Yang Masih Itung-itungan Ngasih Uang ke Orang Tua, Baca ini

Komentar

Sumber gambar today.line.me

Yang masih pelit ke orang tua baca ini!

Kebanyakan orang sekarang ini dengan anak dan istrinya sangat murah hati dalam memberi.

Tetapi dengan orang tua sendiri sangat pelit atau bahkan masih hitung-hitungan dalam memberikan sedikit dari rizki yang dimiliki.

Bisa di bayangkan jika nanti memiliki anak seperti ini.???


Sumber gambar pinterest

Naudzubillah.., Dibesarkan orang tua dengan segala kebutuhan di persiapkan sebaik mungkin.

Orang tua bekerja keras mencari uang untuk anaknya, tidak banyak rezeki yang didapat namun orang tua rela berhemat hanya demi anak.

Setiap hari menyayangi orang tua tidak mengharap balasan dari anak, hanya harapan kelak jika anak sudah dewasa dapat berguna bagi orang tua, agama dan bangsanya.

Orang tua rela mengorbankan segala hal untuk anak, jika di fikir kembali rizki yang dimiliki jika tidak untuk anak tentu sebagai orang tua tidak akan kesulitan ekonomi, namun semua itu kembali karena untuk anak yang terbaik.



Tidakkah kalian mengetahui, jika orang tua mengambil harta anak maka tidak boleh bagi anak untuk menuntut orang tuanya agar mengembalikannya.

Jika ternyata orang tua mengembalikannya maka alhamdulillah. Namun jika tidak mengembalikan harta tersebut, maka itulah hak orang tua.

عن عائشة عن النبي صلى الله عليه و سلم أنه قال ” ولد الرجل من كسبه من أطيب كسبه فكلوا من أموالهم “

Dari Aisyah dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Anak seseorang itu termasuk jerih payah orang tersebut bahkan termasuk jerih payahnya yang paling bernilai, maka makanlah sebagian harta anak.” (HR. Abu Daud, no.3529 dan dinilai sahih oleh Al-Albani)

Perlu di ingat jika anak sudah tidak pelit dan sadar akan kewajibanya untuk memberikan rizkinya kepada orang tua maka orang tua perlu mengetahui batasannya.

Perlu diketahui bahwa kebolehan orang tua untuk mengambil harta milik anak baik dalam jumlah sedikit ataupun banyak itu memiliki beberapa syarat, yaitu:
  1. Tidak memberikan mudharat bagi sang anak dan tidak mengambil harta yang berkaitan dengan kebutuhan sang anak.
  2. Tidak mengambil harta anaknya kemudian diberikan kepada anaknya yang lain.
  3. Orang tua tidak menghambur-hamburkan harta tersebut dan tidak berbuat mubadzir (mubadzir adalah membelanjakan harta dalam hal yang tidak jelas manfaatnya dari sisi dunia atau pun dari sisi agama).
  4. Orang tua membutuhkan atau berhajat dengan harta anaknya yang dia ambil.
عن عائشة-رضي الله عنها- قالت :قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
إنّ أولادكم هبة الله لكم “يهب لمن يشاء إناثا ويهب لمن يشاء الذكور”فهم وأموالهم لكم إذا احتجتم إليها

Dari Aisyah, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya anak-anak kalian adalah pemberian Allah kepada kalian sebagaimana firman Allah yang artinya, ‘Dia memberikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki anak perempuan dan Dia memberikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki anak laki-laki.” (QS. Asy-Syura: 49).

Oleh karena itu, maka mereka dan harta mereka adalah hak kalian jika kalian membutuhkannya.” (Shahih, Silsilah Shahihah, no.2564).

Janganlah pernah pelit kepada orang tuamu yang pernah mengorbankan harta, waktu, bersusah payah untuk merawatmu.


Sumber gambar pinterest.com

Jika engkau dengan mudahnya berkorban demi anak-anakmu, itulah dahulu gambaran orang tuamu terhadapmu tatkala engkau masih dalam perawatannya.

Semoga Allah menjadikan kita anak-anak yang berbakti kepada kedua orang tua.
Top