Banyak Anak Lupa Orang Tua Saat Dewasa, Karena 10 Hal ini Tidak Diajarkan Waktu Kecil

Komentar

Sumber gambar Dailymoslem
Banyak anak yang menelantarkan orang tua, sampai muncul di tv tv

Tragis memang, namun masih sering terjadi

Karena anak mulai merasa bisa hidup sendiri dan menginginkan kemandirian...

Kembali lagi ternyata, faktornya orangtua salah...

Pada saat kita kecil atau muda, sering kita merasakan orang tua kok sangat galak, ini itu nggak boleh. Uang jajan nggak pernah dikasih dan sering-sering kita kena gampar, hanya karena kesalahan yang kita anggap sepele.

Masing-masing keluarga tentunya punya pengalaman sendiri-sendiri untuk menggambarkan kasih sayang orang tua pada saat kita masih kecil ataupun pada saat kita menjelang dewasa.


Sumber gambar TOPFAMILA

Di luar semua itu, saya percaya bahwa orang tua melakukan semua itu karena cinta kasihnya kepada anaknya.

Mereka semua ingin melihat anaknya sukses di kemudian hari.

Hanya tata caranya yang berbeda. Ada orang tua yang tidak membangun komunikasi dua arah, dan sebagiannya membangun komunikasi secara apik dengan anak-anaknya.

1. Makan malam bersama

Kunci pengasuhan sukses pada remaja salah satunya adalah tentang menyediakan waktu tatap muka dengan mereka. Orangtua perlu rajin memberi anak perhatian. Menetapkan kebiasaan untuk makan bersama sehari sekali dinilai cukup untuk menjalin komunikasi positif antara anak dan orangtua.

2. Letakkan handphone saat bersama anak

Terutama saat makan malam. Meja makan semestinya menjadi area steril dari aktivitas gadget. Ini adalah saat anggota keluarga mencurahkan perhatian pada makanan dan saling berbagi cerita untuk membangun interaksi.

BACA JUGA Bila Anak Sudah Punya 9 Tanda Cerdas dari Lahir ini Tak Perlu Lagi Les/Bimbel

3. Sisihkan waktu untuk membicarakan hari mereka

Penting bagi remaja untuk mendapat perhatian orangtua. Sesibuk apapun Anda dengan pekerjaan, sempatkan untuk bertanya setiap hari tentang bagaimana dia di sekolah, meski lewat pesan teks atau email.

4. Lakukan kontak fisik

Upayakan untuk senantiasa memberikan kontak fisik pada anak. Meski hanya berupa tepukan di pundak, membelai rambut. Tak harus lama, tapi pastikan selalu ada.

Psikolog anak dan keluarga, Virginia Satir, mengatakan bahwa orang-orang memerlukan empat pelukan sehari untuk merasa nyaman, delapan pelukan sehari untuk perawatan, dan dua belas pelukan per hari untuk pertumbuhan.


Sumber gambar wajibbaca.com

5. Update dengan teknologi

Saat anak beranjak remaja, ia harus sudah terbiasa bahwa orangtua perlu tahu apapun aktivitasnya. Termasuk, game yang ia mainkan di gadget, video yang ia tonton, informasi yang ia akses. Untuk itu, Anda pun perlu update dengan penggunaan teknologi.

Membiasakan ini sejak kecil tak akan membuatnya canggung, ketika Anda memeriksa gadgetnya ketika sudah remaja.

6. Luangkan waktu bersama teman mereka

Sesekali luangkan waktu untuk piknik bersama anak dengan mengajak temannya. Ini adalah kebiasaan baik untuk mempererat kedekatan hubungan anak dan orangtua.


Sumber gambar stuff.co.nz

7. Pahami minat anak

Anak mungkin bercerita dengan sangat antusias tentang betapa sulitnya ia merangkai puzzle Doraemon, dan kemudian berhasil, karena memang sudah diulang-ulang puluhan kali. Lantas, cerita itu berpotensi membuat Anda bosan.

Tetapi, tetap tunjukkan sikap bahwa Anda bersedia memahami sesuatu yang penting bagi mereka. Hal ini, adalah pembangun hubungan besar yang akan berlanjut sampai usia remaja.

8. Temukan hobi untuk berbagi

Ini penting untuk membangun ikatan hubungan Anda dengan anak. Anda bisa mengajaknya mengikuti hobi lari Anda, atau Anda yang mengikuti hobi menggambarnya.

Melarang Anak Seperti ini Salah, 95% Mereka Tidak akan Patuh

9. Antar mereka ke tempat tidur

Kebiasaan mengasuh konvensional berpendapat bahwa tiga menit pertama setelah anak-anak terbangun dan tiga menit terakhir sebelum mereka tidur, adalah waktu terbaik untuk menjalin hubungan dengan mereka.

Anda bisa menemaninya sebentar di ranjang, dan lihat apa yang terjadi. Biasanya anak akan bercerita apa saja yang ia alami seharian. Ternyata, si praremaja hanya ingin bicara, mereka mau didengarkan. Dengan Anda bersedia menemaninya, akan membangun simpul memori pada anak bahwa Anda adalah orangtua yang selalu hadir untuknya.

10. Berikan penghargaan meski ia gagal

Beri ruang pada anak untuk mencoba menaklukkan tantangannya sendiri. Ketika ia menyerahkan selembar nilai ujian, mungkin Anda akan mendapati nilai empat.

Jangan buru-buru memarahi. Katakan, "Selamat, ya.

Sudah dapat nilai empat. Lebih baik dari minggu lalu, dapat tiga.

Berarti besok diperbaiki lagi jadi lima. Pasti bisa, ya!"
Top