Durhakakah Anak Jika Menolak Jodoh Pilihan Orang Tua?

Komentar

foto via wajibbaca.com dari suratkabar.com

"Mau nggak mau kamu harus nikah sama pilihan Bapak"

Ini masih banyak terjadi lho, nah kalau nolak bagaimana?

Mau menolak itu ada kata "durhaka", kalau meng'iyakan itu tak sesuai dengan pilihan... Bisa jadi rumah tanggamu nggak bakal bahagia...

Kalau menurut hukum Islam begini...

Perjodohan adalah momok yang masih dilakukan oleh orangtua untuk membuat anaknya bahagia.

Sejak zaman Siti Nurbaya sampai sekarang masih saja ada cerita tentang menjodohkan anaknya dengan pilihan yang menurut orangtua terbaik.

Namun, banyak dari anda yang menolak dan tidak ingin hidup bersama dengan jodoh yang dipilihkan.

Menolak dengan sikap yang baik dan diungkapkan dengan agresif tentu dapat mengakibatkan konflik antara orangtua dan anda.

Baca Juga : Menikah itu Tak Perlu Cari yang Sempurna, Kamu Hanya Butuh Seseorang yang Besedia Menamanimu

Dan bagaimana jika anak menolak jodoh dari orangtua apakah anak disebut durhaka karena melawan perintah orangtua?

Berikut penjelasan menurut islam tentang anak menolak jodoh dari orangtua.

Durhakakah anak menolak jodoh dari orangtua

Orang tua tidak boleh memaksa anaknya untuk menikah dengan seseorang yang tidak disukai anaknya. Dalilnya:

عن أبي سعيد الخدري أن رجلا أتى بابنة له إلى النبي صلى الله عليه و سلم فقال إن ابنتي قد أبت أن تتزوج قال فقال لها أطيعي أباك قال فقالت لا حتى تخبرني ما حق الزوج على زوجته فرددت عليه مقالتها قال فقال حق الزوج على زوجته أن لو كان به قرحة فلحستها او ابتدر منخراه صديدا أو دما ثم لحسته ما أدت حقه قال فقالت والذي بعثك بالحق لا اتزوج ابدا قال فقال لا تنكحوهن إلا بإذنهن

Dari Abu Said al-Khudri, bahwa ada seseorang yang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan membawa putrinya. Orang ini mengatakan, “Putriku ini tidak mau menikah.” Nabi memberi nasihat kepada wanita itu, “Taati bapakmu.” Wanita itu mengatakan, “Aku tidak mau, sampai Anda menyampaikan kepadaku, apa kewajiban istri kepada suaminya.” (merasa tidak segera mendapat jawaban, wanita ini pun mengulang-ulangi ucapannya). Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Baca Juga : "Yang penting nikahi aku dulu, urusan harta dan kesenangan bisa kita cari bersama"

“Kewajiban istri kepada suaminya, andaikan di tubuh suaminya ada luka, kemudian istrinya menjilatinya atau hidung suaminya mengeluarkan nanah atau darah, kemudian istrinya menjilatinya, dia belum dianggap sempurna menunaikan haknya.”

Spontan wanita itu mengatakan: “Demi Allah, Dzat yang mengutus Anda dengan benar, saya tidak akan nikah selamanya.”

Kepada ayahnya, “Jangan nikahkan putrimu kecuali dengan kerelaannya.” (HR. Ibn Abi Syaibah no.17122)

Bahkan jika orang tua memaksa dan anak tidak ridha kemudian terjadi pernikahan, maka status kelangsungan pernikahan dikembalikan kepada anaknya. Jika si anak bersedia, pernikahan bisa dilanjutkan, dan jika tidak maka keduanya harus dipisahkan. Di antara dalilnya adalah

Baca Juga : Cerita Haru Wanita ini, "Menikah itu Hanya Tentang Berjuang Bersama Orang yang Tepat"

Jadi, anak tidak termasuk durhaka jika menolak jodoh yang diberikan orang tua.

عن ابن عباس رضي الله عنهما ” أن جارية بكراً أتت رسول الله صلى الله عليه وسلم فذكرت أن أباها زوجها وهي كارهة , فخيرها رسول الله صلى الله عليه وسلم “

Dari Ibn Abbas radhiallahu ‘anhuma beliau menceritakan, “Ada seorang gadis yang mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan melaporkan bahwa ayahnya menikahkannya sementara dia tidak suka. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan hak pilih kepada wanita tersebut (untuk melanjutkan pernikahan atau pisah).” (HR. Ahmad 1:273, Abu Daud no.2096, dan Ibn Majah no.1875)
Allahu a’lam
Top