Kanker Kolorekta Mudah Menyerang Anda yang Masih Muda Sebabnya Karena Kebiasaan ini

Komentar

Gambar via tribunnews

Hati-hati kalau masih muda tapi sering makan-makanan ini 

Kanker Kolorekta menanti anda...

Kanker kolorekta telah menjangkit di usia produktif (umur 15 hingga 64 tahun) di Indonesia. Penyebabnya kebiasaan diusia mudah yang sudah sering mengonsumsi makan-makanan seperti ini, bukan hanya dari makanan saja mabuk juga salah satu penyebabnya. Tidak mudah menyembuhkannya kalau tidak dimulai dari sekarang.

Kanker kolorekta sendiri merupakan jenis kanker yang tumbuh pada usus besar (kolon) atau rektum.

Kanker ini umumnya bermula dari polip yang tumbuh di sepanjang dinding permukaan dalam usus besar serta rektum.

Usus besar merupakan bagian akhir dari sistem pencernaan, dan rektum merupakan bagian akhir dari rangkaian ruas dalam usus besar.

Baca juga : Kupas Semua Penyakit yang Diderita Dika Krispatih Hingga Meninggal di Usia Muda

Fungsinya lebih sebagai ruang tampung dari hasil pembusukan atau ruang tampung feses.

Kemudian, ketika defekasi (buang air besar) terjadi, feses akan kembali mengalir menuju ruas dalam dari usus besar dan kembali akan mengalami proses penyerapan air.

Hasilnya, feses akan kekurangan air sehingga menjadi lebih padat, keras dan mengalami sembelit.

Sedang bagi usus besar sendiri, menyerap air dari feses jelas meyebabkan masalah toksin mengingat di dalam feses terdapat penimbunan toksin yang mau tidak mau akan terserap kembali oleh tubuh.

Sedang dalam feses sendiri juga terdapat bakteri yang sebenarnya berperan besar dalam proses pembusukan.

Sayangnya ketika proses penyerapan kembali ini, bakteri bisa mengalir menuju ruas usus lebih dalam dan membentuk infeksi, atau justru menginfeksi rektum karena terlalu lama berada di area ini. Dari sanalah muncul gejala kolitis atau infeksi dan inflamasi pada usus.

Kadang perpaduan antara keberadaan bakteri bersama penumpukan toksin dalam usus besar inilah yang kemudian menjadi asal muasal dari terjadinya polip pada usus besar.

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia Prof. Dr. Aru W. Sudoyono mengatakan 30 persen penderita kanker kolorektal atau kanker usus besar di Indonesia adalah usia produktif, yaitu usia di bawah 40 tahun.

“Dalam 20 tahun terakhir terjadi perubahan gaya hidup, orang-orang senang memakan cepat saji, hal ini dapat memicu berbagai macam penyakit salah satunya kanker kolorektal,” kata dia dalam diskusi “Kenali Kanker Kolorektal Lebih Dekat”.

Penderita yang terkena kanker kolorektal akan mengalami masalah pencernaan seperti diare, sembelit atau mengeluarkan darah saat buang air besar. 

Jika sudah sampai mengeluarkan darah saat buang air besar maka kanker tersebut sudah stadium lanjut.

Perlu Anda ketahui, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, kanker kolorektal merupakan penyebab kematian kedua terbesar untuk pria dan penyebab kematian ketiga terbesar untuk perempuan.

Data Globocan 2012 menunjukkan, insiden kanker kolorektal di Indonesia adalah 12,8 per 100 ribu penduduk usia dewasa, dengan tingkat kematian 9,5 persen dari seluruh kanker.

Baca juga : Ini Alasan Jadi Vegetarian itu Tak Menjamin Akan Selalu Sehat

Bahkan secara keseluruhan risiko terkena kanker kolorektal adalah satu dari 20 orang.

Merokok, meminum alkohol dan memakan makanan berlemak, kebiasaan banyak makan daging merah, kurang konsumsi serat, obesitas serta kurang melakukan aktivitas fisik, merupakan beberapa gaya hidup tidak sehat yang dapat memicu penyakit kanker kolorektal.

Gejala Kanker Usus Besar Yang Muncul


  • Feses yang mengandung darah.
  • Kecapean terus-menerus.
  • Berat badan menurun tanpa diketahui apa penyebabnya.
  • Perut terasa penuh, meski sudah buang air besar.
  • Mengalami perubahan pada fungsi usus (diare / sembelit) tanpa sebab yang jelas, hal ini berlangsung terjadi selama 6 minggu atau bahkan lebih.

Pencegahan dan pengobatan kanker Kolorektal

1. Operasi : Metode operasi biasanya digunakan oleh mayoritas penderita kanker kolorektal ini. Banyak orang yang meyakini kalau pengobatan kanker kolorektal yang paling tepat adalah dengan jalan operasi.

Padahal, pengobatan dengan metode operasi ini bukannya tanpa masalah karena tidak menjamin kanker kolorektal pasca operasi tidak akan kambuh lagi.

Biasanya, masih tersisa sel-sel kanker sehingga di kemudian hari berpotensi untuk kambuh lagi. Hal inilah yang biasanya kurang mendapat perhatian dari para pasien.

2. Radioterapi : Pengobatan dengan radioterapi merupakan tindak lanjut dari operasi. Tujuannya ialah untuk membersihkan sisa-sisa sel kanker yang kemungkinan besar akan kambuh lagi di kemudian hari. Makanya, sel-sel kanker tersebut perlu disapu bersih dengan radioterapi.

Makanan pencegah kanker kolorektal

1. Kacang-kacangan : Kacang-kacangan merupakan makanan yang banyak mengandung folat, vitamin B yang mampu melindungi kerusakan sel DNA. Nah folat ini bisa mencegah terjadinya kanker kolorektal. Tidak percaya?

Sebuah studi yang pernah dilakukan di Universitas Harvard menemukan bahwa 52% dari sekitar 898.000 wanita terhindar dari kanker kolorektal karena mengonsumsi sekitar 400 mcg folat setiap harinya. Nah, untuk mencukupi kebutuhan folat tersebu,  Anda bisa memperbanyak menyantap kacang-kacangan.

2. Susu : Ternyata, selain untuk membangun pertumbuhan tulang yang kuat, susu juga dapat membantu melindungi tubuh dari serangan kanker kolorektal.

Dalam sebuah riset yang melibatkan lebih dari 500.000 orang, berhasil ditunjukkan bahwa mereka yang meminum secangkir susu setiap harinya dapat menurunkan resiko terkena kanker usus besar sekitar 15%.

Buah dan sayuran tinggi serat—Memang belum ada penelitian resmi yang menyebutkan bahwa makan buah dan sayuran berserat berperan dalam menurunkan resiko terkena kanker kolorektal.

Namun, banyak ahli yang percaya kalau dengan mengonsumsi minimal 15 gram serat setiap harinya, dapat membantu makanan yang masuk untuk melewati sistem pencernaan secara cepat sehingga kalau ada makanan yang memiliki sifat karsinogen bisa langsung dibuang ke saluran cerna.

3. Kunyit: Peranan Kunyit, selain sebagai bumbu dapur, juga memiliki curcumin yang telah terbukti memiliki efek antiinflamasi. Curcumin pada Kunyit yang berwarna kuning juga sangat berperan dalam membantu membersihkan karsinogen sebelum merusak sel DNA, disamping juga dapat membantu kerusakan sel yang sudah terjadi. Tidak ada anjuran untuk mengonsumsi Kunyit dalam jumlah tertentu. Yang penting, Anda mengonsumsinya secara rutin.

4. Keladi Tikus: Keladi Tikus adalah salah satu jenis tanaman yang asalnya dari Indonesia yang secara tradisional sudah dimanfaatkan oleh penduduk asli kita untuk mengobati bermacam-macam penyakit secara turun-temurun.

Nah salah satunya adalah sebagai obat kanker usus alami paling manjur dalam dunia pengobatan tradisional. Mengapa tanaman keladi tikus di percayai mampu mengobati penyakit kanker usus besar? Sebab keladi tikus itu adalah tanaman herbal yang diperkaya akan zat zat utama yang dapat melawan sel sel kanker yang tumbuh.

Kandungan yang ditemukan dalam tanaman keladi tikus ini juga meliputi kandungan flavonoid yakni Ribosome Inactivating Protein ( Rips), yang dimana kandungan tersebut merupakan senyawa yang mampu menjaga struktur sel, menaikkan vitamin C, anti inflamasi, anti biotik, dan mencegah tulang keropos.

Selain dari pada itu, tanaman keladi tikus ini juga mengandung senyawa antioksidan tokoferol, yang dimana sebuah penelitian mengabarkan bahwa alfa-tokoferol pada konsentrasi 12 ppm sudah dapat menghilangkan radikal bebas sebesar 96%.

Sementara tanaman keladi tikus yang diperkaya akan anti oksidan tokoferol mempunyai konsentrasi sebesar 313 ppm. Maka tidak aneh lagi kalau tanaman keladi tikus ini mampu bereaksi dengan cepat dalam menyembuhkan penyakit kanker usus besar.

Baca juga : Haid Lebih dari 2 Minggu, Ini Bukan Haid Melainkan Penyakit, Apa Wajib Sholat?

5. Daun Sirsak: Faktanya, daun sirsak itu memang tidak semenarik rasa daging buahnya, tetapi jangan salah kira lho! Perlu Anda tahu, bahwa daun sirsak ini mengandung banyak sekali khasiat dan manfaat bagi kesehatan tubuh.

Seperti untuk mengobati bermacam macam penyakit, salah satunya untuk obat kanker usus alami paling manjur.

Seperti hasil dari sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa daun sirsak mempunyai banyak kandungan berkhasiat yang mampu untuk membinasakan sel sel aktif kanker, membantu menjaga daya tahan tubuh dan juga membantu menghindari tubuh dari serangan infeksi yang mematikan, daun sirsak juga bertindak untuk menangkal radikal bebas.

Di dalam obat kanker usus daun sirsak juga terkandung bahan aktif yang amat baik untuk melenyapkan sel kanker, kandungan tersebut terdiri dari acetogenins, annocatatin, annomurine, annanol, dan annohexocin.

Sudah sejak dahulu, daun sirsak ini dikenal sebagai bahan aktif anti kanker & tumor. Yang mana saat ini daun sirsak telah banyak di manfaatkan sebagai terapi tradisional dalam mengobati penyakit kanker, dan salah satunya seperti kanker usus besar ini.

Cara Pembuatan Obat Kanker Usus Alami Paling Manjur Daun Sirsak:

  1. Sediakan 7 sampai 8 lembar daun sirsak segar yang sudah tua.
  2. Cuci daun sirsak yang telah di sediakan hingga bersih.
  3. Rebus dengan air sebanyak tiga gelas.
  4. Tunggu air rebusannya hingga mendidih dan sisa 1 gelas.
  5. Saring air rebusan, lalu dinginkan.
  6. Air rebusan siap di konsumsi, (diminum 2x sehari).

Dimana kesemua komposisinya merupakan tanaman tradisional yang sangat ampuh untuk menumpas sel kanker. Banyak sekali kesaksian kesembuhan dari pasien kanker usus, baik itu dari stadium awal maupun stadium akhir, berkat mengkonsumsi obat herbal kanker usus tanpa operasi.
Top