Naudzubillah, Begini Pedihnya Azab Anak Durhaka Terhadap Orangtua

Komentar


anak durhaka via wajibbaca.com

Seorang anak dikatakan telah durhaka kepada orang tuanya jika dia tidak patuh dan tidak berbuat baik kepadanya, atau dalam bahasa Arab disebut al-’aaq (anak yang durhaka). Jamak dari kata al-’aaq adalah al-‘aqaqah.

Berdasarkan pemaknaan ini, maka rambut yang keluar dari kepala seorang bayi yang baru lahir dari perut ibunya dinamakan dengan aqiiqah, karena rambut itu akan dipotong. Yang dimaksud dengan al-’uquuq (durhaka) adalah mematahkan “tongkat” ketaatan dan “memotong” (memutus) tali hubungan antara seorang anak dengan orang tuanya.

Jadi, yang dimaksud dengan perbuatan durhaka kepada kedua orang tua adalah mematahkan “tongkat” ketaatan kepada keduanya, memutuskan tali hubungan yang terjalin antara orang tua dengan anaknya, meninggalkan sesuatu yang disukai keduanya, dan tidak menaati apa yang diperintahkan atau diminta oleh mereka berdua.

Baca Juga : 4 Hikmah yang Sangat Berharga Dibalik Keguguran dan Kematian

Seperti Apa Anak Durhaka Itu Dalam Pandangan Islam?

Jadi dari penjelasan diatas seperti apa anak durhaka itu? Apa ciri ciri anak durhaka? Inilah ciri-cirinya.

1. Mengatakan “ah” kepada orang tua dan mengeraskan suara di hadapan mereka ketika berselisih, dan juga Tidak memberikan nafkah kepada orang tua bila mereka membutuhkan.

2. Tidak melayani mereka dan berpaling darinya. Lebih durhaka lagi bila menyuruh orang tua melayani dirinya dan Mengumpat kedua orang tuanya di depan orang banyak dan menyebut-nyebut kekurangannya.

3. Menajamkan tatapan mata kepada kedua orang tua ketika marah atau kesal kepada mereka berdua karena suatu hal.

4. Membuat kedua orang tua bersedih dengan melakukan sesuatu hal, meskipun sang anak berhak untuk melakukannya. Tapi ingat, hak kedua orang tua atas diri si anak lebih besar daripada hak si anak.

5. Malu mengakui kedua orang tuanya di hadapan orang banyak karena keadaan kedua orang tuanya yang miskin, berpenampilan kampungan, tidak berilmu, cacat, atau alasan lainnya.

6. Tidak mau berdiri untuk menghormati orang tua dan mencium tangannya.

7. Duduk mendahului orang tuanya dan berbicara tanpa meminta izin saat memimpin majelis di mana orang tuanya hadir di majelis itu. Ini sikap sombong dan takabur yang membuat orang tua terlecehkan dan marah.

Apa Hukuman Bagi Anak Durhaka Dalam Islam? 

Masih ingat kisah Malin Kundang dimana anak durhaka dikutuk jadi batu oleh ibunya. Itu adalah salah satu legenda Indonesia tentang azab anak durhaka kepada ibunya. Namun, menurut islam apa saja balasan bagi anak yang durhaka kepada orang tua semasa hidupnya ? Apakah anak durhaka dikutuk jadi batu termasuk dalam hadits islam? Inilah penjelasannya.

Anak durhaka pasti mendapat hukuman oleh Allah. Namun, apa hukuman bagi anak durhaka yang berperilaku buruk dan durhaka pada ibu dan ayahnya?  Apa saja balasan bagi anak yang durhaka kepada orang tua semasa hidupnya ? Inilah anak durhaka azab yang harus ditakuti bagi seluruh anak.

Anak yang durhaka terhadap orang tua tentu akan mendapatkan murka dari Allah SWT,  terlebih kepada anak yang durhaka kepada seorang ibu, maka Allah akan menimpakan azab yang paling pedih, karena seorang ibu rela mengorbankan nyawanya demi kita. Itulah mengapa dalam Islam Allah meletakan kedudukan ibu sebagai orang yang mulia. Inilah anak durhaka azab yang akan didapatkan bagi ia yang durhaka kepada orang tua.

Dibenci Allah SWT
Dalam sebuah hadits telah diriwayatkan : “Ridha Allah tergantung pada ridha orangtua, dan murkanya Allah tergantung pada murkanya orangtua.” (HR. Al-Hakim)

Didunia akan diberikan azab atau hukuman
Seorang anak yang durhaka kepada ibunya tidak hanya mendapat dosa, namun Allah juga akan menimpakan azab dunia bagi mereka yang durhaka kepada ibunya.

Dalam sebuah riwayat Rasulullah SAW. pernah bersabda :
“Setiap dosa akan diakhirkan oleh Allah sekehendak-Nya sampai hari kiamat, kecuali dosa mendurhakai kedua orangtua. Sesungguhnya Allah akan menyegerakan (balasan) kepada pelakunya didalam hidupnya sebelum mati.”

Tidak diterima shalatnya oleh Allah SWT
Seorang anak yang durhaka shalatnya tidak akan diterima oleh Allah SWT, sebaik apapun dan sekhusyuk apapun, Allah akan tetap menolak sholat seorang anak yang durhaka. Dalam (HR. Abu Al-Hasan bin Makruf) telah dikatakan :

“Allah tidak akan menerima shalat orang yang dibenci kedua orangtuanya yang tidak aniaya terhadapnya.”

Dosa-dosanya tidak akan diampuni
Dari Aisyah r.a, Rasulullah SAW bersabda :
Dikatakan kepada orang yang durhaka kepada orangtua, “Berbuatlah sekehendakmu , sesungguhnya aku tidak akan mengampuni.” Dan dikatakan kepada orang yang berbakti kepada orangtua, “bahwa berbuatlah sekehendakmu, sesungguhnya aku mengampunimu.” (HR. Abu Nu’aim)

Terhapus semua amal ibadahnya
Seseorang yang rajin beribadah namun dia durhaka kepada orangtuanya (ibu) maka segala amal ibadah yang telah dilakukannya akan terhapus.

Sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadits berikut :
“Ada tiga hal yang menyebabkan terhapusnya seluruh amal, yaitu syirik kepada Allah, durhaka kepada orangtua dan seorang alim yang dipermainkan oleh orang dungu.” (HR. Thabrani)

Diharamkan mencium wanginya surga
Allah mengharamkan seseorang yang durhaka kepada orangtuanya untuk mencium wanginya surga. Seperti yang dikatakan dalam hadits berikut :

“Sesungguhnya aroma surga itu tercium dari jarak perjalanan seribu tahun, dan demi Allah tidak akan mendapatinya barang siapa yang durhaka kepada orangtuanya.” (HR. Thabrani)

Tidak akan masuk surga
Dalam sebuah hadits, diriwayatkan : “Ada tiga jenis orang yang diharamkan Allah masuk surga, yaitu pemabuk berat, pendurhaka terhadap kedua orangtua dan juga seorang dayyuts atau banci (orang yang merelakan kejahatan berlaku didalam keluarganya, merelakan istri dan anak perempuannya serong)” (HR. Nasa’I dan Ahmad)

Dapat disebut orang kafir
Dalam (HR. Muslim) dikatakn : “Jangan membenci kedua orangtuamu. Barang siapa orang yang mengabaikan kedua orangtuanya, maka dia kafir.”

Termasuk kedalam orang-orang yang merugi besar
Rasulullah SAW. bersabda :
“Sungguh kecewa dan hina, sungguh kecewa dan hina, sungguh kecewa dan hina orang yang mendapati orangtuanya atau salah satunya sampai tua, lantas ia tidak dapat masuk surga.” (HR. Muslim)

Tidak termasuk dalam umat Nabi Muhammad SAW
Seorang anak yang durhaka kepada ibuya, maka dia bukanlah termasuk kedalam golongan Nabi Muhammad SAW. karena Rasulullah telah memerintahkan kita untuk taat dan tidak durhaka kepada orangtua.

Salah satu kunci sukses dunia akhirat menurut Islam bagi orang muslim adalah doa dan restu orangtua. Islam menyuruh kita untuk berbakti kepada orangtua agar kita mendapatkan ridha Allah dan keutamaan-keutamaan berbakti kepada orangtua menurut Islam.

Dosa kepada orang tua, terutama kepada ibu termasuk dosa besar. Pasalnya, di banyak ayat dan hadits Allah menyuruh kita untuk berbakti kepada orang tua dan melarang untuk durhaka kepadanya.

Apakah Dosa Anak Durhaka Dapat Diampuni ? 

Dengan adanya azab-azab anak durhaka tersebut, lalu apakah dosa anak durhaka dapat diampuni? Tentu saja ada.

Siapapun yang durhaka kepada orang tua harus segera bertobat dari dosa besar tersebut. Ia harus menyesal, meminta ampunan kepada Allah, serta bertekad untuk tidak mengulangi.

Ia juga harus memperbanyak bakti dan mencari ridha ibunya dengan cara menghormati, berkata baik, dan membantu sang ibu. Ia juga tidak boleh putus asa dan terus memperbanyak amal-amal kebaikan dan ibadah lainnya sebab "Amal-amal kebaikan bisa menghapus dosa." (QS Hud: 114).

Itulah pedihnya adzab anak durhaka kepada orang tua serta ciri-ciri anak durhaka. Semoga Allah memberikan ampunan dan taufik-Nya kepada kita semua. Amin.

Wallahu a'lam.
Top