Wisuda PAUD yang Dianggap Kurang Etis dan Berlebihan, Malah Membuang-Buang Uang

Komentar

Foto via merdeka.com

Wisuda sekarang bukan lagi menjadi hal ISTIMEWA

Tak perlu ada tetapi diada-adakan, apa makna dan essensi dari acara wisuda PAUD, TK,SD,SMP dan SMU, yang malah akan menghambur-hamburkan biaya?

"Wisuda skrng bukan menjadi hal yang istimewa lgi... krna skrng PAUD - SMA sdh diwisuda , pdahl notabennya. Wisuda untuk diploma / sarjana yg sdh mengikrarkan janji... demi mindahin toga dri kiri ke kanan saya mkir buat lolos ujian skripsi.. tp skrng klah sma paud yang hanya modal ketawa dia wisuda" ujar salah seorang netizen.

Jaman dulu, prosesi wisuda dan memakai toga hanya bisa dinikmati oleh mereka yang telah menyelesaikan jenjang sarjana.

Namun sekarang hampir di setiap jenjang pendidikan pasti selalu diakhiri dengan prosesi “wisuda” bagi para anak didik. “Wisuda” tidak hanya dilakukan oleh mereka yang baru lulus dari bangku perguruan tinggi, namun bisa dirasakan oleh anak-anak yang bahkan baru lulus dari Pendidikan Usia Dini (PAUD).

Padahal dari sisi lain ada uneg-uneg dari orang tua yang sebenarnya ingin tersampaikan. Namun demi kesenangan anak dan mengikuti model yang ada jadi yang awalnya tidak ada untuk biaya jadi mengada-adakan.

Baca juga : Cara Bentengi Diri dan Keluarga dengan Iman Agar Tak Sampai Tega Menghajar Anak

Kelebihan acara yg membutuhkan biaya dimana kondisi orang tua murid tidak selalu sama walau berusaha menyekolahkan disekolah pilihan mereka. yang utama saja cukup.

Masih PAUD Orang jadul biasa2 saja, jadi sarjana juga didalam kesederhanaan

Sebuah tulisan di Facebook mendadak viral, kala pemilik akun tersebut mengatakan jika prosesi “wisuda” yang dilakukan di setiap jenjang pendidikan, terlebih lagi untuk anak usia dini dinilai tidak etis. Karena kegiatan itu sama saja seperti memperlakukan anak-anak yang tidak sesuai dengan usianya.


Foto via merdeka.com

1. Prosesi wisuda tidak lagi sakral

Seremoni wisuda biasanya berlangsung dengan hikmat karena melalui prosesi tersebut ada satu kebanggaan di mana seseorang telah berhasil meraih jenjang pendidikan tinggi yang dicita-citakan.

Pemilik akun Dekmep yang menulis ulang unggahan dari Dian Anshoriah-Pelangi Jimbaran, tersebut pengatakan, wisuda kini sudah tidak lagi sakral. Mengingat hampir di setiap jenjang pendidikan selalu ada prosesi wisuda yang dijalani.

Baca juga : Tips Memantabkan Hati Untuk Hijrah dan Bercadar Ala Istri Virgoun

2. Wisuda bagi anak PAUD kurang pantas

Dalam tulisan itu disebutkan, prosesi “wisuda” yang dilakukan oleh anak di satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dirasa tidak pantas.

Karena hakikat dari wisuda itu sendiri adalah bagaimana seorang peserta didik yang telah menempuh pendidikan nantinya dapat menyibak sebuah kegelapan melalui ilmu pengetahuan.

Filosofi ini sendiri diambil dari makna pakaian wisuda yang kerap digunakan berwarna hitam.

3. “Wisuda” bisa diubah dengan kegiatan positif lainnya

Dalam akun tersebut dituliskan, kegiatan “wisuda” yang sejatinya belum pantas dilakukan oeh anak-anak usia dini, bisa diubah dengan melakukan beragam kegiatan positif lainnya.

Tentunya kegiatan tersebut bisa disesuaikan dengan dunia mereka, sekaligus mampu mengasah kreativitas anak-anak.

Hingga sekarang tulisan tersebut sudah di-like hingga 5.400-an dan dibagikan hingga 11 ribuan lebih. Rata-rata komentar warganet "mengamini" tulisan tersebut.



Baca juga : Mei Cair, THR PNS 2018 Nilainya Fantastis, 2 Kali Lipat Lebih dari Tahun Kemarin

Salah satu yang mewakili komentar ditulis akun Annisa HerLin Elda, "Ini yang saya Tunggu2.. akhirnya ada yang bahas ini Udah lama saya mempertanyakan apa ada aturan penggunaan toga? Kok anak PAUD bisa pake toga dan ada istilah wisuda? Lalu nanti tak ada kesan istimewa dalam "wisuda" ketika si anak sudah di jenjang perguruan tinggi, wisuda dan toga sudah biasa."

Ada yang setuju pasti juga ada yang tidak setuju. contohnya saja komentar dari Najmi Hayati "saya tidak sepakat.. disnilah kita didik bahwa pentingnya ilmu pengetahuan jadi anak PAUD pun harus merasakan wisuda karna agar berharap dia lebih semangat lagi kejenjang berikutnya... dan tahu bahwa ilmu itu sangat penting dan berusahalah untuk meraihnya karna kamu bisa kalau kamu mau... tapi mungkin kalau menurut saya acaranya di perbagus lagi... dengan menampilkan karya seni mereka selama ini dan buatlah acara yang sebagus mungkin ..dan tentu kesepakatan antara ortu dan pihak sekolah... kalau mengenai biaya... karna semua tergantung kesepakatan.. kalau mau dihotel gak masalah..kalau ortunya sanggup... anak hanya tau tempat nya aman nyaman dan semarak... bukan kemahalannya.... dan bagi ortu agar tahu makna ilmu sangat penting dan memang ilmu itu mahall...."

Kalau menurut kamu gimana soal masalah ini, guys?
Top