3 Hal Penting ini Harus Normal Saat Kehamilan 4 Bulan, Bila Ingin Bayi Lahir Sehat

Komentar

Kehailan via hellosehat.com

Apa saja yang terjadi pada kehamilan 4 bulan? Biasanya pada kehamilan 4 bulan kita sudah bisa mengetahui jenis kelamin calon bayi, selain itu ada beberapa hal lain yang perlu Anda ketahui.

Pastikan Anda mengonsumsi makanan sehat yang mencukupi kebutuhan zat peotein ketika memasuki kehamilan 4 bulan. Normalnya, selama hamil ibu akan mengalami kenaikan berat badan sekitar 9-12 kg. Peningkatan berat badan akan mulai terlihat sejak kehamilan usia 4 bulan.

Baca Juga : Wow! Ternyata Ini Penyebab Keputihan Saat Hamil

Di minggu pertama kehamilan 4 bulan Anda sudah bisa mengetahui jenis kelamin calon buah hati Anda. Fakta dan ciri-ciri ibu hamil 4 bulan biasanya akan merasakan gerakan janin, nafsu makan bertambah, gairah seks muncul kembali, gangguan sesak nefas. Yuk kenali apa saja hal yang akan Anda rasakan ketika memasuki kehamil 4 bulan dibawah ini.

10 Hal yang Perlu Anda Ketahui pada Kehamilan 4 Bulan

1. Perkembangan janin

Di minggu pertama kehamilan 4 bulan, bayi Anda akan berukuran 13 cm dengan berat sekitar 140 gram. Di bulan ini bayi akan berkembang pesat, hingga pada akhir minggu  bulan keempat kehamilan, bayi akan berukuran sekitar 26 cm dengan berat sekitar 300 gram.

2. Bentuk wajah dan jenis kelamin bayi sudah dapat dikenali

Organ-organ detail janin termasuk bentuk wajah, jari-jari dan alat kelamin sudah semakin jelas terbentuk di usia kehamilan 4 bulan. Janin sudah mulai memiliki sidik jari, alis, dan bulu mata. Bentuk tubuhnya pun semakin proporsional di bulan keempat kehamilan ini.

3. Ibu hamil mulai dapat merasakan gerakan bayi

Pada usia kehamilan 4 bulan, ibu hamil sudah mulai dapat merasakan bayinya bergerak. Janin sudah mulai dapat mengepalkan tangan, membuka dan menutup mulut, dan bahkan melakukan gerakan mengisap jempol.

4. Mulai terbentuk garis kehitaman pada perut ibu hamil

Perut ibu hamil akan semakin membesar di usia kehamilan 4 bulan. Akibatnya, kulit perut akan semakin meregang, dan dapat timbul garis kehitaman di perut bawah Anda. Garis ini akan semakin jelas terlihat seiring dengan membesarnya perut.

Baca Juga : Penting! Ini Beberapa Larangan Ibu Hamil Menurut Islam


Kehamilan 4 bulan via solusisehatku.com

5. Saatnya beralih ke flat shoes

Bagi Anda yang sering memakai high heels, kini saatnya untuk beralih ke flat shoes atau sandal yang datar. Ukuran perut yang semakin membesar akan membuat Anda cepat lelah saat memakai high heels. Anda juga akan semakin sulit menjaga keseimbangan tubuh saat memakai high heels.

6. Posisi tidur yang nyaman

Salah satu keluhan yang sering dialami ibu hamil 4 bulan adalah sulitnya tidur di malam hari. Karena perut semakin membesar, posisi tidur tengkurap menjadi tidak nyaman, sedangkan posisi terlentang dapat mengganggu tekanan darah dan pernafasan.

Posisi tidur yang baik untuk usia kehamilan 4 bulan adalah dengan berbaring miring ke kiri. Selain lebih nyaman, posisi miring ke kiri membuat peredaran darah ke janin semakin lancar.

7. Konsumsi makanan sehat dengan kadar zat besi tinggi

Usia kehamilan 4 bulan merupakan tahap yang penting bagi pertumbuhan sel darah merah janin. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika ibu hamil memperbanyak konsumsi makanan sehat yang banyak mengandung zat besi, misalnya sayur bayam, ikan, daging unggas, dan daging merah tanpa lemak.

8. Saatnya memulai kelas senam untuk ibu hamil

Pada usia kehamilan 4 bulan, ibu hamil sering mengeluhkan kelelahan dan sakit kepala. Atasi dengan tetap aktif berolahraga. Pertimbangkan untuk mengikuti kelas senam atau yoga khusus untuk ibu hamil untuk menjaga kondisi tubuh.

9. Cukupi asupan kalsium setiap hari

Pastikan asupan kalsium Anda cukup tidak hanya untuk tubuh Anda, tetapi untuk menunjang pertumbuhan janin. Perbanyak konsumsi susu atau makanan yang terbuat dari olahan susu seperti keju dan yogurt.

10. Yang perlu diperhatikan saat periksa kehamilan

Saat memeriksakan kehamilan 4 bulan, dokter atau bidan akan memeriksa (1).tekanan darah, (2).berat ibu hamil, (3).berat dan ukuran bayi, serta deteksi adanya kelainan pada bayi.

3 Hal Penting yang Harus Anda Perhatikan:
1. Pemeriksaan Darah
Pemeriksaan darah bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan ibu hamil secara umum. Caranya adalah dengan pemeriksaan AFP (alpha fetoprotein) pada usia kehamilan antara 15 - 20 minggu. Kadar AFP dipantau untuk memastikan apakah saluran saraf tulang belakang janin mengalami gangguan atau tidak.

2. Berat Badan Ibu Hamil
Berat badan ibu hamil dipantau untuk mengetahui apakah pertambahan berat badannya tergolong normal atau tidak. Pertambahan berat badan yang tak normal bisa dipengaruhi oleh perkembangan janin yang terhambat atau gangguan lain.

3. Berat dan Ukuran Bayi
Pada masa hamil 4 bulan, janin Anda akan berukuran kurang lebih 13 cm dengan berat sekitar 140 gram. Tempurung kepalanya yang tersusun dari tulang rawan mulai mengeras. Saraf tulang belakangnya mulai diselubungi oleh lapisan pelindung bernama mielin.

Sementara, kelenjar keringat juga mulai berkembang di seluruh tubuhnya. Tali pusat yang menjadi saluran sumber makanan juga akan makin menguat dan mengembang.

Selain kondisi umum seperti tekanan darah, suhu tubuh, dan berat badan ibu/janin, ada juga pemantauan penyakit. Jika terdapat riwayat penyakit keturunan, pada masa hamil 4 bulan, Anda dapat mengambil pemeriksaan khusus untuk mendeteksi kelainan pada janin.

Jika Anda memiliki kondisi alergi, kemungkinan pada masa kehamilan ini kondisi tersebut akan makin terasa. Meski tergolong normal, Anda dapat memeriksakan diri ke dokter jika alergi dirasa terlalu mengganggu. Dokter akan memastikan obat-obatan yang Anda konsumsi aman untuk janin.

Penyebab Cacat Janin:

  1. Pengaruh Asap Rokok
  2. Asap rokok, ternyata sangat berpengaruh terhadap janin di dalam kandungan. Hal ini dikarenakan, rokok mengandung zat berbahaya seperti tar dan nikotin yang dapat mengakibatkan perkembangan janin terhambat, IQ janin rendah, berat badan tidak normal, dan perilaku yang tidak baik.
  3. Alkohol
  4. Apapun jenis minuman yang mengandung alkohol, akan sangat berbagahaya bagi ibu hamil. hal ini sangat berisiko menyebabkan bayi cacat dan kerusakan otak, dan perkembangan janin bisa terganggu sehingga tidak berkembang dengan optimal.
  5. Kekurangan Asam Folat
  6. Salah satu nutrisi yang berperan penting pada perkembangan janin yaitu asam folat. Kekurangan asam folat, akan menyebabkan janin lahir prematur hingga bayi lahir cacat dalam kandungan. Hal ini disebabkan, asam folat memiliki fungsi untuk membantu dalam menutup tabung saraf dan juga susmsum tulang belakang. Asam folat bisa diperoleh dari kacang-kacangan, apukat, brokoli serta buah-buahan.
  7. Mengonsumsi Junk Food atau Makanan Cepat Saji
  8. Bagi ibu hamil yang terbiasa mengonsumsi junk food, lebih baik Anda hentikan. Sebab, dalam makanan cepat saji terdapat kandungan lemak yang tinggi, dan cara memasak serta tingkat higienitas dari makanan cepat saji tidak terjaga sehingga dapat membahayakan kesehatan maupun perkembangan janin.
  9. Faktor Genetik
  10. Faktor yang satu ini berasal dari keturunan yang bisa menyebabkan cacat lahir. Kondisi seperti ini terjadi saat masa proses pembuahan. Kelainan ini, dapat muncul dari pengaruh genetik langsung dari orang tua.
  11. Kelainan Kromosom
  12. Proses pembuahan ketika sel sperma dan sel telur terjadi, memberikan peran yang sangat penting untuk genetika dari bayi yang akan lahir. Salah satu pengaruh besar dalam proses ini adalah kelainan kromosom yang dapat terjadi, karena salah satu atau bagian kromosom yang terlalu parah. Sehingga zigot yang didapatkan dari hasil pembuahan, tidak bisa menjadi embrio yang dapat menyebabkan bayi terlahir cacat.

Cara Pencegahan agar terhindar dari bayi cacat dalam kandungan:

  1. Rutin Melakukan Melakukan Pemeriksaan
  2. Bayi cacat dalam kandungan dapat dihindari dengan merencanakan kehamilan Ibu, dan sebaiknya Ibu rutin melakukan pemeriksaan ke dokter untuk menjaga kesehatan janin. Hal itu bertujuan untuk, mendeteksi kemungkinan terjadinya kelainan di masa kehamilan, sehingga dapat dicegah sejak dini. Oleh sebab itu, pemeriksaan kehamilan yang dilakukan secara teratur dapat menurunkan angka kelahiran bayi cacat dan menurunkan angka kematian sang ibu ataupun janin.
  3. Vaksinasi
  4. Beberapa vaksinasi yang aman akan direkomendasikan pada masa kehamilan. Dengan melakukan vaksinasi, dapat melindungi ibu dari infeksi yang menyebabkan kelahiran cacat. Bayi yang lahir pun dalam keadaan sehat nantinya.
  5. Lindungi Diri Dari Infeksi
  6. Infeksi pada masa kehamilan, dapat membahayakan janin dan mengakibatkan bayi terlahir cacat. Cara mencegahnya, dapat dilakukan dengan dengan mencuci tangan menggunakan sabun dengan teratur, jaga kebersihan tubuh secara menyeluruh serta masaklah daging sampai matang.
Bagi ibu hamil yang memiliki alergi, umumnya alergi ini akan meningkat saat hamil. Konsultasikan keluhan Anda kepada dokter atau bidan untuk penanganan yang tepat.


Saat kehamilan via hellosehat.com

Baca Juga : Bagaimana Cara Hamil Cepat Setelah Menikah? Berikut Tipsnya

Menjaga kondisi tubuh dan asupan gizi makanan sangatlah penting pada usia kehamilan 4 bulan. Memasuki bulan ke-5, rahim dan perut akan semakin membesar dan pertumbuhan janin pun semakin menakjubkan. Semoga informasi ini bisa menambah pengetahuan serta bermanfaat bagi Anda.
Top