merupakan lapisan mengandung banyak hara. 
  • Pemakaian pupuk organik juga berperan penting dalam merawat/menjaga tingkat kesuburan tanah yang sudah dalam keadaaan berlebihan pemupukan dengan pupuk anorganik/kimia dalam tanah. 
  • Pupuk organik berperan positif dalam menjaga kehilangan secara luas hara Nitrogen dan Fosfor terlarut dalam tanah 
  • Keberadaan pupuk organik yang tersedia secara melimpah dan mudah didapatkan. 
  • Kualitas tanaman yang menggunakan pupuk organik akan lebih bagus jika dibanding dengan pupuk kimia sehingga tanaman tidak mudah terserang penyakit dan tanaman lebih sehat. 
  • Untuk kesehatan manusia tanaman yang menggunakan pupuk organik lebih menyehatkan karena kandungan nutrisinya lebih lengkap dan lebih banyak.

Setelah mengetahui apa kelebihan pupuk kompos itu, yuk mengetahui terbuat dari apa pupuk kompos itu ? Inilah ulasannya.

Terbuat Dari Apa Pupuk Kompos ?

Buat kamu yang ingin membuat pupuk kompos, ketahui bahan dasarnya dulu! Terbuat dari apa pupuk kompos itu ? Inilah jawabnnya.

Dalam membuat pupuk kompos perlu diperhatikan beberapa bahan organik yang digunakan sebaiknya menggunakan bahan organik yang mengandung karbon nitrogen kadar air sekitar 40 sampai 50% dan PH sekitar 6 sampai 8.

Berikut ini beberapa bahan yang sering digunakan untuk pembuatan pupuk kompos yaitu : jerami, gedebog pisang/batang pisang, atau hijauan leguminosa (tanaman pakan ternak seperti Daun Kaliandra, Gamal, Lamtoro, Turi, Indigofera, Sentro, Puero, Orok-orok, Kacang Pinto, Kembang Telang, Lablab, Kalopo, Sorghum, Legetan), bisa juga dikombinasikan dengan sekam bakar

Setelah mengetahui terbuat dari apa pupuk kompos itu, apa perbedaan kompos dengan pupuk kandang dari hewan ? Berikut ini ulasannya.

Apa Perbedaan Kompos Dan Pupuk Kandang ?

Pupuk kompos berbeda dengan pupuk kandang. Apa perbedaan kompos dengan pupuk kandang dari hewan ? Simak penjelasannya berikut ini.

PUPUK KANDANG
Pupuk kandang adalah pupuk hasil olahan kotoran hewan , biasanya hewan ternak seperti sapi, kerbau, kambing, domba dan lain-lain yang diberikan pada lahan pertanian untuk memperbaiki kesuburan dan struktur tanah. Pupuk kandang ini merupkan pupuk yang lengkap.

Kandungan pupuk kandang selain unsur hara yang melimpah juga mengandung nitrogen (N), fospor (P) dan kalium (K) yang tinggi pula, dengan kadar persentase Kandungan kadar air 24,21 %, nitrogen, 1,11 %, karbon organik 18,76 %, C/N ratio 1,62 %, fospor 1,62 %, kalium 7,26 %.

PUPUK KOMPOS
Pupuk Kompos alami adalah pupuk hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembap, dan aerobik atau anaerobik.

Pupuk Kompos mempunyai kandungan yang terdiri dari unsur hara 1,69 %, Nitrogen 0,34 %, dan Kalium 2,81 %. Kandungan ini dirasa belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hara pada tanaman, jadi harus lah diperlukan pupuk yang tidak sedikit jika dibandingkan dengan penggunaan pupuk kimia.

Keuntungan lain dari pupuk Kompos adalah dikarenakan mengandung asam organik yang sangat berguna untuk tanaman, mikroorganisme atau pun lingkungan sekitarnya yang tidak dimiliki oleh pupuk anorganik. Asam organik dari pupuk kompos terdiri dari asam humic, asam fulfic, hormon dan enzym.

Nah, sudah tahu kan apa perbedaan kompos dan pupuk kandang itu. Kita sudah mengetahui terbuat apa pupuk kompos itu, dan apa perbedaan kompos dan pupuk kandang yuk mengetahui bagaimana membuat pupuk kompos itu? Simak berikut ini!

Bagaimana Membuat Pupuk Kompos ?

membuat pupuk kompos via pertanianku.com

Berikut ini adalah langkah bagaimana membuat pupuk kompos sederhana yang dapat anda lakukan.

1. Langkah pertama siapkan bahan baku dan peralatannya.
Bahan baku : sampah limbah rumah tangga yang sudah anda sortir, sampah coklat, sampah hijau, tanah.
Alat : Bak atau drum plastik besar, karung goni, paving block.
Bahan tambahan : EM4

2. Langkah kedua campurkan satu bagian sampah hijau dengan satu bagian sampah coklat ke dalam bak atau drum plastik besar yang di bawahnya telah ditutupi dengan tanah dan diberi lubang sebagai jalan mengeluarkan kelebihan air.

3. Berikutnya tambahkan satu lapisan tanah pada bagian atas dan biarkan mikroba aktif dalam tanah bekerja mengolah sampah menjadi pupuk kompos.

4. Ulangi proses kedua dan ketiga untuk lapisan berikutnya hingga bahan baku sampah dan tanah habis. Kemudian tutup drum dengan karung goni.

5. Setelah satu minggu, buka dan aduk pupuk kompos tersebut, kemudian tutup kembali dan lakukan proses tersebut setiap seminggu sekali.

6. Untuk mempercepat proses pengomposan, anda dapat menambahkan bio-activator berupa larutan effective microorganism (EM4) yang dapat anda beli di toko pertanian.

7. Setelah kurang lebih 1 bulan, cek akhir pupuk kompos. Jika campuran pupuk sudah berwarna kehitaman dan tidak berbau sampah lagi, berarti proses pengomposan telah selesai dan tidak ada masalah.

8. Langkah terakhir adalah memisahkan bagian yang kasar dengan ayakan, ambil yang halus. Pupuk kompos yang kasar dapat dicampurkan kembali ke dalam bak pengomposan sebagai activator.

Demikian artikel tentang pupuk kompos semoga artikel ini bisa menambah pengetahuan dan bermanfaat bagi kita, akhir kata kami ucapkan terimakasih.
Top