Takut Kehilangan Pelanggan, Grab Batal Naikkan Tarif, Nasib Drivernya Jadi Taruhan

Komentar
4 Hal Buruk yang Bisa Terjadi Karena Tarif Murah Ojek Online

Hingga saat ini masih jadi permasalahan pelik, di satu sisi menguntungkan konsumen, namun disisi lain penghasilan para pengemudinya tipis

Jika tarif ojek online tetap murah seperti Grab saat ini, 4 hal buruk ini sangat bisa terjadi...


Image from tribunnews.com

Para pengemudi menuntut kepada Grab Indonesia agar menaikan tarif yang saat ini sebesar Rp 1.600 menjadi Rp 3.000.

Namun, Grab Indonesia bertahan tidak akan menaikan tarif jarak pendek karena dikhawatirkan akan membuat pelanggan pindah menggunakan aplikasi lain.

Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata menyebutkan jika penumpang kabur maka pendapatan para pengemudi akan berkurang.

Baca juga : Efek Ngeri Hoax, Penumpang ini Melompat dari Pesawat Setelah Diancam Bom

"Dampaknya nanti tidak ada yang ambil ordernya, tarif minimum yang kita buat tidak lihat ke permintaan itu tapi ke mitra kita karena untuk meningkatkan kesejahteraan para driver," ungkap Ridzki saat ditemui di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Selasa, lansir tribunnews.com.

Menurut Ridzki mayoritas pengemudi pun setuju jika tarif tidak dinaikan hingga Rp 3.000 agar penumpang tetap menggunakan jasa Grab Bike.

"Apa yang diutarakan mereka tidak relavan dengan kejadian, sehari-hari mereka tidak senang kalau dinaikan," ungkap Ridzki.

Seorang pengemudi Grab Bike bernama Rachmat Hidayat menceritakan biasanya saat Grab menaikan tarif biasanya pendapatan mereka malah berkurang karena penumpang pilih aplikasi lain dan harus menerima keluhan dari penumpang.

"Kalau harga dinaikan orderan sepi, malah gak suka kita, belum lagi penumpang mengeluh argonya naik terlalu tinggi," ujar Rachmat Hidayat saat ditemui di kesempatan yang sama.

Hal senada juga diakui mitra pengemudi asal Solo, Suyanto (37) yang telah bergabung menjadi mitra pengemudi sejak 2015. Ia mengkhawatirkan jika tarif yang berlaku meningkat secara drastis akan membuat para mitra sepi penumpang.

Menurutnya, dengan tarif yang berlaku saat ini dianggap sudah sesuai sehingga perharinya Ia bisa mengantongi pendapatan di kisaran Rp 400.000 hingga Rp 500.000.


“Saat ini masih ramai sehari bisa melayani 38 trip (perjalanan). Sebelum ini pendapatan perhari Rp 200.000 sampai Rp 300.000 saja, kalau ada kenaikan tarif per km saya mah senang-senang saja. Tapi kalau penumpang jadi sepi ya saya nggak mau,” katanya yang juga hadir dalam penyampaian pernyataan resmi dari Grab.

Pihak Grab juga menambahkan jika perusahaan terus berupaya untuk melakukan kombinasi antara penyesuaian tarif dengan peningkatan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi.

“Melalui peningkatan layanan GrabBike, GrabExpress dan GrabFood seperti tampilan dan fitur chat yang lengkap, pilihan-pilihan lokasi penjemputan terbukti berdampak pada meningkatnya pendapatan mitra GrabBike sebesar 12% per bulan dalam 3 bulan terakhir,” pungkas Ridzki.

Nah terlepas dari perhitungan bisnis perusahaan Ojek Online ini.

Kemungkinan besar 4 hal ini akan sangat bisa terjadi

1. Pertarungan tarif murah antar perusahaan ojek online
Akibatnya jika terlalu memanjakan konsumen bukan tidak mungkin perusahaan startup seperti Grab, Uber, Gojek dan lainnya ada yang mati karena kehabisan dana promosi.

2. Angkutan umum dan ojek offline bakal benar-benar tidak laku, karena tarif beda jauh.
Karena menjamurnya para driver mitra ojek online ini, maka dengan mudah menemukan ojek di berbagai tempat dan tarifnya pun murah.

3. Driver mitra banyak yang keluar
Bila tarif terlalu rendah, bisa jadi para driver mitra perusahaan ojek online ini akan hengkang, karena tidak bisa menutupi biaya hidup.

Faktanya banyak dari mereka yang nekat mengambil kredit motor dengan cicilan perbulan, karena perusahaan ojek online mematok kendaraan yang masih sehat dan tahun tertentu.

4. Buruknya, bisa jadi persaingan ojek online dan offline jadi kerusuhan lagi.
Dan hal ini bukan rahasia lagi.

Nah, semua itu  sebenarnya kembali kepada kita semua sebagai konsumen. Mau tarif murah aja? Itu tadi efeknya.
Top