Anak Bersin Apa yang Harus Diucapkan Orang Tua? “Alhamdulillah” Atau "Burika fik"?

Komentar

Bila Anak Kecil Bersin, Apakah yang harus dilakukan orang tua? (foto: Islamkafah.com)

Ketika anak bersin lebih afdol mengucap  “Alhamdulillah” atau "Burika fik"?

Berikut penjelasan lengkapnya!

Ucapan tasymit (ucapan “yarhamukallah”) untuk orang yang bersin jika dia mengucapkan “alhamdulillah” merupakan salah satu adab Islam yang sangat ditekankan. Itu adalah salah satu hak seorang muslim yang sepatutunya ditunaikan muslim yang lain.

Adapun bila orang yang bersin itu tidak mengucapkan “alhamdulillah” maka dia tidak berhak diucapi “tasymit”.

Ibnu Muflih rahimahullah berkata, dalam Al-Adab Asy-Syar’iyyah, 2:343, Abdullah bin Ahmad meriwayatkan dari Al-Hasan bahwa dia ditanyai tentang anak kecil yang bersin. Al-Hasan menjawab, “Katakan untuknya, ‘Burika fik (semoga keberkahan bagimu).’”

Namun ada beberapa catatan yang harus difahami sebagai orang tua saat mendapati anak yang sedang bersin.

1. Jika anak sudah bisa diajari untuk mengucap hamdalah ketika bersin, maka ajarilah.

Misalnya, untuk anak yang sudah lancar berbicara, kurang lebih usia 3 tahun.

Salah satu metode mendidik anak adalah membiasakannya melakukan syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, bila anak sudah diajari namun dia lupa mengucap hamdalah ketika bersin, ingatkan dia.

Insyaallah, lambat laun anak akan terbiasa untuk mengucap hamdalah ketika bersin, seperti dikutip dari wanitasalihah.com.

2. Perlu diingat bahwa sebelum usia baligh, seorang muslim tidak dibebani syariat (mukallaf).

Oleh karena itu, orang tua maupun para pendidik hendaklah jangan menghukum anak karena mereka lupa satu atau dua hal yang sudah pernah diajarkan kepadanya.

3. Jika anak masih belum bisa mengucap hamdalah ketika bersin, karena memang usianya masih kecil.

Misalnya, untuk anak yang masih bayi atau usia batita. Maka bila dia bersin hendaklah kita yang mendengar suara bersin tersebut mendoakan si anak.

Salah satu bentuk doa yang diajarkan oleh para salaf adalah ucapan, “Burika fik. (semoga keberkahan tercurah kepadamu).” Jadi, bukan mewakilinya mengucapkan “alhamdulillah”.

Contohnya, jika anak bayi bersin, maka kita ucapkan kepadanya, “Burika fik.”

4. Ucapan Malik (“jika Anda melihat orang di dekatnya ber-tasymit, maka hendaknya Anda pun ber-tasymit”).

Maksudnya, jika kita duduk berjauhan dari orang yang bersin itu, kita lihat saja orang yang berada di dekatnya, karena dia yang lebih bisa mendengar apakah orang yang bersin di dekatnya mengucapkan hamdalah atau tidak.

Jika dia mengucap tasymit, berarti kita pun mengucap tasymit.

Intinya: Jika anak masih balita dan belum bisa membaca alhamdulillah, maka orang tua mendoakan anak dengan “Burika fik.” Namun jika anak sudah bisa bicara, maka orang tua wajib mengajarkan anak membaca "alhamdulillah".

Demikian, Wallahu a’lam.
Top