Barangkali Gaji Kita Kurang, Mungkin Kita Perlu Melihat Perjuangan Ini

Komentar
Sumber gambar detik.net.id

Ada sebagian orang yang beruntung dilahirkan dari keluarga kaya dan di bagian lain ada orang yang tak punya pilihan. Bagi mereka harinya sibuk untuk menjawab pertanyaan:

"Anak saya besok makan apa? " dan sibuk untuk berdoa: "Semoga anak saya mempunyai kehidupan yang lebih baik".

Kalau Anda masih saja kurang bersyukur, berkacalah dari orang orang ini...

Hampir setiap pagi aku melihat Bapak-Bapak yang bekerja mati-matian demi mendapatkan rupiah. Aku selalu mengamati gerak-geriknya, para pemanggul buruh di pasar.

Setiap ada barang turun dari truk entah berupa pupuk, beras, atau muatan dalam karung-karung besar, mereka selalu berebut untuk memangulnya. Ya, itu hampir mereka lakukan setiap hari, mereka memanggul barang berat, dengan keringat yang mengguyur tubuhnya, dan bajunya kumal dengan bau keringat yang tak tertahankan, lalu penghasilannya hanya beberapa rupiah.

Sempat aku mendengar percakapan mereka setelah memanggul satu truk dari muatan itu mereka mengerutu, "cuma dapet tambahan empat ratus rupiah per kantong". Sungguh ini mengherankan buatku, seperti inilah kehidupan para buruh di pasar, mereka mati-matian bekerja demi keluarganya di rumah, demi anak dan istrinya.

Bahwa apa yang kita dapatkan saat ini, harus kita syukuri Sekecil apapun itu bentuknya. Hal kecil selalu mengajari kita untuk berfikir bahwa semua yang kita miliki tak lepas dari karunia-Nya. Mensyukuri nikmatnya, niscaya akan ditambah nikmat dariNya itu kan kata Allah.

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7).

Jadi, tidak ada alasan lagi buat kita untuk mengeluh dengan penghasilan kita yang sekarang masih kecil. Apalagi meminta untuk dinaikkan penghasilannya hanya untuk menambah jumlah pengeluarannya. Banyak saudara kita yang bulan ini saja tidak mempunyai uang. Atau bahkan sudah tidak ada barang lagi yang dijual untuk memenuhi kebutuhan. Sedangkan kita yang bekerja,

Masih mengeluh karena penghasilan yang tidak sesuai.
Masih mengeluh karena tidak bisa beli make up
Masih mengeluh karena tidak bisa nongkrong
Masih mengeluh karena tidak bisa makan di restoran
Masih mengeluh karena tidak bisa belanja di mall
Masih mengeluh karena tidak bisa membeli barang mewah lagi
Masih mengeluh karena handphone belum keluaran terbaru

Masih banyak keluhan dari kita pada keadaan, padahal jika mau melihat sedikit saja ke bawah, masih banyak orang yang penghasilannya sangat jauh di bawah kita. Namun, kita terlalu lemah dalam mensyukuri segala nikmat yang Allah karuniakan.

Mindset kita, nikmat ya dengan mempunyai uang banyak. Ada uang, semua bisa dinikmati. Begitulah selama ini apa yang ada dalam benak pikiran manusia.

Menganggap semua dinilai dengan uang (materi). Jika penghasilan kita sekarang masih kecil, serasa kaya Allah tidak memberi kenikmatan. Padahal Allah menunggu cara kita mensyukuri nikmat yang sedikit itu.

Karena Allah sudah menyediakan nikmat yang lebih besar jika kita mau mensyukuri nikmat yang sedikit tersebut. Semoga bermanfaat.
Top