Hukum Serta Syarat Nikah Siri Bagi Wanita dan Pria Beristri

Komentar

Nikah siri via carapdkt.net

Inilah hukum dan syarat nikah siri dalam islam. Sekarang banyak orang yang melakukan nikah siri, namun apakah kita tahu hukum nikah siri dalam islam sendiri? Mari kita bahas bersama.

Sebenarnya banyak orang yang berpendapat bahwa secara agama ataupun nikah siri diperbolehkan dan ada juga yang berpendapat bahwa nikah siri dilarang, untuk itu kita harus menhetahui terlebih dahulu hukum dan syarat nikah siri sesuai syariat islam. Untuk lebih lengkapnya bari kita baca bersama.

Jika anda ingin menjalani pernikahan sesuai Syariat Islam karena terkendala untuk menikah resmi di Kantor Urusan Agama Anda bisa melakukan nikah siri terlebih dahulu. Syarat nikah siri menurut Islam sudah diatur dalam agama, meski keberadaannya sebetulnya tidak diakui oleh negara. Untuk lebih lengkapnya simak pengertian, hukum dan syarat nikah siri di bawah ini.

Pengertian dan Hukum Nikah Siri Menurut Islam

Nikah siri atau yang diartikan sebagai pernikahan secara rahasia sebenarnya dilarang oleh islam karena islam melarang seorang wanita untuk menikah tanpa sepengetahuan walinya. Hal ini didasarkan pada hadist nabi yang disampaikan oleh Abu Musa ra; bahwasanya Rasulullah saw bersabda;

لا نكاح إلا بولي

“Tidak sah suatu pernikahan tanpa seorang wali.”

Hadist tersebut diperkuat dengan hadist yang diriwayatkan oleh Aisyah ra, bahwasanya Rasulullah saw pernah bersabda:

أيما امرأة نكحت بغير إذن وليها فنكاحها باطل, فنكاحها باطل , فنكاحها باطل

“Wanita mana pun yang menikah tanpa mendapat izin walinya, maka pernikahannya batil; pernikahannya batil; pernikahannya batil”.

Abu Hurayrah ra juga meriwayatkan sebuah hadits, bahwasanya Rasulullah saw bersabda:

لا تزوج المرأة المرأة لا تزوج نفسها فإن الزانية هي التي تزوج نفسها

”Seorang wanita tidak boleh menikahkan wanita lainnya. Seorang wanita juga tidak berhak menikahkan dirinya sendiri. Sebab, sesungguhnya wanita pezina itu adalah (seorang wanita) yang menikahkan dirinya sendiri”.

Berdasarkan hadits-hadits di atas maka dapat disimpulkan bahwa pernikahan tanpa wali adalah pernikahan yang bersifat batil. Pernikahan siri termasuk perbuatan maksiyat kepada Allah swt, dan berhak mendapatkan sanksi di dunia. Hanya saja, belum ada ketentuan syariat yang jelas tentang bentuk dan kadar sanksi bagi orang-orang yang terlibat dalam pernikahan tanpa wali.

Oleh karena itu, kasus pernikahan tanpa wali dan pelakunya boleh dihukum. Seorang hakim boleh menetapkan sanksi penjara, pengasingan, dan lain sebagainya kepada pelaku pernikahan tanpa wali.

Sedangkan apabila yang dimaksud dengan nikah siri adalah nikah yang tidak bersifat rahasia tetapi tidak dicatatkan pada lembaga pencatatan sipil hukumnya sah dalam islam. Hukum pernikahan sejenis ini sifatnya mubah dan pelaku tidak wajib dijatuhi hukuman ataupun sanksi.

Pernikahan yang memenuhi rukun seperti adanya wali, dua orang saksi dan ijab kabuil dan memnuhi syarat-syarat akad nikah adalah sah secara agama islam dan bukan merupakan perbuatan maksiyat.


Hukum nikah siri via wajibbaca.com

Syarat Nikah Siri Bagi Wanita dan Pria Beristri

Syarat Nikah Siri Bagi Pria:

1. Bagi pria beristri, tidak boleh saat sudah memiliki empat orang istri
2. Beragama Islam
3. Jelas prianya (bukan banci, bencong, dan sejenisnya)
4. Tidak dalam keadaan dipaksa
5. Calon istrinya bukan mahram
6. Tidak punya istri yang haram dimadu dengan bakal istri
7. Mengetahui kondisi calon istri tidak haram dinikahi
8. Tidak sedang umrah atau dalam ihram

Syarat Nikah Siri Bagi wanita:

1. Agamanya Islam
2. Jelas kewanitaannya (bukan transgender)
3. Mendapatkan izin dan restu dari wali
4. Tidak bersuami, kalau bersuami nikah siri tidak boleh
5. Bukan muhrim calon suami
6. Tidak dalam masa iddah
7. Belum pernah di-li’an (sumpah li’an) oleh calon suami
8. Tidak sedang umrah atau ihram haji

Kesimpulan umum:

Bagi pria beristri, hanya boleh menikahi siri perempuan jika istrinya belum mencapai 4 orang. Ini sesuai dengan ketentuan fikih (hukum Islam) yang disepakati jumhur ulama.

Bagi wanita, harus single, lajang atau janda. Kalau masih punya suami sah, tidak boleh menikah siri. Pada dasarnya, cara melakukan nikah siri dengan nikah di KUA sama saja. Hanya, nikah siri melandaskan pada syarat-syarat agama Islam saja dan tidak dicatat KUA sebagai lembaga resmi negara.

Namun, redaksi Islamcendekia.com menyarankan, nikah resmi melalui KUA akan jauh lebih maslahat, karena calon istri akan mendapatkan perlindungan secara hukum. Banyak penelitian membuktikan, nikah siri yang tidak terikat hukum negara sebagian besar merugikan pihak perempuan. Sebab, dia tidak mendapatkan jaminan hukum atas pernikahannya tersebut.

Akibatnya, jika terjadi percekcokan rumah tangga dan suami mentalak atau menceraikannya sesuai ajaran Islam, maka si wanita bukan lagi menjadi istrinya. Dan, si perempuan tidak berhak mendapatkan hak-haknya.


Nikah via solosouvenir.co.id

Sekarang kita sudah tahu bagaimana hukum nikah siri menurut islam dan syarat nikah siri sesuai syariat islam. Semoga informasi yang kami berikan ini bisa bermanfaat bagi Anda yang sudah membacanya.
Top