Tips Penting Menjaga Kesehatan Reproduksi Bagi Pria Maupun Wanita

Komentar

kesehatan reproduksi via lintaspapua.com

Kesehatan reproduksi adalah segala sesuatu yang menyangkut kesehatan seksual dan pendidikan seksual yang bertujuan untuk mencegah, menjaga, dan mengembalikan fungsi organ seksual dari gangguan.

Masa Remaja diwarnai oleh pertumbuhan, perubahan, munculnya berbagai kesempatan, dan seringkali menghadapi risiko-risiko kesehatan reproduksi.

Problem kesehatan reproduksi remaja. Terdapat indikasi pada remaja baik di perkotaan maupun perdesaan yang menunjukkan meningkatnya perilaku seks pra-nikah.


Permasalahan remaja yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi, sering kali berakar dari kurangnya informasi, pemahaman dan kesadaran untuk mencapai keadaan sehat secara reproduksi.

Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita

ilustrasi kesehatan reproduksi wanita elnuevodiario.com.ni

Menjaga kesehatan reproduksi tubuh wanita sendiri berarti juga menjaga kesehatan calon bayi dan pasangan. Hal ini dapat dimulai dari pilihan-pilihan sederhana sehari-hari.

1. Alat kontrasepsi

Kesehatan reproduksi wanita dimulai dengan kemampuan untuk melindungi diri sendiri dari penyakit menular seksual, penggunaan alat kontrasepsi seperti kondom dapat membantu mengurangi risiko terkena penyakit menular seksual, seperti gonore dan klamidia, yang menjadi salah satu penyebab utama infertilitas pada wanita, . Alat kontrasepsi dapat membantu mengurangi risiko kehamilan yang tidak direncanakan. Terdapat berbagai pilihan kontrasepsi mulai dari kontrasepsi hormonal, intrauterine, penghalang, hingga sterilisasi. Di samping itu, penting untuk tidak berganti-ganti pasangan dalam berhubungan seksual.

2. Merencanakan kehamilan

Kehamilan yang direncanakan akan  membantu ibu untuk mempersiapkan berbagai aspek fisik maupun mental  sehingga calon bayi dapat memiliki tumbuh kembang yang lebih sehat serta  mengurangi risiko gangguan kesehatan.

3. Pemeriksaan kesehatan selama hamil dan persalinan

Saat seorang wanita hamil, ia berhak dan wajib mendapat pemeriksaan kehamilan dan pelayanan kesehatan agar bayi serta ibunya sehat dan selamat.

4. Menjaga berat badan agar tetap ideal

Tidak banyak orang menyadari bahwa kelebihan berat badan dapat memengaruhi ovulasi dan produksi hormon. Selain itu, berat badan berlebih dapat meningkatkan kelembapan pada organ intim, yang mempermudah pertumbuhan bakteri dan jamur, Oleh karenanya, menjaga berat badan  adalah salah satu cara paling sederhana dalam menjaga kesehatan reproduksi wanita.

5. Konsumsi makanan sehat

Jadikan makanan sehat sebagai bagian dari keseharian. Pastikan Anda mengonsumsi cukup aneka sayuran, buah, gandum atau biji-bijian utuh, protein, serta lemak sehat, seimbangkan kebutuhan karbohidrat, protein dan lemak, agar nutrisi yang dikonsumsi lengkap serta seimbang sesuai dengan kebutuhan tubuh.

6. Periksakan kesehatan secara teratur

Memeriksakan kesehatan teratur dapat membuat penyakit serius lebih cepat terdeteksi dan tertangani. Waspadai gejala-gejala yang tidak biasa seperti ruam, benjolan, hingga rasa sakit yang tidak normal. Konsultasikan dan ketahui kondisi kesehatan organ reproduksi Anda secara berkala, dengan memeriksakan diri pada dokter ahli kebidanan dan kandungan, dokter mungkin dapat melakukan beberapa jenis pemeriksaan yang dinilai perlu, mulai dari identitas, riwayat keluhan Anda, riwayat penyakit terdahulu, riwayat penyakit keluarga, yang kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang lainnya seperti pemeriksaan TORCH (toxoplasma, rubella, cytomegalovirus dan herpes), USG dan papsmear.

7. Istirahat cukup

Sering bekerja di malam hari dapat memengaruhi produksi hormon. Jika Anda memang harus bekerja di waktu malam atau dengan waktu yang tidak teratur, cobalah untuk mencukupi waktu istirahat Anda di saat tidak bekerja.

8. Mengelola stres

Kelola stres dengan cara-cara sederhana seperti teknik relaksasi dan olahraga. Jika memang dibutuhkan, tidak perlu malu untuk meminta bantuan konseling profesional.

9. Kebiasaan tertentu

Mengubah kebiasaan tertentu sehari-hari seperti di bawah ini ternyata dapat berpengaruh besar terhadap kesehatan reproduksi wanita.

  • Berhenti merokok. Aktivitas merokok dapat mengurangi jumlah sel telur dan mengganggu kesehatan rahim.
  • Mengonsumsi minuman beralkohol juga dapat meningkatkan risiko gangguan ovulasi.
  • Batasi konsumsi kafein.
  • Hindari penggunaan obat-obatan di luar dari anjuran dokter.
  • Lindungi diri dari paparan bahan kimia tertentu yang berlebihan, seperti pestisida.
  • Hindari kebiasaan menggunakan sabun khusus kewanitaan yang mengandung banyak bahan kimia seperti pewangi dan antiseptik, karena dapat membunuh bakteri flora normal di vagina.
  • Terapkan perubahan sederhana untuk menjaga kebersihan organ kewanitaan. Misalnya dengan membasuh dari depan ke belakang, dan bukan sebaliknya, setelah buang air besar.

Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi Pria

ilustrasi kesehatan reproduksi pria via nakita.grid.id


Sebagian besar orang mengira bahwa gangguan untuk memiliki keturunan hanya disebabkan dari pihak wanita. Padahal masalah ini 20-30 persen dapat disebabkan oleh pria. Oleh karenanya, menjaga kesehatan reproduksi pria juga perlu dilakukan dengan cermat.

1. Berhenti Mengonsumsi Minuman Keras Berlebihan dan Merokok

Sperma normal dalam jumlah banyak adalah kunci peluang kesuburan yang lebih tinggi. Tetapi pria yang suka mengonsumsi minuman keras secara berlebihan dan/atau berisiko menurunkan kualitas ataupun merusak sperma.

2. Menjaga Berat Badan

Peluang untuk memiliki keturunan dapat berkurang jika seorang laki-laki mengalami obesitas. Untuk mengetahui apakah berat badan Anda sudah normal, periksakan diri ke dokter atau hitung dengan kalkulator indeks massa tubuh.

3. Jaga agar Testis Anda Tetap pada Suhu yang Sejuk

Jumlah sperma ditentukan juga oleh suhu testis. Untuk memperbesar peluang mendapat keturunan, testikel harus berada dalam suhu –1-2 derajat lebih rendah daripada suhu keseluruhan tubuh. atau berada pada suhu sekitar 34,5 derajat celcius. Untuk menurunkan suhu testikel, ada beberapa cara yang dapat dilakukan.
  • Batasi mandi dengan air hangat, apalagi berendam di dalam air hangat.
  • Jika pekerjaan Anda membutuhkan waktu yang panjang untuk duduk diam, ambil jeda sejenak untuk berdiri dan berjalan ke tempat lain.
  • Jika Anda bekerja di area yang bersuhu panas, ambil beberapa waktu secara teratur untuk berada di tempat yang sejuk.
  • Kenakan pakaian dalam yang longgar dan nyaman dibandingkan yang ketat dan berisiko menyebabkan gerah.
  • Jika dilakukan terus menerus, cara-cara di atas dapat membantu menjaga suhu testikel dan mendukung produksi sperma yang baik.

4. Hindari Terpapar Racun dan Pajanan Lingkungan yang Berbahaya

Lindungi juga diri Anda dari racun pestisida, timbal, dan merkuri. Hindari pula paparan zat radioaktif. Hal-hal tersebut berisiko mengurangi tingkat kesuburan

5. Olahraga dan Pola Makan Sehat

Sperma yang berkualitas bisa didapatkan dari mengonsumsi makanan yang sehat dan segar, serta berolahraga secara teratur. Namun hindari melakukan olahraga berlebihan karena tubuh akan mengeluarkan terlalu banyak hormon steroid yang selanjutnya dapat mempengaruhi kesuburan.

Selain itu, pastikan Anda mengonsumsi setidaknya lima porsi sayur dan buah tiap hari, karbohidrat, protein, serta daging rendah lemak.

6. Sunat Lebih Baik

Penis dapat  menjadi sarang bagi bakteri untuk berkembang biak. Penelitian menemukan setidaknya ada 42 jenis bakteri yang terdapat pada kulit penis. Dalam hal ini, sunat menjadi hal yang penting. Penelitian menemukan bahwa sunat dapat mendatangkan banyak manfaat kesehatan, antara lain:
  • Jenis bakteri pada pria yang disunat lebih sedikit dibandingkan yang tidak disunat. Lipatan pada penis yang tidak disunat berisiko menjadi habitat bagi bakteri yang tidak membutuhkan oksigen.
  • Sunat juga dikaitkan dengan lebih rendahnya risiko HIV berdasarkan bebebrapa penelitian. WHO merekomendasikan sunat sebagai upaya pencegahan HIV. Menurut WHO, risiko HIV pada pria yang disunat berkurang hingga 60 persen dibandingkan yang tidak disunat. Diduga salah satu penyebabnya adalah bakteri anaerobik (yang tidak perlu oksigen) menyebabkan tertundanya sistem kekebalan tubuh melawan infeksi HIV.
  • Pria yang disunat lebih tidak berisiko menularkan penyakit menular seksual kepada pasangannya.
  • Organisasi ahli anak dan kandungan ternama juga menyatakan manfaat sunat dalam mencegah kanker penis, HIV, beberapa penyakit menular seksual hingga infeksi saluran kencing.


Dengan menerapkan cara-cara sederhana di atas, kesehatan reproduksi pria dan wanita dapat lebih terjaga dan peluang untuk memiliki keturunan menjadi lebih tinggi. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda. 
Top