Penyebab Bayi Kuning dan Gejala Awal yang Timbul, Waspada!

Komentar


Ilustrasi via baomoi.com

Meski banyak bayi yang baru lahir terjangkit penyakit kuning....

Namun itu bukannya menjadi hal yang wajar...., karena bisa menjadi penyebab fatal malah bisa menimbulkan kematian...

Penyakit kuning paling sering menyerang bayi hingga alami kecacatan otak yang membahayakan nyawa sang bayi, bila bayi anda dalam kondisi seperti ini, sebagai orang tua pasti akan panik dan bingung


Untuk melakukan pertolongan pertama untuk itu para orang tua wajib memahami kondisi dan penanganan seperti ini

Bayi kuning adalah kondisi yang sering menimpa bayi baru lahir, tanpa penanganan medis yang memadai, kondisi ini bisa membahayakan nyawa bayi.

Penyakit kuning atau jaundice umumnya menyerang bayi yang baru lahir minggu pertama setelah kelahiran.

Baca juga : 8 Cara Menurunkan Berat Badan Secara Alami dalam Waktu 1 Minggu

Dan umumnya bayi baru lahir mengolah sel darah merah menjadi bilirubin lebih tinggi. Bilirubin bergerak dalam aliran darah menuju ke hati.

Organ hati mengolah bilirubin agar bisa dikeluarkan tubuh melalui tinja.

Penyakit kuning pada bayi umumnya terjadi lantaran kadar bilirubin dalam darah Si Kecil terlalu tinggi.

Kendati tidak berbahaya, namun jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan otak.

Untuk itu, penting bagi Bunda untuk mengetahui penyebab bayi kuning dan cara mengatasinya.

Penyakit kuning pada bayi tergolong parah jika kadar bilirubin lebih dari 25 mg.

Jika penyakit tersebut tidak diobati menyebabkan cerebral palsy, tuli atau bentuk kerusakan otak lainnya.

Dalam kasus yang jarang terjadi, penyebab bayi kuning adalah adanya kondisi lain, semacam infeksi.

Gejala kuning bisa dilihat pada wajah dan bagian tubuh lain, pada kulit jika ditekan berwarna kuning, ataupun bagian putih mata bayi menjadi kuning.

Pada kadar bilirubin tinggi, bayi akan mengalami demam, menjadi loyo, dan tidak bernafsu minum susu.

Ada baiknya bunda mengetahui penyebab yang melatarbelakangi bayi yang menguning.

Jika Anda menemukan tanda-tanda tersebut pada bayi Anda yang kuning, maka Anda harus segera membawanya ke dokter untuk dicari penyebabnya dan ditangani

Kondisi ini terjadi ketika adanya kadar bilirubin yang berlebihan dalam tubuh Si Kecil.

Bayi kuning menjadi hal yang kerap terjadi pada hampir 50% bayi yang baru lahir. Sebenarnya apa yang menjadi penyebabnya? Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasinya?

Jangan panik dulu, bayi kuning setelah lahir ada dua macam, yaitu normal atau karena penyakit. Ketahui apa penyebab bayi kuning dan bagaimana penanganannya.

Untuk mengatasi penyakit kuning terutama penyakit kuning yang sifatnya patologis ibu bisa menyusui bayi lebih sering.

Hal itu dikarenakan ASI bisa membentuk sistem imun bayi lebih meningkat dibandingkan sebelumnya, tugas sistem imun itu adalah untuk menjaga sel otak dari serangan bilirubin yang tinggi.

Bayi kuning adalah kondisi yang sering menimpa bayi baru lahir, tanpa penanganan medis yang memadai, kondisi ini bisa membahayakan nyawa bayi.

Penyakit kuning atau jaundice umumnya menyerang bayi yang baru lahir minggu pertama setelah kelahiran.

Dan umumnya bayi baru lahir mengolah sel darah merah menjadi bilirubin lebih tinggi. Bilirubin bergerak dalam aliran darah menuju ke hati.

Organ hati mengolah bilirubin agar bisa dikeluarkan tubuh melalui tinja.

Penyakit kuning pada bayi umumnya terjadi lantaran kadar bilirubin dalam darah Si Kecil terlalu tinggi.

Kendati tidak berbahaya, namun jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan otak.

Untuk itu, penting bagi Bunda untuk mengetahui penyebab bayi kuning dan cara mengatasinya.

Penyakit kuning pada bayi tergolong parah jika kadar bilirubin lebih dari 25 mg.

Baca juga : Merasa Hamil Tapi Ragu? Kenali Tanda Awal Kehamilan Sebelum Telat Haid Berikut

Jika penyakit tersebut tidak diobati menyebabkan cerebral palsy, tuli atau bentuk kerusakan otak lainnya.

Dalam kasus yang jarang terjadi, penyebab bayi kuning adalah adanya kondisi lain, semacam infeksi.

Gejala kuning bisa dilihat pada wajah dan bagian tubuh lain, pada kulit jika ditekan berwarna kuning, ataupun bagian putih mata bayi menjadi kuning.

Pada kadar bilirubin tinggi, bayi akan mengalami demam, menjadi loyo, dan tidak bernafsu minum susu.

Ada baiknya bunda mengetahui penyebab yang melatarbelakangi bayi yang menguning.

Jika Anda menemukan tanda-tanda tersebut pada bayi Anda yang kuning, maka Anda harus segera membawanya ke dokter untuk dicari penyebabnya dan ditangani

Kondisi ini terjadi ketika adanya kadar bilirubin yang berlebihan dalam tubuh Si Kecil.

Bayi kuning menjadi hal yang kerap terjadi pada hampir 50% bayi yang baru lahir. Sebenarnya apa yang menjadi penyebabnya? Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasinya?

Jangan panik dulu, bayi kuning setelah lahir ada dua macam, yaitu normal atau karena penyakit. Ketahui apa penyebab bayi kuning dan bagaimana penanganannya.

Untuk mengatasi penyakit kuning terutama penyakit kuning yang sifatnya patologis ibu bisa menyusui bayi lebih sering.

Hal itu dikarenakan ASI bisa membentuk sistem imun bayi lebih meningkat dibandingkan sebelumnya, tugas sistem imun itu adalah untuk menjaga sel otak dari serangan bilirubin yang tinggi.

Kondisi bayi kuning yang normal

Jaundice yang normal (jaundice fisiologis) disebabkan oleh karena fungsi hati bayi yang memang belum berfungsi secara sempurna. Hati memiliki peran penting dalam metabolisme bilirubin.

Jenis bilirubin yang menyebabkan jaundice ini disebut dengan bilirubin yang belum terkonjugasi, atau bilirubin indirek.

Bilirubin yang belum terkonjugasi ini akan diubah ke bentuk yang sudah terkonjugasi di hati sehingga mudah dikeluarkan dari dalam tubuh.

Karena bayi baru lahir masih memiliki fungsi hati yang belum sempurna, maka bilirubin tersebut tidak sepenuhnya dikonjugasi dan dikeluarkan dari dalam tubuh.

Biasanya jaundice fisiologis muncul pada saat bayi berusia 24-72 jam. Anda tidak perlu khawatir jika bayi Anda mengalami jaundice fisiologis karena keadaan ini normal dialami pada bayi.

Kondisi bayi kuning yang berbahaya

Jaundice yang tidak normal (jaundice patologis) disebabkan oleh keadaan lain yang bukan fisiologis, seperti penyakit yang menyebabkan pemecahan hemoglobin yang berlebihan. Contohnya, anemia hemolitik, perbedaan golongan darah yang menyebabkan ketidakcocokan ABO atau rhesus, serta kurangnya enzim (G6PD).

Bayi yang lahir prematur, bayi yang mengalami sumbatan di saluran cerna, dan bayi yang mengalami perdarahan juga dapat menderita jaundice patologis. Pada keadaan ini, bayi akan terlihat kuning langsung pada 24 jam pertama kehidupannya.

Selain itu, jika bayi masih kuning sampai usia 1-2 minggu, Anda juga perlu waspada apakah ada penyakit yang menyebabkan bayi Anda kuning. Biasanya akan dilakukan pengecekan kadar bilirubin pada bayi yang mengalami jaundice. Pada bayi dengan jaundice patologis, kadar bilirubinnya akan sangat meningkat.

Kapan bayi kuning harus segera diperiksakan ke dokter?

Perlu diingat, meskipun bayi Anda kuning, biasanya bayi yang mengalami jaundice fisiologis tidak menimbulkan gejala. Berikut hal-hal yang diwaspadai jika bayi Anda kuning.

  1. Tetap terlihat kuning setelah satu minggu dan warna kuningnya menyebar terus hingga ke lengan atau kaki.
  2. Tampak sakit dan lemas.
  3. Tidak mau makan.
  4. Rewel dan menangis terus.
  5. Memiliki lengan dan tungkai yang “keplek” (floppy arms and legs).
  6. Demam dengan suhu 38 derajat C atau lebih.
  7. Kejang.
  8. Kesulitan bernapas dan terlihat biru.

Jika Anda menemukan tanda-tanda tersebut pada bayi Anda yang kuning, maka Anda harus segera membawanya ke dokter untuk dicari penyebabnya dan ditangani lebih lanjut.

Baca juga : Bukan Hanya dengan Minum Air, ini Cara Menghilangkan Cegukan yang Efektif

Penanganan Tepat Untuk Bayi Kuning

Bayi akan membutuhkan perawatan jika kadar bilirubin terlalu tinggi atau meningkat terlalu cepat. Bayi kuning perlu mengonsumsi banyak cairan ASI atau susu formula. Berikut beberapa penanganan bagi bayi yang mengalami penyakit kuning ringan:
  • Berikan ASI susu pada bayi sesering mungkin (antara 8 hingga 12 kali per hari) untuk mendorong buang air besar yang sering. Ini membantu membuang bilirubin melalui tinja. Meski jarang terjadi, dokter bisa menyarankan pemberian cairan melalui infus.
  • Metode fototerapi dapat membantu mengatasi bayi kuning. Fototerapi adalah metode pengobatan yang umum dan sangat efektif yang menggunakan cahaya untuk membantu memecah bilirubin di tubuh bayi Anda. Dalam fototerapi, bayi Anda akan ditempatkan di tempat tidur khusus di bawah cahaya spektrum biru dan hanya mengenakan popok dan kacamata pelindung khusus. Fototerapi dapat dihentikan setiap tiga atau empat jam agar Ibu dapat menyusui bayi, menimang dan memeluk bayi agar ia merasa nyaman, atau untuk diperiksa apakah bayi mengalami dehidrasi. Fototerapi sangat efektif untuk mengobati bayi kuning dan dengan efek samping yang relatif sedikit, terutama munculnya ruam dan perubahan warna kulit menjadi gelap karena prosedur ini.
  • Untuk kasus yang sangat parah, transfusi darah mungkin diperlukan dalam jika bayi tidak merespons teknik pengobatan lainnya. Dalam transfusi darah, akan diambil darah bayi dalam jumlah sedikit. Lalu, bayi akan menerima sejumlah kecil darah dari donor atau bank darah. Ini akan menggantikan darah bayi yang rusak dengan sel darah merah yang sehat. Hal ini juga meningkatkan jumlah sel darah merah bayi dan mengurangi kadar bilirubin.

Penanganan bayi kuning pada prinsipnya adalah mengobati penyakit atau kondisi yang mendasarinya.Sebagian besar kasus penyakit kuning pada bayi baru lahir tidak memerlukan perawatan khusus.

Penyakit kuning ringan atau sedang yang bersifat fisiologis (tanpa penyakit yang mendasari)akan hilang biasanya setelah satu hingga dua minggu, karena tubuh bayi dapat menyingkirkan kelebihan bilirubin dengan sendirinya.

Namun, segeralah hubungi dokter jika penyakit kuning pada bayi Anda tidak kunjung hilang. Terlebih jika muncul gejala lain pada bayi seperti demam, sakit, sulit menyusu, bayi tampak lemas, dan tubuhnya yang semakin kuning dan lebih gelap.
Top