Imam Salat Jumat Kalimantan Tengah Meninggal dalam Posisi Sujud! Berikut Fakta-Faktanya

Komentar

Imam Sholat Jumat di Masjid Jami Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, meninggal dunia dalam keadaan sujud. (Foto: Dok. Supriadi, kumparan.com)

Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun...

Seorang imam masjid bernama H Muhammad Sadri Arsyad, meninggal saat memimpin salat Jumat di Masjid Jami Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Berikut fakta-fakta yang terjadi, MasyaAllah...

Kematian pasti akan menghampiri setiap yang memiliki nyawa, seperti firman Allah berikut ini,

Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana ia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Q.S Al Luqman: 34)

Meninggal dengan keadaan beribadah kepada Allah tentu saja adalah impian setiap muslim.

Karena meninggal dengan keadaan tersebut tergolong dalam khusnul khotimah berarti kondisi dimana manusia meninggal dalam keadaan terbaik dan memperoleh kemulian di sisi Allah Ta’ala.

Hal ini juga yang dialami oleh Seorang imam masjid bernama H Muhammad Sadri Arsyad.

Beliau meninggal dunia ketika menjadi imam sholat jumat dengan kondisi bersujud.

MasyaAllah...

Berikut fakta-fakta kejadian;

1. Meninggal setelah membaca surah Al Fatihah.

Meninggalnya Muhammad Sadri Arsyad diketahui setelah makmum di masjid tersebut tidak mendengar lagi suara almarhum usai membaca surah Al Fatihah.

Ternyata, pria 67 tahun itu ambruk dan meninggal dalam posisi sujud.

"Setelah membaca surah Al Fatihah pada rakaat kedua, suara beliau tidak terdengar lagi. Ternyata saat itu beliau ambruk dengan posisi sujud," kata Dedy, salah satu jamaah di Sampit, Jumat (14/9/2018).

2. Sebelumnya almarhum dalam kondisi sehat.

Rian, salah satu cucu Muhammad Sadri Arsyad mengaku kaget mengetahui sang kakek meninggal dunia. Karena sebelumnya almarhum dalam kondisi sehat.

"Memang kakek sempat operasi hernia, tapi setelah itu kondisi beliau normal. Sehat seperti biasa. Masih mengajar (ceramah) seperti biasa," kata Rian, seperti dilansir dari liputan6.com.

Rian mengaku mengetahui kakeknya meninggal saat mendampingi ayahnya yang sedang memeriksakan kesehatan di RSUD dr Murjani Sampit.

Ayahnya, Zainal Hakim Arsyad, merupakan satu dari delapan anak almarhum Muhammad Sadri Arsyad.

3. Sebelum meninggal beliau sempat berwasiat.

Muhammad Sadri Arsyad sepertinya sudah mendapat firasat akan kepergiannya.

Sebelum salat, almarhum berwasiat jika dia meninggal saat salat maupun sesudah salat, jenazahnya langsung diurus di masjid, tanpa dibawa pulang lagi ke rumah.

Wasiat itu pun dilaksanakan. Usai salat ashar, ratusan jemaah Masjid Jami Sampit mensalatkan jenazah Muhammad Sadri Arsyad, diimami Ketua Majelis Ulama Indonesia Kotawaringin Timur KH Amrullah Hadi.

Setelah itu jenazah tidak langsung dibawa ke pemakaman, karena ratusan jemaah di dua masjid lainnya sudah menunggu untuk juga mensalatkan jenazah sang imam masjid.

5. Muhammad Sadri Arsyad semasa hidup aktif berceramah di sejumlah masjid di Sampit.

Sebelum meninggal, almarhum juga dikenal sebagai salah satu qari terbaik di masanya.

Kemampuan itulah yang membuatnya dipercaya menjadi juri hampir di setiap Musabaqah Tilawatil Qur'an tingkat kabupaten maupun provinsi.

"Kakek selalu mengingatkan kami agar menjalankan perintah agama dan rajin membaca Alqur'an," kata Rian.

Baca Juga:

6. Ratusan jemaah ikut mengantarkan kepergian almarhum.

Kepergian almarhum Muhammad Sadri Arsyad ke pemakaman di Jalan Iskandar 29 Sampit diiringi oleh ratusan jamaah.

Masyarakat mendoakan semua kebaikan untuk sang imam masjid, apalagi almarhum meninggal dalam kegiatan dan tempat ibadah yakni menjadi imam salat Jumat.

MasyaAllah, kita doakan semoga amal ibadah beliau diterima dan mendapat tempat mulia disisi Allah Swt, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Top