Menginspirasi, Sukses Berbisnis Online Pakai Lidah, Kisah Gadis Cacat ini Menyayat Hati

Komentar

Sumber gambar manaberita.com

Terharu dan sedih baca kisah wanita yang tegar ini.

Semangat dan kuat menjadi inspirasi banyak orang karena kegigihannya berwirausaha di balik keterbatasannya.

Tidak ada yang tidak mungkin jika kita mau berusaha dan bekerja keras. Sukses bukan milik orang yang sempurna tapi kesuksesan akan diraih oleh orang yang punya kemauan dan tekat.

Seperti yang dialami gadis malang ini, meski terlahir dengan tubuh tak sempurna, Nuraamawati Mahmud membuktikan bahwa dia bisa membantu bisnis orang tuanya dengan caranya sendiri.

Layaknya orang-orang pada umumnya, gadis asal Malaysia ini juga menggunakan smartphone dan laptop untuk mengakses media sosial. Namun, untuk menggunakan teknologi tersebut, dia tidak bisa menggunakan tangan. Melainkan dengan lidahnya.

Selain untuk mengetahui berita yang tengah viral, perempuan berumur 33 tahun itu menggunakan medsos untuk mempromosikan bisnis saus kedelai dan cabe milik keluarganya.

Ternyata kerja kerasnya tak sia-sia. Berkat usahanya tersebut, pelanggan yang ingin membeli produk jualannya kini meningkat.

BACA JUGA Nominal yang Tidak Sedikit Wanita ini Hanya Jadi Pengemis Bisa Jadi Jutawan


Dikutip dari manaberita.com, sejak usia satu tahun, Nursamawati didiagnosis mengalami cacat fisik yang menyebabkan tangan dan kakinya meringkuk.

Kondisi tersebut tentu membuatnya sangat bergantung kepada orang tuanya, Saudah Shaari (55) dan Mahmud Hussin (60).

“Awalnya sulit karena lidah saya sakit. Tapi seiring berjalannya waktu, saya bisa menguasainya. Sekarang, saya bisa mengetik dan menggunggah gambar dagangan dengan cepat untuk menerima pesanan secara online,” kata Nursamawati.


Sumber gambar manaberita.com

Meski Cacat, Saudah sangat bangga memiliki anak seperti Nursamawati karena dia sangat tekun dan kuat.

“Dia (Nursamawati) selalu ingin melihat bisnis saya sukses. Meski banyak saingan dalam berjualan, tapi dia tidak pernah menyerah dan selalu mencoba mempromosikannya melalui medsos,” kata Saudah.

Selama hidupnya, Nursamawati memang belum mendapatkan pendidikan yang layak. Namun, adik-adiknya selalu meminta bantuan ketika tengah mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR).

“Dia membaca buku saudara-saudaranya sampai dia mengerti. Itulah salah satu poin terkuatnya yang tak dimiliki semua orang. Kami diberkati dan bersyukur memiliki anak seperti Nursamawati yang menunjukkan rasa tanggung jawab terhadap keluarga,” kata ibunya.
Top