Berbagai Macam Cara Dilakukan Namun Belum Juga Dapat Momongan, Mungkin ini yang Terlupakan

Komentar

Gambar anak-anak dolah via siswa master

Bagi anda yang merindukan datangnya buah hati..

Sudah berusaha maksimal agar dikaruniai momongan, namun juga belum berhasil, mungkin satu hal ini yang terlewat oleh anda...

Jangan cuma cari tahu masa subur istri saja, perhatikan masa subur suami juga.

Karena tidak hanya kaum perempuan yang memiliki masa subur, kaum pria pun ternyata memiliki masa subur, namun tentunya kesuburan laki-laki dan perempuan tidaklah sama.

Kesuburan pria adalah ketika sel sperma dalam kondisi terbaik dan dapat membuahi sel telur.

Jika perempuan memiliki siklus kesuburan bulanan, maka masa subur pria adalah di pagi hari.

“Saat itu jumlah sel sperma lebih banyak. Tapi, perhatikan juga pola hidup sehat, tidur teratur, olah raga, tidak merokok dan mengonsumsi narkoba, sampai stres mempengaruhi kesuburan pria,” kata Spesialis Androlog RS Awal Bros Tangerang Dr. Irma Indar R, Sp.Rad seperti dikutip halallifestyle.id.

Baca Juga: Mengapa Rasulullah Menyebut "ipar adalah maut"? Untuk yang Masih Satu Atap Dengan Ipar
Irma melanjutkan, analisa kesuburan pria tidak dapat dilakukan dengan kasat mata.

Prosesnya, sperma yang diambil sebelumnya haruslah ‘puasa’ berhubungan intim selama tiga hari.

Analisa yang baik menghasilkan parameter, meliputi volume, pH, bau, warna, jumlah spermatozoa per milimeter, hingga gerakan dan bentuknya.

“Cairan yang terkumpul diamati dengan mikroskop. Sebagian besar, lebih dari 60 persen harus dalam keadaan aktif dan selalu gerak,” ujarnya.

Apabila hasil analis berada di luar parameter normal tersebut, menurutnya bisa dianggap tidak normal.

Artinya, tingkat kesuburan sperma terganggu, sehingga kemungkinan untuk memiliki keturunan menjadi lebih kecil, bahkan hingga tidak bisa sama sekali.

“Untuk memiliki keturunan, tergantung dari 30 persen perempuan, 35 persen pria dan 30 persen lagi dari keduanya,” kata Irma lagi.

Ditambahkan olehnya, jika ingin memiliki sperma yang berkualitas, perlu kepekaan akan kondisi kesehatan.

Bila perokok aktif, harus diimbangi dengan mengonsumsi anti oksidan seperti buah-buahan atau Vitamin C dan E.

“Meski pria memiliki waktu subur sepanjang waktu, harus bisa memerhatikan kesehatan dengan rajin mengonsumsi buah dan vitamin,” tutup Irma.

Berikut kami sertakan juga doa agar segera dikaruniahi anak.

Kekuatan doa sebanding dengan kekuatan keyakianan.

BACA JUGA: Main Tancap Gas Saat Babak Ke-2 Padahal yang Pertama Belum Mandi? Apa Boleh

Karena itu, sebelum memohon kepada Allah, kuatkan keyakinan Anda tentang kekuasaan Allah terhadap isi doa yang Anda minta.

Seperti dilansir dari konsultasisyariah.com. Ketika Anda hendak memohon keturunan kepada Allah, tanamkan keyakinan secara mendalam bahwa Allah yang mangatur semua keturunan manusia.

لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُورَ (49) أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا وَيَجْعَلُ مَنْ يَشَاءُ عَقِيمًا إِنَّهُ عَلِيمٌ قَدِيرٌ

“Hanya milik Allah kerajaan langit dan bumi. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberi anak perempuan kepada siapa saja yang Dia kehendaki, dan Dia memberi anak laki-laki kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Atau Dia memberi sepasang anak perempuan dan laki-laki. Dia juga yang menjadikan siapa saja yang Dia kehendaki sebagai orang mandul. Sesunguhnya Dia Maha Mengetahui dan Maha Kuasa.” (QS. As-Syura: 49 – 50).

Dengan memahami hal ini, semangat Anda untuk semakin berharap kepada karunia Allah akan menjadi besar.

Anda akan semakin bersandar kepada Sang Kuasa dan tidak bosan mengulang-ulang doa dan permohonan kepada-Nya.

Dengan semangat ini, diharapkan bisa menjadi sebab Allah memperkenankan doanya. Karena sekali lagi, kekuatan doa itu setingkat dengan kekuatan keyakinan dan semangatnya.

Satu teladan yang membuktikan hal ini dan layak untuk kita tiru, ketabahan Nabi Zakariya ‘alaihis salam.

Sampai di usia senja, Allah belum memberikan karunia anak untuk beliau. Namun, beliau tidak pupus harapan, sampaipun dalam kondisi yang membuat orang umumnya putus asa untuk memiliki anak. Dalam Alquran, Allah ceritakan perjuangan doa Nabi Zakariya,

ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهُ زَكَرِيَّا (2) إِذْ نَادَى رَبَّهُ نِدَاءً خَفِيًّا (3) قَالَ رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُنْ بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيًّا (4) وَإِنِّي خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَرَائِي وَكَانَتِ امْرَأَتِي عَاقِرًا فَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا (5) يَرِثُنِي وَيَرِثُ مِنْ آلِ يَعْقُوبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا (6)

Menyebutkan penjelasan tentang rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya, Zakaria (2). Tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut (3). Ia berkata “Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku (4). Sesungguhnya aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, sedang istriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera (5), yang akan mewarisi aku dan mewarisi keluarga Ya’qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai.” (6) (QS. Maryam: 2 – 6).

Beliau sudah tua, istri beliau mandul, yang secara logika manusia, mustahil punya keturunan. Tapi bagi Allah lain. Dia Maha Kuasa untuk memberikan apa yang beliau harapkan. Allah mengabulkan doa Zakariya,

وَزَكَرِيَّا إِذْ نَادَى رَبَّهُ رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ * فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَوَهَبْنَا لَهُ يَحْيَى وَأَصْلَحْنَا لَهُ زَوْجَهُ إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ

“Ingatlah kisah Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya: “Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik. Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepada nya Yahya dan Aku perbaiki isterinya (sehingga dapat mengandung). Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya: 89 – 90).

Kemudian, disamping manfaat di atas, ketika seseorang betul-betul meyakini Allahlah yang mengatur semua keturunan hamba-Nya, dia akan bisa membawa diri dengan baik.

Dia akan menerima dan ridha terhadap takdir dan ketetapan Allah. Sehingga sekalipun dia tidak memiliki anak, kesabarannya bisa menjadi sumber pahala baginya.

Banyak Beristighfar

Jangan lupa iringi doa anda dengan banyak beristighfar dan memohon ampun kepada Allah.

Karena Allah menjanjikan banyak hal bagi orang yang banyak istighfar, salah staunya adalah anak. Allah menceritakan ajakan Nabi Nuh kepada umatnya,

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا* يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَارًا* وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَارًا

“… istighfarlah kepada Rabb-mu karena sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan menciptakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.” (QS. Nuh: 10-12).

Ada seseorang yang mengadu kepada Imam Hasan al-Bashri –ulama senior dari tabi’in– karena lama tidak punya anak.

Orang itu meminta tolong agar Hasan mendoakannya supaya punya anak.

Hasan al-Bashri mengatakan, “Perbanyak istighfar, memohon ampun kepada Allah.” Setelah ditanya, mengapa beliau memberi saran untuk banyak istighfar. Belliau menjawab,

“Saya tidak menjawab dengan logikaku. Sesungguhnya Allah berfirman di surat Nuh (yang aritnya): istighfarlah kepada Rabb-mu karena sesungguhnya Dia Maha Pengampun… dst.” (Tafsir al-Qurtubi, 18:302).
Top