Kenali Ciri-ciri Menstruasi yang Tidak Sehat dan Bisa Timbulkan Penyakit

Komentar
ibu-zahraa.blogspot.co.id

Sehat tidaknya kondisi datang bulan dapat menjadi indikasi apakah sistem reproduksi Anda bekerja dengan baik atau tidak. Menstruasi yang tidak normal atau berbeda dari biasa, kemungkinan pertanda gangguan sistem reproduksi Anda.

Umumnya periode menstruasi wanita adalah 2-7 hari, sementara siklus menstruasi berlangsung selama 21-35 hari, dengan rata-rata pada umumnya selama 28 hari. Meski masa menstruasi yang dialami tiap wanita memiliki karakteristik berbeda, tetapi ada beberapa kondisi yang perlu diwaspadai karena dapat menjadi indikasi adanya masalah kesehatan.

Menstruasi atau haid atau datang bulan adalah perubahan fisiologis dalam tubuh wanita yang terjadi secara berkala dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi baik FSH-Estrogen atau LH-Progesteron.

Siklus menstruasi pertama umumnya terjadi pada gadis remaja saat mereka memasuki masa pubertas, yaitu antara usia 8-16 tahun.

Siklus ini kebanyakan dimulai pada usia 12 tahun atau sekitar 2-3 tahun setelah payudara mulai tumbuh. Dan tidak semua perempuan mengalami menstruasi secara normal entah itu siklus yang tidak teratur

Masa menstruasi terjadi selama 2 hingga 7 hari bahkan lebih dengan jumlah darah yang dikeluarkan rata-rata dalam satu hari adalah 40 mililiter. 

Ciri Ciri Menstruasi

Menjelang datangnya menstruasi, biasanya disertai dengan beberapa gejala yang ditimbulkan. Baik dari segi fisik maupun emosi orang tersebut.

Akan tetapi, biasanya masing-masing wanita akan mengalami gejala yang berbeda.

Berikut ini ciri ciri menstruasi:

1. Perut tidak nyaman
Pada wanita yang akan datang masa menstruasinya biasanya akan mengalami masalah pada bagian perutnya dimana akan terasa mual, kram, nyeri dan begah.

Terkadang juga terasa diare atau bahkan merasa sembelit. Rasanya pokoknya serba salah wanita yang sedang menstruasi ini.

Ditambah lagi banyak wanita yang mengalami masalah pada nafsu makannya entah menjadi tambah nafsu makan atau malah menurunkan nafsu makan.

2. Terdapat beberapa bagian tubuh yang berubah
Ketika hendak masuk dalam masa menstruasi, wanita akan mengalami beberapa perubahan dalam bagian tubuhnya seperti munculnya jerawat karena adanya perubahan hormon di dalam tubuh wanita.

Kadang wanita juga akan merasakan pegal dan sakit pada bagian pinggul dan leher. Selain itu, wanita yang akan masuk dalam masa datang bulannya, pada bagian payudaranya akan membesar lebih dari ukuran yang seperti biasanya.

Perubahan ini juga termasuk pada rambut di kelamin yang akan lebih menebal dan kasar tidak seperti biasanya. Pada bagian tangan dan kaki juga biasanya ikut mengalami pembengkakan.

3. Terjadinya perubahan emosi
Ada yang berkata, jangan ganggu wanita yang sedang menstruasi karena bisa galak seperti singa. Sebenarnya kalimat tersebut ada benarnya juga bahwa salah satu tanda wanita masuk dalam masa menstruasi adalah berubahnya emosi atau suasana hati yang berubah menjadi lebih sensitif.

Rasa emosi ini terkadang bisa membuat perasaan menjadi kurang bersahabat dengan segala kegiatan yang dilakukan setiap harinya.
Wanita dalam keadaan ini akan cepat berganti emosi dari sedih, marah dan tiba-tiba menangis dan sebagainya. Padahal hanya menghadapi masalah yang tidak berat namun dibuat sangat berat.

Wanita juga kerap kali memiliki gangguan susah tidur dan menurunnya kemampuan fokus serta konsentrasi.
Hal ini hampir sama seperti tanda-tanda kehamilan yang mempengaruhi perubahan suasana hati.

4. Keputihan
Tanda-tanda akan datang masa menstruasi selanjutnya adalah datangnya lendir bewarna putih dari dalam vagina atau yang juga disebut dengan keputihan.

Penyebab keputihan ini awalnya bewarna putih namun lambat laun akan menjadi bewarna coklat (keadaan ini disebut dengan flek) karena sudah bercampur dengan darah.

Jika sudah masuk dalam fase ini berarti masa menstruasi akan segera datang segera.

5. Vagina terasa kering
Selain akan merasakan keputihan namun beberapa wanita malah akan merasakan vagina yang kering sehingga rasanya juga tidak nyaman.

Namun jangan khawatir dengan keadaan tersebut karena itu adalah hal yang wajar dialami oleh wanita.

6. Terjadi sekresi serviks
Pada saat menstruasi hendak datang biasanya juga vagina akan menjadi lembab dan berair (kecuali bagi mereka yang mengalami vagina kering).
Vagina akan mengeluarkan cairan putih seperti susu, jika ini sudah terjadi maka datangnya tamu bulanan dapat diperkirakan dalam hitungan hari saja.

7. Bagian payudara menjadi lebih lembut

Salah satu tanda pada wanita yang hendak menerima tamu bulanan adalah payudaranya yang lebih kencang dan lebih besar.

Sepertinya ini adalah salah satu tanda menstruasi yang paling menguntungkan bagi wanita dibandingkan dengan tanda-tanda yang lainnya.

8. Payudara terasa nyeri

Namun bukan hanya payudara akan terasa lebih besar dan kencang saja, payudara juga akan menjadi terasa lebih nyeri dan gatal pada bagian putting payudara.

Jadi berhati-hatilah dengan bagian yang satu ini ya ladies.

9. Mengalami sakit kepala

Pada wanita yang sedang menuju masa datang bulan biasanya juga kerap kali mengalami gangguan pada kepala karena adanya perubahan hormon yang kerap kali menyerang bagian syaraf.
Hal ini cukup banyak dialami dan membuat wanita banyak mengeluh.

10. Kenaikan berat badan

Karena adanya perubahan hormon yang menyebabkan gangguan pada nafsu makan dan gangguan emosi dapat memicu stress dan menjadikan wanita cenderung mengalami kenaikan berat badan.

11. Berkurangnya gairah seks
Tanda-tanda lain yang akan dialami oleh wanita saat menstruasi adalah berkurangnya gairah seks. Mungkin pada awalnya gairah seks akan menurun namun seiring berjalannya waktu gairah seks tersebut akan kembali seperti semula.

Itulah ciri ciri menstruasi yang bisa terjadi pada tubuh wanita sebagai tanda-tanda menstruasi akan segera tiba. Semoga bermanfaat.

Mewaspadai Menstruasi Yang Tidak Normal
Sehat tidaknya kondisi datang bulan dapat menjadi indikasi apakah sistem reproduksi Anda bekerja dengan baik atau tidak. Menstruasi yang tidak normal atau berbeda dari biasa, kemungkinan pertanda gangguan sistem reproduksi Anda.

Ciri-ciri Menstruasi Anda Tidak Normal/ Tidak Sehat

Umumnya periode menstruasi wanita adalah 3-5 hari, sementara siklusnya berlangsung setiap 28 hari. Namun masa menstruasi yang dialami tiap wanita memiliki karakteristik masing-masing, sehingga sulit untuk menentukan mana yang normal dan mana yang tidak.

Beberapa wanita memang biasa mengalami periode menstruasi yang sangat singkat, sementara yang lain lebih panjang. Volume menstruasi beberapa wanita banyak, sementara yang lain lebih sedikit.

Akan tetapi ada beberapa kondisi yang perlu diwaspadai karena dapat menjadi indikasi adanya masalah kesehatan.

Apa saja kondisi menstruasi tidak normal yang harus Anda waspadai?
Adanya perubahan tertentu di pada menstruasi Anda dapat menjadi pertanda kemungkinan gangguan pada organ reproduksi. Berikut ini adalah beberapa perubahan yang dapat terjadi yang bisa menandakan menstruasi tidak normal.

1. Jika volume menstruasi Anda lebih banyak dari biasanya
Umumnya wanita mengeluarkan volume darah haid rata-rata 30-40 ml sebulan. Namun beberapa wanita mengeluarkan hingga lebih dari 60 ml sebulan. Kondisi ini disebut menoragia, dan hal ini bisa menjadi tanda dari kondisi menstruasi tidak normal.

Jika Anda sampai perlu mengganti pembalut hampir tiap jam, maka Anda dapat dikategorikan mengalami kondisi tersebut. Kehilangan banyak darah menyebabkan tubuh kehilangan zat besi yang dibutuhkan untuk memproduksi hemoglobin. Tanpa zat besi yang cukup, jumlah sel darah merah akan berkurang secara signifikan sehingga menyebabkan anemia. Kondisi ini ditandai dengan gejala-gejala seperti kelelahan, pucat, dan napas pendek.

Volume menstruasi yang lebih tinggi ini dapat disebabkan hal-hal sebagai berikut:

  • Kehamilan yang tidak normal atau keguguran.
  • Penggunaan IUD (intrauterine device) atau spiral sebagai metode kontrasepsi.
  • Penyakit radang panggul
  • Gangguan penggumpalan darah.
  • Kanker rahim.
  • Polip atau fibroid rahim.


Kelebihan volume darah yang keluar dapat dikurangi dengan mengonsumsi kontrasepsi oral atau obat asam traneksamat yang dapat meningkatkan pembekuan darah. Namun jika volume menstruasi Anda lebih banyak dari biasanya, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter. Jika setelah mengonsumsi obat kondisi Anda tidak juga membaik, dokter akan menyarankan untuk menjalani pemeriksaan ultrasound (USG) untuk memeriksa organ panggul.

2. Jika menstruasi Anda melambat atau bahkan berhenti
Amenorea adalah kondisi saat seorang wanita berhenti mengalami menstruasi, atau sudah berumur 15 tapi belum pernah mengalami haid. Hal ini disebabkan penurunan produksi estrogen sehingga frekuensi menstruasi menjadi makin jarang.

Umumnya amenorea terjadi secara natural pada sekitar usia 50-an tahun. Anda berada dalam masa menopause ketika sudah 12 bulan berturut-turut tidak mengalami menstruas.

Namun yang perlu diwaspadai adalah jika amenorea terjadi sebelum usia 40. Pada usia ini, kemungkinan yang dapat menjadi penyebab berhentinya menstruasi adalah:


  • Anda sedang hamil.
  • Berolahraga terlalu berat atau terlalu sering. Frekuensi dan intensitas olahraga yang berlebihan dapat memengaruhi produksi dan kerja hormon reproduksi yang mengatur siklus menstruasi.
  • Mengalami gangguan pola makan seperti anoreksia nervosa. Keterbatasan kalori dalam tubuh menghalangi pelepasan hormon yang dibutuhkan dalam proses ovulasi.
  • Kemungkinan penyebab lain adalah sedang dalam masa menyusui, obesitas, mengonsumsi pil KB, gangguan pada hipotalamus (bagian otak yang mengatur regulasi hormon reproduksi), gangguan kelenjar tiroid, stres, gangguan pada rahim, sindrom ovarium polisistik, ovarium yang berhenti berfungsi lebih dini, dan gangguan keseimbangan hormon lain.

Segera periksakan diri ke dokter jika menstruasi Anda berhenti, tidak teratur, atau sering terlambat dalam waktu yang cukup panjang.

3. Jika Anda mengalami nyeri haid yang berlebihan
Kebanyakan wanita mengalami kelelahan dan nyeri di masa menstruasi. Namun beberapa wanita merasakan nyeri yang lebih parah sehingga membuat mereka tidak mampu beraktivitas.

Kondisi ini disebut dismenorea yang dapat disertai oleh gejala-gejala lain seperti mual, muntah, sakit kepala, nyeri pada punggung, dan diare. Nyeri berlebihan saat haid ini dapat menjadi indikasi terhadap adanya penyakit tertentu, seperti endometriosis dan fibroid.

Obat-obatan antiinflamasi dapat dikonsumsi untuk mencegah produksi prostaglandin sebagai penyebab nyeri dan mengurangi rasa sakit yang ditimbulkannya. Namun disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan tepat. Dokter Anda kemungkinan akan menyarankan tes pap smear, pemeriksaan panggul, ultrasound, atau laparoskopi.

4. Jika Anda mengalami pendarahan saat sedang tidak haid
Pendarahan saat sedang tidak haid sebaiknya segera diperiksakan untuk mendeteksi kemungkinan adanya gangguan, misalnya luka pada vagina, hingga penyakit yang lebih serius seperti kanker.

Pada intinya Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter jika:


  • Jarak antara dua menstruasi Anda dari 21 hari atau lebih dari 35 hari.
  • Menstruasi Anda berlangsung lebih dari 7 hari.
  • Mengalami pendarahan saat sedang tidak menstruasi.
  • Mengalami nyeri yang tidak tertahankan saat mengalami haid.
  • Perlu mengganti pembalut hingga tiap satu jam sekali.
  • Anda telah berhenti mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut, tapi kemudian kembali mengalami haid.

Memeriksakan diri sedini mungkin dapat membuat kemungkinan gangguan yang diindikasikan dengan menstruasi tidak normal dapat segera tertangani.
Top