Semua Hal yang Harus Anda Ketahui Tentang Penyakit Cacar Air

Komentar

penyakit cacar via hellosehat.com

Karena hampir semua orang mengalami penyakit ini

Seringkali ketika sedang mengalami penyakit cacar air, seseorang akan kesulitan untuk melakukan rutinitas hari-harinya seperti biasa karena kondisi kesehatan yang menurun. Bahkan makan pun jadi tidak selera. Lantas, bagaimanakah cara mengobati penyakit cacar air ini agar dapat meringankan gejala-gejalalnya dan mempercepat kesembuhannya?


Definisi Cacar Air

Apa itu cacar air?

Cacar air adalah  adalah infeksi virus pada kulit dan membran mukosa, yang menyebabkan lenting pada seluruh tubuh dan wajah.

Penyakit cacar air, atau biasa disebut chickenpox (varisela)ini , dapat menular ke orang yang belum pernah menderita penyakit cacar air atau belum pernah menerima vaksin cacar air.

Penyebabnya yaitu virus herpes yang disebut dengan virus varicella-zoster. Virus ini menyebabkan penyakit cacar air pada anak-anak dan shingles (herpes zoster) saat dewasa. Shingles lebih terasa nyeri dan dapat mengakibatkan komplikasi yang berat.

Seberapa umumkah cacar air?

Penyakit cacar air adalah penyakit menular yang sering terjadi. Penyakit ini dapat terjadi pada semua usia. Namun sebagian besar terjadi pada anak-anak di bawah 15 tahun.

Orang dengan sistem imun yang lemah lebih berisiko seperti bayi, ibu hamil, dan lansia. Vaksin dapat mencegah penyakit cacar air atau membuat penyakit ini menjadi lebih ringan. Sebagian besar kasus yang parah terjadi pada orang dewasa.

Gejala Cacar Air

Ada beberapa gejala penyakit cacar air. Gejala utama yang dapat Anda kenali adalah demam yang diikuti dengan munculnya ruam merah.

Ruam merah ini akan berubah menjadi bintil berisi cairan dengan bentuk dan tekstur yang mudah dikenali. Kondisi tersebut biasanya juga disertai dengan gejala lainnya –seperti nyeri otot dan sakit kepala.

Setelah ruam merah muncul, Anda akan merasa gatal. Ketahuilah bahwa tidak semua penderita penyakit cacar air mengalami gejala ruam yang sama.

Ada yang mengalaminya di sekujur tubuh (hingga area mulut, telinga, dan bokong). Namun ada juga yang hanya pada bagian tubuh tertentu saja –seperti kulit kepala, wajah, lengan, dan kaki.

Berikut ini adalah tahapan perubahan ruam merah:

  • Ruam berubah menjadi bintil dan terasa gatal
  • Bintil biasanya berisi cairan, berdinding tipis, dan rentan pecah
  • Setelah beberapa hari, bintil akan mengering dan mengelupas dengan sendirinya

Bintil biasanya tidak muncul secara bersamaan. Begitu juga saat mengering dan mengelupas. Bisa saja ada bintil yang mengering dan mengelupas tetapi di bagian lain masih ada yang belum kering.

Biarkan bintil pecah sendiri. Jika Anda pecahkan, maka risiko infeksi sekunder menjadi lebih besar.

Rasa gatal yang timbul dari bintil penyakit cacar air seringkali membuat penderitanya tak tahan. Tapi Anda harus bisa menahan diri untuk tidak menggaruknya. Sebab garukan pada bintil bisa membuat kulit infeksi atau memicu munculnya luka parut (scar) setelah Anda sembuh.

Untuk penderita usia remaja dan dewasa, biasanya gejala yang muncul lebih parah dibanding pada anak-anak. Orang dewasa yang menderita penyakit cacar air juga memiliki risiko lebih tinggi terkena komplikasi.

Jika Anda berusia di atas 12 tahun, sedang hamil, atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter agar mendapat penanganan tepat dan dapat mencegah terjadinya komplikasi.

Berbahayakah cacar air? Penyakit ini memang sering dianggap tidak membahayakan jiwa. Namun ada sebagian penderita penyakit cacar air mengalami kondisi yang lebih parah.

Pada beberapa kasus, bisa saja terjadi komplikasi seperti kesulitan bernapas, kulit di sekitar bintil terasa merah dan terlihat gejala infeksi. Selain itu juga dapat terjadi gejala dehidrasi seperti mulut kering dan jarang buang air kecil. Jadi jangan pernah meremehkannya.

Pengobatan Cacar Air

Apa obat cacar air yang biasa digunakan?

Anak yang sehat tidak membutuhkan obat khusus karena penyakit cacar air dapat sembuh sendiri. Obat non-aspirin seperti acetaminofen sering digunakan dalam penyakit cacar air untuk menurunkan demam. Jangan berikan aspirin pada anak.

Antihistamin, lotion calamine, dan mandi oatmeal dapat mengurangi rasa gatal. Minum banyak cairan dan istirahat, sangat dianjurkan. Untuk mencegah penyebaran penyakit cacar air, jauhkan anak-anak dari orang lain hingga bentol mengering.

Orang dengan risiko tinggi infeksi dan orang dengan sistem imun yang terganggu (misalnya orang yang baru menjalani transplantasi tulang belakang, atau penderita leukemia) dapat minum obat antivirus untuk mencegah komplikasi.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk cacar air?

Bintik-bintik akibat penyakit cacar air berbeda dari jenis ruam yang lain, sehingga diagnosis mudah ditentukan. Dokter akan melakukan pengecekan riwayat medis dan melihat ruam untuk membuat diagnosis.

Pengobatan di rumah

Apa saja pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit cacar air?
Berikut adalah pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi penyakit cacar air:
  • Hubungi dokter Anda jika Anda sedang hamil dan Anda terpapar dengan penderita penyakit cacar air
  • Bersihkan tangan Anda secara teratur dan cucilah sprei serta pakaian yang baru dipakai dengan air sabun yang panas
  • Jaga agar kuku Anda tetap pendek agar Anda tidak menggaruk untuk mencegah infeksi
  • Beristirahat, namun tetap bisa beraktivitas ringan
  • Gunakan obat non-aspirin untuk mengobati demam
  • Beritahu staf sekolah dan orangtua teman yang mungkin juga terpapar
  • Konsumsi obat antihistamin dan gunakan spon khusus saat mandi untuk mengurangi rasa gatal
  • Hubungi dokter Anda jika demam lebih dari 38°C atau jika Anda merasa lemas, sakit kepala, atau sensitif terhadap cahaya
  • Hubungi dokter Anda jika Anda mengalami muntah-muntah, sulit tidur, rewel, serta penurunan kesadaran
  • Vaksin cacar air juga tersedia untuk orang yang belum pernah menderita penyakit cacar air

Langkah Pencegahan Cacar Air

Penyakit cacar air dapat dicegah dengan proses vaksinasi. Ini merupakan langkah paling efektif untuk mencegah penyakit cacar air dan komplikasinya. Di Indonesia sendiri, penyakit cacar air tidak termasuk dalam daftar imunisasi wajib untuk anak, tapi tetap dianjurkan.

Penularan penyakit cacar air umumnya sangat mudah dan cepat terjadi. Langkah pencegahan penyakit cacar air terhadap penyebaran pertama yang bisa dilakukan adalah dengan mengisolasi penderita penyakit cacar air dari tempat-tempat umum, seperti sekolah atau kantor.

Terutama 1-2 hari sebelum kemunculan ruam hingga 1 minggu ke depan setelah awal munculnya ruam (ketika bintil-bintil telah mengering dan menjadi koreng).

Harap diingat bahwa ada sebagian pengidap yang mengalami penyakit cacar air yang lebih parah.

Segera hubungi dokter jika ada gejala tidak biasa seperti sakit dada, kesulitan bernapas, kulit di sekitar bintil menjadi merah dan terasa perih akibat terinfeksi, serta gejala-gejala dehidrasi berupa mulut yang kering dan jarang buang air kecil.
Top