Bayi Baru Lahir yang Terkena Cacat Jantung Punya Tanda-tanda Berikut ini

Komentar

foto via tribunnews.com

Tanda-tanda bayi yang terkena cacat jantung...

Atresia pulmonal atau cacat jantung bawaan bayi adalah adanya cacat jantung saat lahir (bawaan) yang biasanya didiagnosis dalam beberapa jam atau hari pertama kehidupan.

Kasus ini terjadi saat katup yang membuat darah keluar dari jantung menuju paru-paru bayi (katup pulmonal) tidak terbentuk dengan benar.

Alih-alih membuka dan menutup untuk memungkinkan darah untuk melakukan perjalanan dari jantung ke paru-paru, satu lembar padat bentuk jaringan.

Baca Juga : Diberi Susu Kental Manis, Bayi ini Malah Alami Gizi Buruk Hingga Kulitnya Terkelupas

Jadi darah tidak dapat melakukan perjalanan dengan rute normal untuk mengambil oksigen dari paru-paru...

Hal itu berakibat darah mengalir ke paru-paru melalui jalur alami di dalam jantung dan arteri.

Kondisi ini tentunya bisa mengancam jiwa lo Moms.

Ada beberapa tanda yang ditunjukkan bayi Moms saat mengalami kondisi ini.

Tanda bayi yang mengalami kondisi cacat jantung

-Kulit berwarna biru atau abu-abu (sianosis)
-Pernapasan cepat atau sesak napas
-Mudah lelah
-Masalah makan, seperti terlihat lelah atau berkeringat saat makan
-Kulit yang pucat dan berkeringat yang mungkin terasa dingin jika disentuh
Nah Moms, bila menemukan tanda-tanda bayi seperti yang sudah disebutkan sebaiknya segera dikonsultasikan pada dokter untuk penanganan yang lebih lanjut yang cepat...

Baca Juga : Akibat Orangtua Lalai, Balita ini Terjangkit Virus Berbahaya Usai Duduk di Troli Belanja

Bayi yang menderita cacat jantung biasanya juga bawaan dari orangtua. Dan orangtua berpengaruh besar anak mengalami cacat jantung.

Nah, berikut tipe orangtua yang menjadi faktor penyebab bayi menderita cacat jantung sebagaimana dikutip nakita.grid.id

1. Seorang ibu yang memiliki campak Jerman (rubella) atau penyakit virus lain selama awal kehamilan

2. Orang tua yang memiliki cacat jantung kongenital

3. Minum alkohol selama kehamilan

4. Merokok sebelum atau selama kehamilan

5. Seorang ibu yang memiliki diabetes tidak terkontrol

6. Seorang ibu yang menderita lupus, maupun gangguan autoimun

7. Penggunaan beberapa jenis obat selama kehamilan, seperti obat jerawat isotretinoin (Claravis, Amnesteem, yang lain), beberapa obat anti-kejang dan beberapa obat gangguan bipolar

8. Kehadiran down syndrome, kondisi genetik yang dihasilkan dari tambahan kromosom ke-21

Baca Juga : Hati-Hati Dengan Mainan Terompet, Ternyata Bisa Sebabkan "Difteri" Mudah Menular

Walau penyebab pasti penyakit ini tidak diketahui, ada beberapa hal yang membantu Moms mengurangi risiko cacat jantung ini.

Lakukan vaksin campak Jerman (Rubella).
Jika Moms terkena campak Jerman selama kehamilan, tentunya dapat memengaruhi perkembangan jantung bayi Moms. Vaksinasi sebelum hamil kemungkinan bisa menghilangkan risiko ini.

1. Mengontrol kondisi medis yang kronis.

Jika Moms menderita diabetes, menjaga gula darah dapat mengurangi risiko cacat jantung.

Jika Moms memiliki kondisi kronis lainnya, seperti epilepsi, yang memerlukan penggunaan obat, diskusikan risiko konsumsi obat ini dengan dokter.

2. Jangan merokok atau minum.

Merokok dan minum alkohol selama kehamilan dapat meningkatkan risiko cacat jantung pada bayi Moms.

Oleh karena itu, sebelum dan selama kehamilan sebaiknya tidak merokok apalagi minum alkohol ya Moms.
Top