Inilah 4 Orang Paling Jauh dari Allah, Jangan Sampai Anda Termasuk 4 Golongan ini

Komentar

Sumber gambar reportase9.blogspot.com

BUKAN gempa, tanah longsor, ataupun kehilangan orang yang paling disayang, atau harta anda hilang semua

Inilah musibah terbesar yang sebenarnya...

Dalam sudut pandang dunia, saat seseorang ditanya mengenai musibah yang paling besar itu apa pasti akan dijawab tentang kehilangan harta benda, kehilangan orang tua, saat mendapatkan penyakit keras.

Namun bagaimana dengan sudut pandang akhirat?. Apakah jawabannya akan sama?. Tentulah tidak, sebab musibah paling besar adalah saat Anda jauh dari Allah. Inilah musibah terbesar yang sebenarnya.

Sudah tahukah Anda siapa orang-orang yang paling jauh dari Allah?. Berikut 4 orang yang terjauh dari Allah:

1.Orang yang Hatinya Keras

Yakni orang yang banyak berbicara namun sangat sedikit berzikir mengingat Allah. “Janganlah kalian banyak bicara tanpa berzikir kepada Allah Ta’ala. Sesungguhnya, banyak bicara tanpa zikir kepada Allah Ta’ala bisa menjadi sebab kerasnya hati. Dan sejauh-jauh seorang hamba dari Allah adalah mereka yang keras hatinya” (H.R. Imam at-Tirmidzi dan Imam al-Baihaqi).

“Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras, sehingga hatimu seperti batu, bahkan lebih keras. Padahal dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang airnya memancar daripadanya. Adapula yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya. Dan adapula yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan” (Al Baqarah : 74)..

2.Orang yang Pelit

Sedekah tidak sampai 10% dari harta yang dimiliki namun sudah merasa dermawan?. Astaghfirullah. Sedangkan begitu banyak non muslim yang bersedekah minimal 10% untuk rumah ibadahnya, mengapa Anda yang muslim amat bakhil dalam bersedekah?.

“Orang yang bakhil jauh dari Allah, jauh dari Surga, dan jauh dari manusia” (HR. At-Tirmidzi).

Seseorang yang pelit sesungguhnya tidak hanya jauh dari manusia, namun juga jauh dari Allah. Jika ia merasa kebakhilannya itulah yang membuatnya sukses, maka ia telah tersesat sangat jauh, karena bisa dipastikan sebelum hari kematiannya, ia akan merasakan efek dari sifat bakhilnya, yakni kebinasaan hartanya:

“Tidaklah ada satu hari pun yang dilalui oleh setiap hamba pada pagi harinya, kecuali ada dua malaikat yang turun, berkata salah satu dari keduanya: “Tidaklah ada satu hari pun yang dilalui oleh setiap hamba pada pagi harinya, kecuali ada dua malaikat yang turun, berkata salah satu dari keduanya: Ya Allah berilah orang yang suka menginfaqkan hartanya berupa ganti (dari harta yang diinfaqkan tersebut), dan berkata (malaikat) yang lain: Ya Allah, berilah orang yang kikir kebinasaan (hartanya)” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

BACA JUGA Penyakit Autoimun Penyebab Kakak Shireen Sungkar Meninggal Dunia, Waspadai 9 Gejala Penyakit Mematikan Ini



3.Orang yang Salat, Namun Tetap Melakukan Perbuatan Keji dan Munkar

Astaghfirullah, begitu banyaknya orang yang melaksanakan salat, namun tetap mengerjakan kemungkaran. Hakikatnya, orang seperti ini salatnya tidaklah mendekatkan diri pada Allah melainkan menjauhkan dirinya dari Allah.

“Barangsiapa yang melaksanakan salat, lantas salat tersebut tidak mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, maka ia hanya akan semakin menjauh dari Allah” (Dikeluarkan oleh Ath Thobari dengan sanad yang shahih dari jalur Sa‘id bin Abi ‘Urubah dari Qotadah dari Al Hasan).

Bukan berarti Anda lantas lebih baik meninggalkan salat, namun justru Anda harus belajar membekaskan salat dalam perilaku atau akhlak sehari-hari Anda. Jangan sampai rajin salat wajib dan sunah, namun perkataan masih suka menyakiti, perbuatan masih suka menzalimi..

4.Ahli Maksiat

Seorang yang rajin berbuat maksiat, maka cahaya Allah tidak dapat merasuk ke hatinya disebabkan kotoran yang pekat menutupi hatinya. Sama seperti sinar matahari yang tidak dapat menembus jendela yang amat kotor berlumuran lumpur.

Imam Syafi’i berkata, “Aku pernah mengadukan kepada Waki’ tentang jeleknya hafalanku. Lalu beliau menunjukiku untuk meninggalkan maksiat. Beliau memberitahukan padaku bahwa ilmu adalah cahaya dan cahaya Allah tidaklah mungkin diberikan pada ahli maksiat” (I’anatuth Tholibin, 2: 190).

Jadi, jangan sampai Allah menjauh dari diri Anda, karena itulah seburuk-buruknya musibah. Jauhilah sifat bakhil, keras hati, perbuatan keji dan maksiat. Semoga tulisan ini bisa menjadi pengingat bersama. Wallahu A’lam.
Top