Berita Benar dan Hoax Tentang Bom di Surabaya dan Sidoarjo

Komentar

Video via facebook.com

Jangan termakan isu, berikut berita yang benar dan hoax tentang bom di Surabaya dan Sidoarjo

Update terbaru ditangkapnya terduga teroris di JMP Surabaya yang sempat menusuk polisi.

Aksi teror bom bunuh diri belum selesai di Surabaya, Jawa Timur. Setelah ledakan bom di tiga gereja, pagi ini serangan bom terjadi di depan Mapolrestabes Surabaya. Jumlah korban 21 orang, sebanyak sembilan pelaku dan 12 orang adalah masyarakat.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung memohon kepada masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang tidak benar. Dia juga meminta doa dari masyarakat, agar diberikan kekuatan dan polisi tidak pernah goyah dengan kejadian teror ini.

"Ini update yang ingin saya sampaikan. Mohon doanya, supaya kami diberikan kekuatan untuk menyampaikan terus informasi apa yang terjadi. Kami tidak pernah goyah sedikit pun dengan peristiwa seperti ini," tegasnya.

Dari sejumlah kejadian ledakan, tetap saja ada informasi hoax yang beredar di masyarakat. Salah satunya adalah berita hoax soal bom di kantor Satlantas Surabaya, atau tempat pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) Satpas Colombo, Surabaya, Jawa Timur.

Informasi bohong ini telah dibantah tegas oleh Kanit Kanit Regident Polrestabes Surabaya, AKP Sigit Indra. Dia memastikan seluruh pelayanan SIM berjalan dengan normal.

"Informasi itu tidak benar, alias hoax," katanya, lansir Viva.

Berikut, sejumlah informasi terkait dengan informasi yang benar dan hoax dan beredar di masyarakat.

1. Bom Di Halaman Mapolrestabes Surabaya – Benar.

2. Informasi Bom di Duren Sawit, Gereja Paroki - Yayasan Santa Ana - Hoax.

3. Bom di Bandara A. Yani Semarang – Setelah dilakukan pengamanan ternyata berisi ICU control GPS – Lifelink dari PT. Airindo Sakti. Tidak terbukti kebenarannya.

4. Bom di Dekat Satpas Colombo, Tanjung Perak, Surabaya – Hoax.

5. Isu Penangkapan Teroris di Jedong, Urang Agung, Sukodon, Sidoarjo –  Benar.

Merupakan Upaya Penangkapan Budi Satriyo. Dia adalah rekan dari Dedi Rofaizal, Narapidana teroris di Lapas Tulung Agung, yang merupakan jaringan Abu Roban, MIB, Baiat ISIS. Dia membesuk bersama dua pelaku bom Surabaya lainnya.

6. Bom meledak di Bank Prima Surabaya – Hoax.

7. Peredaran pesan berantai mengatasnamakan BIN dan Densus 88 untuk menghindari sejumlah mall – Hoax.
Top