Buat yang Sudah Halal, Ini Doa Sebelum Berhubungan Cocok untuk Malam Pertama

Komentar

Gambar via www.ummi-online.com

Doa ketika berhubungan suami istri terlengkap arab, latin dan artinya yang harus dibaca sebelum, setelah dan saat sperma keluar agar berkah dan cepat hamil...

Haruskah membaca doa sebelum berhubungan? Apa manfaatnya?

Doa ketika berhubungan suami istri  yang harus dibaca sebelum, setelah dan saat sperma keluar agar berkah dan cepat hamil.

Dalam Islam, melakukan hubungan suami istri adalah wajib hukumnya, karena ini merupakan salah satu kewajiban sebagai sepasang suami istri.

Islam sudah mengatur secara detail bagaimana cara berhubungan seks yang baik dan benar.

Nah, sebagai makhluk yang sempurna, hendaknya ketika berhubungan suami istri atau bersetubuh juga harus dilakukan dengan cara yang mulia

Jika Lupa Membaca Doa Sebelum Berhubungan Bagaimana jika lupa baca doa sebelum berhubungan intim? Apakah harus baca doa setelahnya?

Membaca doa malam pertama sebelum berhubungan memiliki banyak sekali manfaat

Pertama, Sebagai tabir aurat manusia dari pandangan jin

Dalam hadis dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

سِتْرُ ما بَيْنَ أَعْيُنِ الْجِنِّ وَبَيْنَ عَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ ، إِذَا خَلَعَ الرَّجُلُ ثَوْبَهُ أَنْ يَقُولَ : بِسْمِ

“Tabir antara pandangan mata jin dengan aurat bani adam (manusia) adalah apabila seseorang melepas pakaiannya, dia membaca: bismillah. (HR. Ibnu Adi, at-Thabrani dalam Mu’jam al-Ausath – al-Mathalib al-Aliyah, al-Hafidz Ibnu Hajar, no. 37).

Kedua, Anak hasil hubungan dilindungi oleh Allah

Dalam hadis dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika salah seorang dari kalian (suami) ketika ingin menggauli istrinya, dan dia membaca doa:

بِاسْمِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

“Dengan (menyebut) nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezki yang Engkau anugerahkan kepada kami.”

Jika Allah menakdirkan (lahirnya) anak dari hubungan tersebut, maka setan tidak akan bisa mencelakakan anak tersebut selamanya.” (HR. Bukhari 141 dan Muslim 1434)

Bagaimana jika lupa?

Jika lupa, tentu saja kesempatan untuk mendapatkan manfaat di atas menjadi hilang.

Hanya saja, doa ini tidak wajib, dan tidak ada kaffarah jika ditinggalkan. Dan tidak ada anjuran untuk membacanya di tengah jimak atau setelah jimak.

Dalam Fatwa Syabakah Islamiyah dinyatakan,

وهذا الدعاء مستحب لا واجب، فمن  تركه ولو عمدا لم يكن عليه جناح

Doa ini anjuran dan tidak wajib. Karena itu, siapa yang meninggalkannya, meskipun sengaja, tidak berdosa. (Fatwa Syabakah Islamiyah, no. 146507)

Apakah anaknya akan menjadi durhaka?

Jika Allah takdirkan jadi anak, apakah anaknya akan menjadi durhaka?

Salah satu sebab untuk melindungi anak dari godaan setan adalah dengan membaca doa sebelum melakukan hubungan badan.

Hanya saja perlu dipahami, bahwa itu hanya salah satu sebab. Artinya, masih ada sebab lain yang membentuk karakter seorang anak.

Ulama menegaskan bahwa hadis ini tidaklah menunjukkan bahwa setiap anak terlahir dari hasil hubungan badan yang sebelumnya diawali dengan doa, dia akan menjadi manusia yang makshum, terbebas dari setiap dosa dan godaan setan.

Karena setiap kejadian ada sebab dan ada penghalang.

Usaha orang tua, yang berdoa ketika hendak berhubungan badan, merupakan salah satu sebab agar anak tersebut selamat dari godaan setan.

Akan tetapi, dalam perjalanan hidupnya, terdapat banyak penghalang dan sebab lainnya, yang membuat anak ini tidak bisa bersih dari godaan setan, sehingga dia melakukan kemaksiatan. (Taisirul Alam Syarah Umdatul Ahkam, 1/588)

Karena itu, bukan jaminan bahwa setiap anak yang terlahir dari hubungan badan yang diawali dengan doa, pasti akan menjadi anak yang soleh.

Demikian pula sebaliknya, bukan jaminan, setiap anak yang terlahir dari hubungan badan tanpa diawali doa, atau bahkan terlahir dari hubungan haram (zina), pasti akan menjadi anak setan, atau bala tentara iblis.

Diantara usaha yang bisa dilakukan orang tua adalah memperhatikan pendidikan selama masa tumbuh kembang anak. Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (QS. at-Tahrim: 6)

Termasuk mendoakan agar keluarga selalu mendapat penjagaan, dan diberi hidayah. Seperti doa yang Allah sebutkan di surat al-Furqan ketika Allah bercerita tentang karakter ibadurrahman,

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.(QS. al-Furqan: 74)

Untuk meraih keberkahan dalam hubungan intim pada pasutri, di antaranya adalah dengan berdo'a ketika hendak mendatangi istri.

Keampuhan do'a ini akan memberikan kebaikan pada keturunan yang dihasilkan, itu di antaranya. Juga tentunya hubungan intim yang sesuai ajaran Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam akan semakin menambah kemesraan karena kebrkahan yang hadir ketika itu.

Karena itu, hubungan intim dianjurkan dijalankan dengan cara yang layak.

Meski tidak ada batasan bagi suami istri, namun ada adab yang patut diperhatikan. Ini agar pasangan suami istri merasakan kenikmatan dan keberkahan sekaligus.

Salah satu adab tersebut adalah membaca doa sebelum berhubungan intim. Tetapi, mungkin banyak umat Islam yang terkadang lupa tidak membaca doa.

Ada beberapa doa yang disarankan bagi mereka yang ingin cepat memiliki keturunan.

Untuk persoalan ini, Islam punya solusinya. Ada beberapa doa yang disarankan bagi mereka yang ingin cepat memiliki keturunan.

1. Doa jima

" Allahumma janibnasyaithana wa janibnisyathanamarazaqna."

Doa ini bermakna untuk memohon agar dijauhkan dari setan yang bisa merusak hubungan suami istri, juga menjauhkan setan dari rezeki yang Allah berikan kepada setiap pasangan.

Doa ini dilafalkan sebelum seseorang memulai untuk melakukan hubungan suami istri.

2. Doa ketika mengeluarkan air mani

" Allahummaj'alnuthfatna dzurriyyatan thayyibah."

Arti dari doa ini yaitu 'Ya Allah, semoga sperma yang kami keluarkan bisa menghasilkan keturunan yang baik'.

Ternyata bukan hanya doa akan berhubungan dengan istri saja, namun juga bagi para lelaki yang telah sampai dan akhirnya mengeluarkan air mani dianjurkan untuk membaca doa ini.

3. Doa Setelah Berhubungan Badan

Setelah selesai berhubungan badan, anda dan pasangan harus mengucapkan hamdalah.

Doa ini dilafalkan sebagai ungkapan syukur kepada Allah yang memberikan kenikmatan saat anda dan pasangan berhubungan badan.

“Alhamdulillaahi lladzii khalaqa minal maa i basyaraa”

Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air mani ini menjadi manusia (keturunan).


Bacaan doa ketika suami istri berhubungan badan

Sangat dianjurkan untuk membaca doa terlebih dahulu sebelum bersenggama.

Memohon kepada Allah SWT agar diajuhkan syetan yang terkutut dari diri kita serta anak keturunan kita. Dan berikut adalah bacaan doanya lengkap dalam bahasa arab, latin dan artinya.

بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنِى الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

BISMILLAH ALLAHUMMA JANNIBNIS SYAITHAN WA JANNIBIS SYAITHAN MA RAZAQTANA

Artinya :
Dengan menyebut nama Allah, ya Allah, jauhkanlah syetan dari saya, dan jauhkanlah ia dari apa yang akan Engkau rizkikan kepada kami (anak, keturunan)

Sebelum berhubungan suami-istri (jimak) kita dianjurkan minimal berdoa kepada Allah. Doa sebelum berhubungan suami-istri ini diharapkan dapat mendatangkan perlindungan Allah SWT.

Di samping itu, kita mengharapkan dalam doa tersebut karunia anak saleh kelak jika Allah menakdirkannya dari hubungan tersebut

Hal ini diterangkan oleh Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam Al-Ghuniyah li Thalibi Thariqil Haqqi Azza wa Jalla fil Akhlaq wat Tashawwuf wal Adabil Islamiyah, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah, tahun 1997 M/1417 H, juz I, halaman 103.

بِسْمِ اللهِ العِلِيِّ العَظِيْمِ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنْ قَدَّرْتَ أَنْ تَخْرُجَ مِنْ صُلْبِيْ، اَللَّهُمَّ جَنِّبْنِي الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنِيْ

Bismillâhil ‘aliyyil ‘azhîm. Allâhummaj‘alhu dzurriyyatan thayyibah in qaddarta an takhruja min shulbî. Allâhumma jannibnis syaithâna wa jannibis syaithâna mâ razaqtanî.

Artinya: “Dengan nama Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Tuhanku, jadikanlah ia keturunan yang baik bila Kau takdirkan ia keluar dari tulang punggungku. Tuhanku, jauhkan aku dari setan, dan jauhkan setan dari benih janin yang Kauanugerahkan padaku.”
Top