Ini Alasan Tak Perlu Menyambut Tamu dan Tips Menghadapi Penjenguk Setelah Melahirkan

Komentar

Sumber gambar klikdokter.com
Fakta!

Kedatangan tamu kadang malah akan membuat suasana jadi tak kondusif ketika ibu masih dalam kondisi lelah dan sensitif.

Kalau anda takut dicap sombong, atau lebay. Ikuti tips ini biar tidak dikatakan lebay....

Bagi ibu-ibu yang baru saja menjalani proses persalinan, istirahat adalah hal yang sangat dinantikan. Namun dengan adanya bayi kecil yang menyusu tiap jam istirahat pun tak bisa dilakukan dengan maksimal.

Apalagi, jika di rumah tak ada yang membantu untuk mengerjakan berbagai hal. Dalam kondisi tersebut, akan semakin memusingkan jika rumah didatangi banyak tamu.

Tak perlu ragu untuk menolak kedatangan kerabat jika Anda memang belum siap.

Katakanlah pada pasangan kelelahan yang Anda rasakan. Kedatangan tamu kadang malah akan membuat suasana jadi tak kondusif ketika ibu masih dalam kondisi lelah dan sensitif.

Niat kujungan para kerabat memang baik, mendoakan serta melihat si kecil. Namun alangkah lebih baiknya jika dilakukan di saat yang tepat. Saat ibu sudah pulih dan kondisi memungkinkan.

Ada beberapa alasan mengapa ibu yang baru saja melahirkan tak perlu langsung menerima tamu.

- Bayi menyusu tiap jam atau bahkan 30 menit
Bayi baru lahir, menyusu kapan pun mereka mau. Bayi-bayi ini juga sering buang air besar dan kecil, lalu kembali haus dan menyusu. Memenuhi segala kebutuhan bayi tiap 30 menit atau
tiap jam sambil menjamu tamu bukanlah ide yang baik.

- Ibu akan mendapat 'nasihat' yang tak dibutuhkan
Banyak para kerabat atau saudara yang lebih dulu punya anak, merasa paling tahu soal mengasuh bayi. Hal ini juga tak sepenuhnya tepat. Saran akan mereka berikan selama berjam-jam dan diulang-ulang. Sangat melelahkan mendengarkannya. Lebih baik Anda ikut istirahat tidur bersama bayi. Ide bagus, bukan?

- Masih dalam penyembuhan
Ibu yang melahirkan normal maupun caesar tetap butuh waktu lama untuk bisa pulih dari luka persalinan dan prosesnya yang sangat melelahkan. Duduk menemani tamu berjam-jam tentu akan sangat menyiksa. Belum lagi rasa nyeri yang muncul sewaktu-waktu.

\
Sumber gambar sewsonia.blogspot.com

6 Tips Menghadapi Penjenguk bagi ibu yang baru melahirkan

1. Tetapkan aturan
Diskusikan dengan suami, bagaimana perasaan Bunda jika ada tamu yang datang dan ingin menggendong si kecil yang baru lahir. Menjaga kesehatan si kecil yang sistem imunnya masih lemah adalah prioritas utama orangtua.

2. Rumah sakit atau rumah
Banyak ibu yang tidak ingin dijenguk saat masih berada di rumah sakit setelah melahirkan bayi, karena mereka ingin menghabiskan waktu hanya dengan suami dan keluarga inti. Untuk meresapi kebahagiaan atas kehadiran bayi.

Belum lagi jika ibu mengalami masalah saat harus menyusui bayi, atau mengalami komplikasi saat melahirkan. Tentunya ibu membutuhkan waktu untuk pulih.

3. Saling dukung dengan suami
Dalam menetapkan aturan berkunjung, libatkanlah suami Bunda. Agar kalian bisa saling mendukung, jika salah satu pihak terlalu lemah untuk menolak permintaan tamu, yang lain bisa menguatkan.

Jika ayah dan ibu sama-sama setuju, maka lebih mudah untuk menghadapi para tamu yang gigih ingin melanggar aturan yang kalian tetapkan.

4. Mengatakan ‘ya’ jika ada yang menawarkan bantuan
Jika teman atau kerabat yang sedang berkunjung menawarkan bantuan, tak perlu sungkan untuk berkata ya. Mereka dengan tulus ingin membantu Anda, singkirkan rasa segan dan mulailah memberitahu mereka apa yang bisa dilakukan untuk meringankan beban Bunda.

5. Tak perlu melayani mereka
Sopan santun mengajari kita untuk melayani tamu yang datang ke rumah, akan tetapi ibu yang baru saja melahirkan butuh banyak istirahat. Apalagi waktunya sudah tersita untuk menjalani peran sebagai ibu dari bayi yang baru lahir.

6. Tegakkan aturan secara jelas
Katakan dengan jelas kepada setiap tamu yang datang, bahwa Bunda ingin tangan mereka harus bersih sebelum memegang bayi. Atau melarang mereka datang jika sedang sakit, bahkan meski sakit ringan seperti flu.

Nah Bunda, sekarang sudah tahu kan apa saja tips menghadapi penjenguk jika Bunda melahirkan nanti. Ingat, Bunda punya hak penuh untuk menentukan siapa yang boleh dan tidak boleh menjenguk bayi, juga tempat menjenguk apakah di rumah sakit atau di rumah.

Pastikan Bunda memiliki cukup istirahat dengan tidak melayani setiap tamu yang datang, mengatakan ya kepada orang yang menawarkan bantuan, juga bekerjasama dengan suami dalam menghadapi setiap tamu yang datang.

Jika saat Bunda berusaha tegas demi melindungi bayi namun dianggap lebay, tidak masalah. Karena jika terjadi apa-apa pada bayi, Bundalah yang pertama merasakan sedih dan kesusahan saat mengurusnya.

Jadi, ingat-ingat selalu tips menghadapi penjenguk di atas ya, Bunda.
Top