3 Hikmah Penting dari Cerita Nabi Sulaiman yang Dapat Diterapkan Dalam Hidup

Komentar

ilustrasi via Satu Jam

Sulaiman dikenal sebagai nabi yang kaya raya memiliki kerajaan megah dan kekuasaan yang meliputi binatang serta jin..

Namun tak banyak yang tahu mengenai kisah kematian beliau. Berikut adalah kisah lengkap nabi sulaiman...

Nabi Sulaiman atau Solomon diberi kekuatan yang menakjubkan oleh Allah Ta'ala. Dan kalau beliau memakai cincinnya (Cincin Nabi Sulaiman) maka Jin, setan, manusia dan binatang binatang hadir, berada dibawah kekuasaannya tuduk serta patuh.

Nabi Sulaiman adalah salah seorang putra Nabi Daud. Nabi Sulaiman sudah menampakkan tanda-tanda kecerdasannya sejak berusia sebelas tahun. Di tahun itu telah tampak padanya kepandaian berfikir, ketajaman otak dan ketelitian dalam mengambil dan mempertimbangkan sebuah keputusan.

Sulaiman dikenal sebagai nabi yang kaya raya memiliki kerajaan megah dan kekuasaan yang meliputi binatang serta jin Namun tak banyak yang tahu mengenai kisah kematian beliau.

Selebihnya hanya wajib kita imani (bahwa para nabi dan Rasul tersebut ada) saja, tidak sampai harus diketahui. Oleh karena itu, mengetahui kisah atau cerita ke-25 Rasul tersebut merupakan suatu keharusan. Dengan mempelajari kisah Nabi Sulaiman as, maka kita sudah menjalankan sebagian keharusan tersebut. Namun, jangan lupa juga membaca kisah rasul yang lain.

Kisah Nabi Sulaiman selalu saja menarik untuk dibaca dan diambil pelajaran. Kedahsyatan mukjizat dan kekuasaan sang nabi pun memancing banyak orang untuk membuat cerita fiktif dengan mencatut nama beliau.

Kisah Nabi Sulaiman adalah ketaatan beliau kepada Allah. Nabi Sulaiman tetap patuh sebagai hamba Allah, meskipun segala hal telah beliau miliki. Tidak hanya kaya, beliau juga seseorang yang disegani. Jin dan setan pun tunduk kepadanya. Sampai-sampai, Nabi Sulaiman bisa mengutus mereka semua untuk membantu pekerjaan beliau.

Nabi Sulaiman juga dianugerahi kemampuan berbicara dengan binatang. Beliau sangat menyayangi binatang-binatang tersebut, serta berusaha mengerti dan mewujudkan keinginan mereka untuk diperhatikan para manusia.

KISAH NABI SULAIMAN A.S

Siapa yang tidak kenal dengan Nabi Sulaiman?? Nabi yang diberi mukjizat dapat berbicara dengan binatang ini, mempunyai berbagai kisah bermakna. Mau tahu apa sajakah itu?? mari kita simak kisah berikut..

Nabi Sulaiman adalah putra Nabi Daud a.s. dia mempunyai otak yang sangat cerdas, budi pekertinya luhur, jujur dan tidak sombong. Nabi Sulaiman mewarisi kerajaan milik ayahnya, Nabi Daud a.s. selain dianugerahi kerajaan dan kekayaan yang melimpah, Allah SWT masih memberikannya mukjizat lain kepada Nabi Sulaiman yakni dapat mengerti bahasa binatang. Selain itu, beliau juga mempunyai tentara yang terdiri dari jin, manusia, dan burung. Allah SWT berfirman yang artinya sebagai berikut:

“Dan untuk Sulaiman dikumpulkan bala tentaranya dari jin, manusia, dan burung, lalu mereka berbaris dengan tertib.” (QS. An-Naml ayat 17)

Walaupun kaya raya dan memiliki banyak kelebihan, Nabi Sulaiman tidak sombong, akan tetapi rendah hati dan mengasihi pada sesama makhluk serta bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah diberikan olehNya. Bahkan, kepada seekor semutpun, Nabi Sulaiman menaruh belas kasihan. Suatu hari Nabi Sulaiman memimpin tentaranya berbaris. 

Mereka melewati lembah tempat tinggal semut. Mendengar ada raja seekor semut yang berteriak, memerintahkan semut lain untuk masuk ke sarang agar tidak terinjak oleh pasukan Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman segera memerintahkan bala tentaranya untuk berhenti. Setelah semua semut masuk ke dalam sarangnya, barulah Nabi Sulaiman dan bala tentaranya melanjutkan perjalanan.

Ada kisah lain kedermawanan Nabi Sulaiman kepada seekor semut. Menurut riwayat, pada suatu hari Nabi Sulaiman pernah memberi makan seekor semut sebiji gandum. Beliau memberi makan dan memeliharanya dalam sebuah botol. Semut tersebut merasa kenyang dan terjaga keamanan dari semut lainnya.

Suatu ketika Kerajaan Nabi Sulaiman a.s. mengalami musim kering yang panjang. Kekeringan melanda dimana-mana. Nabi Sulaiman tidak tinggal diam. Beliau membantu rakyatnya dengan memberi seluruh kekayaannya. Pada waktu yang lain, Nabi Sulaiman didatangi umatnya. Mereka minta tolong supaya beliau mohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan sehuingga dapat membasahi kebun-kebunnya. 

Selanjutnya airnya dapat mengalir ke sungai-sungai mereka. Nabi Sulaiman AS segera menerintahkan kepada pengikutnya. Satu rombongan besar yang terdiri dari bangsa jin dan manusia. Mereka berkumpul di lapangan untuk berdo’a. mereka memohon kepada Allah SWT agar musim kering segera berakhir dan hujan segera turun. Akhirnya, Allah SWT mangabulkan permohonan Nabi Sulaiman AS dan pengikutnya.

Di suatu tempat, jauh dari kerajaan Nabi Sulaiman As, terdapat sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang ratu cantik yang bernama Ratu Balqis. Kerajaan tiu bernama Kerajaan Saba’. Ratu Balqis dan seluruh rakyatnya tidak menyembah Allah SWT. Mereka menyembah matahari. Nabi Sulaiman AS mengetahui tentang Kerajaan Saba’ ini dari burung Hud-Hud. Kemudian, Nabi Sulaiman AS mengirim surat kepada Ratu Balqis yang isinya Ratu Balqis dan rakyatnya diminta menyembah Allah SWT. Lalu, Ratu Balqis mengirim surat balasan untuk Nabi Sulaiman yang mengabarkan bahwa ia adalah ratu atas negeri yang megah dan memilik tentara yang kuat. 

Sudah sepantasnya Nabi Sulaiman segan kepadanya. Ratu Balqis menambahkan pada suratnya bahwa sesungguhnya seorang raja yang memasuki negeri lain maka akan menghancurkan negeri itu, menguasai rakyat, dan menjajahnya. Selanjutnya, Ratu Balqis mengrim utusan dengan membawa harta benda yang banyak untuk diberikan kepada Nabi Sulaiman, tetapi Nabi Sulaiman tidak mau menerimanya. Nabi Sulaiman tidak menginginkan harta. Akhirnya, Ratu Balqis pergi ke Palestina menghadap Nabi Sulaiman. 

Sebelum Ratu Balqis sampai, orang saleh dari pengikut Nabi Sulaiman diberi tugas untuk memindahkan singgasana Ratu Balqis. Dalam sekejap mata singgasana itu sudah berada di hadapan Nabi Sulaiman. Setelah mengetahui bahwa Nabi Sulaiman adalah seorang utusan Allah SWT, Ratu Balqis mengikuti Nabi Sulaiman AS dan menyembah Allah SWT.

Pelajaran yang dapat diambil dari kisah Nabi Sulaiman

Allah Tetaplah Mahakaya

Allah mengatakan rizki manusia telah diatur. Maka, tidak aka nada rizki yang tertukar. Hikmah tersebut dapat diambil dari kisah Nabi Sulaiman dengan ikan paus. Suatu hari beliau melihat ikan paus yang terdampar di tepi pantai. Ternyata mereka sedang mencari makanan. Lalu Nabi Sulaiman menyuruh meraka untuk makan di rumah beliau.

Nabi Sulaiman telah memasak banyak makanan untuk mereka. Namun makanan yang banyak sekali jumlahnya itu tidak dapat mengenyangkan semua paus itu. Akhirnya Nabi Sulaiman menyadari, betapa pun kayanya beliau, Allah tetaplah sang Mahakaya yang memberikan rizki untuk semua manusia.

Tetaplah Rendah Hati

Nabi Sulaiman tetaplah pribadi yang rendah hati, meskipun kekayaan dan kehebatan beliau tidak tertandingi. Sejak kecil Nabi Sulaiman memang orang yang sangat cerdas. Gaya kepemimpinan beliau juga sangat santun. Beliau adalah orang selalu mendahulukan kepentingan rakyat.

Meskipun memiliki beberapa mukjizat, bahkan dapat berbicara dengan binatang, tidak lantas membuat Nabi Sulaiman mengetahui segalanya. Dari kisah tersebut, Allah memberikan pelajaran kepada kita bahwa nabi tetaplah manusia biasa, meskipun memiliki keistimewa.

Jika Anda adalah seorang pemimpin, jadilah seperti Nabi Sulaiman. Beliau adalah pemimpin yang sangat bijaksana. Beliau mau mendengarkan alasan dan pembelaan dari bawahannya sebelum memberikan hukuman. Nabi Sulaiman tidak pernah mengambil keputusan terburu-buru. Beliau selalu memutuskan segala sesuatu dengan penuh pertimbangan yang matang.

Usia Manusia Sudah Diatur oleh Allah

Suatu hari dalam perjamuan di rumah Nabi Sulaiman, umatnya didatangi oleh seorang laki-laki yang tampan. Setelah kepergian lelaki tersebut, umat beliau bercerita bahwa orang tersebut adalah malaikat maut. Maka, mereka pun berlari ke India agar tidak dapat dicabut nyawanya.

Allah memberikan pelajaran kepada kita semua bahwa kematian sudah ditentukan oleh-Nya dan tidak dapat dihindari. Umat tersebut berusaha untuk lari ke luar kota yang sangat jauh. Akan tetapi, Allah tetap saja memerintahkan Izrail untuk mencabut nyawa mereka.

Demikianlah hikmah di dalam kisah Nabi Sulaiman. Semoga bermanfaat.
Top