Cuma Salah Adab di Kamar Mandi, Kaum Fir'aun Diperlihatkan Neraka dan Mendapat Azab yang Pedih ini

Komentar

Sumber gambar panjimas.com
Kamar mandi tempat untuk mensucikan diri, bukan yang lain lho ya...

Herannya, sekarang ini malah banyak yang menyepelekan bahkan di fasilitas umum banyak yang kurang sadar dengan kesuciannya....

Karena terlalu bergampang-gampangan bisa jadi sebab datangnya siksa kubur

Jangan jadi seperti kaum Fir'aun

Dalam islam semua hal sudah diatur, semua perkara yang urusannya dunia dan akhirat pun di jelaskan entah melalui al quran ataupun hadits.

Terlebih lagi masalah kesehatan dan kesucian, didalam al quran dan hadits rasulullah Muhammad saw yang menganjurkan umatnya untuk menjaga kebersihan, seperti terjemahan kedua ayat berikut ini:

“Dan pakaianmu bersihkanlah.” (Al-Mudatsir/74: 4) dan “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (Al-Baqarah/2: 222)

Air kencing manusia adalah bagian dari najis, karena itulah pakaian, badan maupun tempat terkena air kencing pun wajib dibersihkan. Bila tidak justru malah membuat siksa kubur terasa sangat berat.

Dikutip dari Irwaul Ghalil, no. 280, Anas RA pernah mendengar jika Rasulullah SAW bersabda kepada umatnya untuk membersihkan dari air kencing.


Sumber gambar uragdrrulug.blogspot.com

Karena mayoritas siksa kubur karena perkara tersebut.

Dalam hadis Ad-Daruquthni, “Bersihkanlah diri dari air kencing. Karena sesungguhnya kebanyakan siksa kubur berasal darinya.” (HR. Ad-Dȃruquthnȋ dalam Sunannya, no. 459)

Saking pentingnya perkara buang air kecil ini, ada suatu riwayat yang menjelaskan golongan bani israil ketika baju mereka terkena air kencing, maka mereka pun mengguntingnya.

BACA JUGA Ini Perbedaan Pengobatan Syariah dan Dukun, Jangan Sampai Mengorbankan Aqidah

Dalam sebuah hadits dijelaskan dari Abdurrahman bin Hasanah RA, Ia berkata jika Rasulullah SAW keluar bersama dengan mereka.

Ketika pergi Beliau membawa tameng kulit yang diletakkan di tangannya, setelah itu Nabi SAW pun meletakkannya.

Beliau pun duduk lantas membuang air menghadap kepadanya namun memakai tameng tersebut sebagai penutup.


Sumber gambar sidomi.com

Tak sedikit dari mereka lantas mencela Nabi SAW, “Lihat orang ini, dia buang air seperti wanita buang air (karena sangat menjaga auratnya).

Nabi SAW yang mendengar hal itu langsung berkata, “Kasihan engkau, tidakkah engkau tahu siksa yang menimpa seorang lelaki Bani Israil? Jika air kencing mengenai mereka, mereka biasa mengguntingnya dengan gunting. Lalu lelaki itu melarang mereka, sehingga dia disiksa di dalam kuburnya.” (HR. Ibnu Majah, no. 346. Dishahihkan oleh Syaikh Syu’aib al-Arnauth)

Beberapa faedah dari hadits di atas:

1- Wajibnya membersihkan diri dari bekas kencing. Hendaknya kencing tersebut benar-benar dibersihkan dari badan, pakaian atau tempat shalat.

Tidak boleh gampang-gampang dalam hal pembersihan ini.

Karena terlalu bergampang-gampangan sebab datangnya siksa kubur.

Jadi, jika ingin kencing hendaklah mencari tempat yang membuat kita tidak mudah kena cipratan kencing.

2- Tidak membersihkan diri dari kencing ketika buang hajat termasuk dosa besar, termasuk pula orang yang tidak menutupi diri saat buang hajat sebagaimana disebutkan dalam riwayat lainnya.

3- Dalil ini menunjukkan adanya siksa kubur. Akidah ini didasari pada dalil Al Qur’an, hadits dan ijma’ (kesepakatan para ulama).

Allah Ta’ala berfirman,

وَحَاقَ بِآَلِ فِرْعَوْنَ سُوءُ الْعَذَابِ (45) النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آَلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ (46

“Dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang , dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras”.” (QS. Al Mu’min: 45-46)

Ibnu Katsir mengatakan mengenai ayat ini, “Ayat ini adalah pokok aqidah terbesar yang menjadi dalil bagi Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengenai adanya adzab (siksa) kubur yaitu firman Allah Ta’ala,

النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا

“Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 6: 497)

Ya Allah, selamatkanlah kami dari siksa kubur. Hanya Allah yang memberi taufik.
Top