Ternyata Istri Boleh Meminta Cerai Jika Suami Seorang Perokok

Komentar

Foto via wartapagi.com

Bun pernah gak dititipin suami rokok saat bunda belanja?

Apa bunda tau bagaimana hukumnya ketika disuruh suami membelikan rokok, atau kedudukan dalam rumah tangga jika punya suami perokok? dan bagaimana cara menasehati suami yang merokok karena setiap kali dinasehati tak dihiraukan terus, adakah cara yang tepat?

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokaatuh

Afwan, ana mau tanya, ana seorang istri dari laki-laki yang suka merokok.  Sebagaimana kita tahu bahwa rokok itu merusak dan MUI mengharamkan.

1. Apa yang harus ana lakukan ketika nasehat ana (untuk tidak merokok) tidak dihiraukan oleh suami?

2. Bagaimana hukumnya jika suami ana menyuruh ana membelikan rokok?

Jazzakallahu khair

(Dari Hamba Alloh)

Baca juga : Memuliakan Tamu Seperti ini Malah Dilarang Rasulullah, Jangan Protes

Jawaban :

Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokaatuh

Dijawab oleh: Ustadz Rosyid Abu Rosyidah

Doakan terus menerus, dan minta orang yang ia segani untuk ikut menasihatinya. Jangan mau, karena tidak boleh kita menaati makhluk yang sedang bermaksiat kepada Robb-Nya

Bismillah

Bolehkah Istri Minta Diceraikan Karena Suami Perokok Berat?

Jika suami merokok berat, maka membahayakan bagi istri. Sudah tidak diragukan lagi bahwa rokok lebih berbahaya bagi perokok pasif (sang istri), apalagi jika ada anak kecil dan bayi. Baunya pun juga menganggu sang istri.

Ada fatwa dari Syaikh Bin Baz rohimahulloh, tatkala beliau ditanya tentang keluarga yang merokok

Petanyaan :

زوجي مدمن على التدخين، وهو يعاني من الربو، ووقعت بيننا مشكلات عدة من أجل الإقلاع عنه، وقبل خمسة أشهر صلى زوجي ركعتين لله وحلف بألا يعود إلى التدخين، ولكنه عاد للتدخين بعد أسبوع من حلفه، وعادت المشكلات بيننا، وطلبت منه الطلاق، ولكنه وعدني بعدم العودة إليه وتركه للأبد، لكنني غير واثقة منه تماماً، فما رأيكم السديد؟ وما كفارة حلفه ؟ وبماذا تنصحونني؟ جزاكم الله خير

Suamiku seorang pecandu rokok dan ia terserang penyakit asma. Kami sering berdebat  agar ia mau meninggalkannya (rokok). Lima bulan yang lalu, suamiku shalat dua rakaat dan bersumpah tidak akan merokok lagi. Akan tetapi ia kembali merokok seminggu kemudian setelah sumpahnya. Kamipun kembali berdebat.

Akupun meminta diceraikan (minta talak), akan tetapi ia berjanji kepadaku bahwa ia tidak akan merokok lagi dan akan meninggalkannya selamanya. Akan tetapi saya tidak yakin seratus persen.

Bagaimana pendapat anda? Apa kafarah dari sumpahnya? Apa nasehat engkau? Jazakumullahu khair.

Jawaban:

الدخان من الخبائث المحرمة، ومضاره كثيرة وقد قال الله سبحانه في كتابه الكريم في سورة المائدة: يَسْأَلونَكَ مَاذَا أُحِلَّ لَهُمْ قُلْ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ، وقال في سورة الأعراف في وصف النبي محمد عليه الصلاة والسلام: وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ

ولا شك أن الدخان من الخبائث، فالواجب على زوجك تركه والحذر منه طاعة لله سبحانه ولرسوله صلى الله عليه وسلم، وحذراً من أسباب غضب الله، وحفاظاً على سلامة دينه، وصحته، وعلى حسن العشرة معك.

والواجب عليه عن حلفه كفارة يمين، مع التوبة إلى الله سبحانه من عوده إليه، والكفارة هي إطعام عشرة مساكين أو كسوتهم أو عتق رقبة مؤمنة، ويكفي في ذلك أن يعشيهم، أو يغذيهم, أو يعطي كل واحد نصف صاع من قوت البلد، وهو كيلو ونصف تقريباً. وإذا لم يستطيع فصيام ثلاثة أيام.

Rokok termasuk khaba’its (sesuatu yang buruk) yang diharamkan, bahayanya banyak. Allah Ta’ala berfirman,

يَسْأَلُونَكَ مَاذَا أُحِلَّ لَهُمْ قُلْ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ

“Mereka menanyakan kepadamu: “Apakah yang dihalalkan bagi mereka?”. Katakanlah: “Dihalalkan bagimu yang baik-baik” (Al-Maidah: 4)

Baca juga : Puasa Memang Baik, Tapi Bagaimana Hukum Puasa Weton Atau Puasa Hari Lahir

Dan Allah berfirman dalam surat Al-A’raaf mensifati  Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam,

وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَآئِثَ

“dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk” (Al-A’raaf: 157)

Tidak diragukan lagi bahwa rokok adalah khaba’its. Wajib bagi suami anda meninggalkannya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, hendaknya ia takut dengan sebab-sebab kemurkaan Allah dan hendaknya menjaga keselamatan agama, kesehatan dan menjaga baiknya muamalah dengan engkau.

Wajib baginya membayar kafarah sumpah (karena melanggar) dan wajib bertaubat agar tidak mengulanginya (merokok). 

Kafarahnya adalah memberi makan sepuluh orang miskin atau memberi mereka pakaian atau membebaskan budak mukmin. 

Cukup dengan memberi makan  atau menghidangkan makanan atau memberi setiap orang satu sha’ dari makanan pokok daerah tersebut, yaitu kira-kira satu setengah kilo. Jika tidak mampu maka berpuasa tiga hari.

Kami menasehati engkau agar tidak meminta talak (diceraikan) jika ia masih shalat, bagus muamalahnya dan meninggalkan rokok. 

Adapun jika ia masih terus-menerus dalam maksiatnya (merokok), maka tidak ada larangan meminta talak.
Top