Gaji Saja Tak Sesuai Realita, Benarkah Milenial Habiskan Uang Hanya Untuk Jajan Kopi?

Komentar

Image from detik.com

Mirisnya orang di zaman milenial sekarang ini, kebanyakan gaji tak sesuai dengan realita. Pun begitu uang gajianpun mereka hamburkan dengan mudahnya.

Tak dapat dipungkiri lagi, hal ini menjadi bahan perbincangan banyak masyarakat. Benarkah uang mereka habis hanya untuk membeli jajan kopi?

Meminum kopi sudah menjadi sebagian gaya hidup seseorang. Bila kita singgung kepada gaya hidup zaman anak sekarang atau kita bisa sebut kaum milenial di mana kaum yang dikenal dengan karakteristik yang unik sekaligus menantang.

Bila kita bicara gaya hidup anak milenial maka tak lepas dari pola keuangannya. Banyak sekali riset yang bisa kita baca mengenai gaya hidup para milenial ini dan yang menarik adalah ada sejumlah riset yang menunjukkan bahwa orang yang tahun ini berusia 20 sampai 35 tahun itu berpotensi atau memiliki kebiasaan boros dalam hal keuangan. Wow riset yang mencengangkan bukan?

Karena di awal tadi sudah saya singgung mengenai meminum kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup maka pertanyaannya adalah apakah anda seorang coffee addict yang bisa sakit kepala bila tidak minum kopi dalam sehari?

Lalu apakah anda termasuk golongan milenial yang selalu kesulitan menyisihkan uang untuk tabungan masa depan padahal sebenarnya dari gaji yang anda terima anda seharusnya sudah bisa menabung?

Kalau anda bertanya-tanya apakah ada hubungan antara minum kopi dan susahnya menambah tabungan, itu benar.

Karena berdasarkan penelitian survei Monkey yang dirilis oleh sebuah perusahaan aplikasi investasi "Acorns" mempublikasikan hasil dari 1.900 milenial yang disurvei, bahwa setengah dari generasi milenial menghabiskan lebih banyak uangnya untuk minum kopi daripada menabung untuk hari tua.

Baca juga : 5 Fakta Wali Kota Solo Ngamuk, Gara-Gara Seorang Siswi Miskin Dilarang Ikut Ujian

Wow! Apakah benar demikian? Apakah memangnya minum kopi semahal itu?

Apakah kita dapat menyebut bahwa masalah kronis bagi generasi milenial adalah hilangnya budaya menabung? Apakah salah satu faktornya adalah kopi? Oke mari kita sedikit membahas mengenai hal ini.

Apakah tepat bila kita menyebut Salah satu biang kerok kegagalan milenial untuk menabung adalah meminum kopi?

Bagi generasi milenial, kopi telah berkembang menjadi sesuatu yang sangat penting. Semakin banyak kalangan muda yang tak bisa memulai harinya tanpa secangkir kopi atau berkunjung ke kafe coffee shop favorit.

Meski secara ilmiah kopi memang telah terbukti bisa jadi stimulan dan baik untuk kesehatan, tapi berkembangnya budaya ngopi yang kelewat konsumtif harus diwaspadai.

Ternyata bagi generasi milenial, kebutuhan akan kopi jauh lebih besar daripada tabungan masa depan.

Dalam survei ini, terlihat bahwa 44% perempuan berusia 18-35 tahun, menghabiskan uang lebih besar untuk membeli kopi pagi dari pada tabungan selama setahun.

 Sementara untuk laki-laki yang berusia sama, jumlahnya lebih rendah 10%.

Hmm bila survei ini menjadi kenyataan dan keseluruhan para millienial melakukan hal tersebut, hal yang terjadi bila kita kaitkan dengan dana pensiun adalah banyak kaum milenial yang tidak bisa pensiun tepat waktu karena belum cukup tabungan.

Yang seharusnya usia pensiun 55 tahun bisa bergeser hingga 15-20 tahun lebih lama. Apakah ini yang anda inginkan? Usia 70 tahun belum bisa pensiun karena belum memiliki dana pensiun?

Baca juga : Kakak Syahrini Meninggal Tersengat Listrik, Kebiasaan Sepele Ini Nggak Kalah Bahayanya!

Dana pensiun terancam

Dalam survei ini juga menunjukkan bahwa 41% dari milenial yang berusia 24 hingga 35 tahun, berspekulasi bahwa mereka belum bisa menikmati kenyamanan finansial untuk pensiun sebelum usia 65 tahun.

Ditambahkan pula Menurut Jacob Funk Kirkegaard dari Peterson Institute untuk Ekonomi Internasional, karena gaya hidup yang demikian, rencana pensiun yang paling realistis untuk generasi milenial adalah 70-72 tahun. Apakah anda ingin seperti ini?

Kopi memang bukan sekadar minuman biasa, karena memiliki nilai sosial yang luar biasa. Mendampingi obrolan sore sampai identik dengan kesempatan sosialisasi. Maka muncul 'meme' atau joke mengenai "ngopi ngapa ngopi", "Ngopi yuk!" dan lain sebagainya.

Bukan untuk menakuti, namun dengan riset seperti ini, menjadi sebuah peringatan bagi Anda yang masih muda dan merasa sering boros dalam keseharian. Mengikuti tren gaya hidup tentu tidak dilarang namun jangan sampai berlebihan dan menghabiskan penghasilan Anda.

Hasil riset tersebut pun menjadi kekhawatiran bahwa milenial akan sulit berhenti bekerja di masa senja karena kekurangan tabungan. Apakah anda ingin seperti ini?

Jangan sampai tagline dari berita-berita 20-30 tahun lagi adalah, generasi milenial tidak bisa pensiun karena kebanyakan ngopi. Padahal sebenarnya kita bisa saja menabung dan berinvestasi sambil mencoba mempertahankan gaya hidup kita.
Top