Astaghfirullah Anak ini Ngambek Tak Mau Mandikan Jenazah Ayahnya Karena Warisan

Komentar

Sumber gambar jambi.tribunnews.com

Sangat disayangkan memiliki anak yang tahu tata cara mengurus jenazah.


Namun tidak ada yang bersedia, padahal betapa sempurnanya mengurus jenazah yang dilakukan ahli anak-anaknya sebagai penghormatan dan kasih sayang.

Dalam Islam, kita disarankan untuk belajar masalah fiqh agar tahu tentang hukum-hukum Islam yang mengatur hubungan antar sesama Muslim.

Rendahnya ilmu agama seseorang bisa mengakibatkan permasalahan seperti yang terjadi dalam kisah berikut ini.

Syed Sohleh adalah seorang berprofesi sebagai pengurus kematian sekaligus penggali kubur.

Semua urusan kematian, mulai dari menyiapkan jenazah seperti memandikan dan mengkafankan, hingga memimpin upacara pemakaman adalah tugasnya.

Kali ini ia berbagi pengalamannya menghadapi situasi pertengkaran anak-anak almarhum di rumah sakit saat jenazah ayah mereka belum dimakamkan.

Tujuan berbagi pengalaman ini cuma satu, agar kita menginsafi diri dan mengambil pelajaran akan hal yang terjadi. Nauzubillah, berawal saat pihak forensik diminta untuk memandikan dan menkafankana seorang jenazah.

Anak-anak Menolak Untuk Memandikan Jenazah Ayahnya

Sumber gambar yesmuslim.blogspot.co.id

Selama bertugas mengurus jenazah, ia selalu berdoa agar tidak dipertemukan dengan kejadian aneh. Saya hanya memohon agar selama pengurusan ini segalanya berjalan lancar dan sempurna dengan izin Allah SWT.

Ketika sampai di rumah sakit, ia langsung masuk ke kamar mayat. Dan seperti biasa, sebelum memandikan jenazah, ia akan membentangkan kain kafan terlebih dahulu agar memudahkan urusan berikutnya.

Setelah selesai mempersiapkan peralatan mandi, ia meminta ahli waris almarhum yaitu anak-anaknya untuk turut serta dalam memandikan ayah mereka untuk terakhir kalinya. Sayangnya, ajakan ia langsung diabaikan ketiga putranya jenazah.

Saat itu, ia juga melihat istri almarhum dan dua anak perempuannya. Kemungkinan merasa malu dengan tindakan anak lelakinya yang langsung menolak ajakan tersbeut. Ibu itu bilang agar ia melanjutkan saja urusan pemandian jenazah suaminya.

Sekadar menurut perintah, ia pun melanjutkan tanggung jawab sebagai pembantu forensik rumah sakit.

Anak Lebih Mementingkan Urusan Dunia dan Harta Ketimbang Jenazah Orangtua

Sumber gambar berita-hebat12.blogspot.com
Setelah selesai urusan memandikan dan mengkafankan jenazah, terdengar suara riuh rendah dari kamar tunggu seakan telah terjadi perdebatan yang hebat.

Timbul rasa ingin tahu dan tidak nyaman dengan kondisi itu, ia mengambil keputusan untuk melihat apa yang terjadi. Terlihat istri almarhum sedang menangis dan ditenangkan oleh salah seorang anak perempuannya.

Pertanyaan ia tidak dijawab. Malah semuanya membisu seolah tidak ingin ia tahu tentang perdebatan anggota keluarga itu. Akhirnya ia faham bahwa telah tejadi pertengkaran di antara anak-anak almarhum mengenai harta peninggalannya yang belum sempat dibagikan sesuai waris.

Ia diberitahu oleh salah seorang rekan almarhum yang hadir, bahwa anak-anak almarhum menduduki posisi tinggi dalam karier, di antaranya dokter dan kepala sekolah.

Apa yang menimbulkan tanda tanya dan sedikit kecewa di hati ini, salah seorang anaknya meminta ibunya agar segera mengurus pembagian harta waris karena khawatir ayah mereka tidak aman di dalam kubur. Nauzubillah.

Perasaan sedih mulai menggelayut di hati ini mengenang jenazah almarhum yang dibiarkan seorang diri, tanpa dihiraukan anak-anaknya yang lebih mementingkan urusan harta dunia dari urusan ayah mereka.

Padahal, anak-anak harus tahu tata cara mengurus jenazah sekiranya orang-orang terdekat seperti ayah atau ibu pergi meninggalkan mereka selamanya. Betapa besar pahalanya apabila segala keaiban jenazah hanya diketahui oleh para ahli waris saja.

Kesempurnaan mengurus jenazah yang dilakukan ahli waris adalah tanda penghormatan terakhir dan kasih sayang mereka terhadap almarhum.
Top