3 Type Politikus Menurut Cak Lontong, Menurut Anda Bagaimana?

Komentar

Foto via youtube matanajwa

Jangan Baper Bahas Politik. Berat. Sambil Ketawa aja.

Mata Najwa membahas tentang NEGERI JENAKA, dalam masalah dan kasus-kasus politik yang menerutnya itu ada komedi didalamnya, dan Cak Lontong menanggapi dengan adanya 3 type politikus ini, bagaimana menurut anda? 

Tingkah para pejabat sering membingungkan, para elit terbiasa berubah-ubah pikiran.

Kawan lawan dengan mudah dipertukarkan, politik seperti tak lebih dari seni peran.

Politik jelas bukan pentas dagelan, kelewat banyak yang mesti dipertaruhkan.

Baca juga : Terbongkar Modus-modus Wanita Asal Bandung yang Jajakan Service S3ks di Surabaya

Tak berarti politikus harus serius setiap waktu, lelucon segar bisa mencairkan suasana beku.

Di tengah segala beban dan harapan, di manakah sebaiknya humor ditempatkan?

Inilah Mata Najwa, Negeri Jenaka.

NEGERI JENAKA

Jika kekuasaan terlanjur menakutkan
Humor bisa menjadi alat perlawanan.

Saat tak ada lagi ruang untuk mengkritik terbuka,
pilihannya tinggal menertawakan yang berkuasa.

Lain cerita jika elit yang malah bertingkah,
berbuat ganjil dengan tujuan yang entah.

Tentu sesekali boleh menjadi jenaka,
melewak memang bukanlah dosa.

Apalagi jika bisa mencairkan ketegangan,
jangan lupa politik melulu tentang permusuhan.

Sebab lelucon juga cara berkomunikasi, 
tawa adalah cara termudah relaksasi.

Penting bagi pengusa merawat sikap humoris,
cara efektid berpikir demokratis.

Asalkan tidak terus-terusan stand up comedy,
apalagi salah tempat melucu ditengah tragedi.

Yang penting tahu prioritas yang harus diurus,
agar wibawa pemerintah tidak tergerus.

baca juga : 6 Hikmah yang Bisa Kita Petik dari Peristiwa "Jagain Jodoh Orang 10 Tahun"

Kali ini, Mata Najwa mengajak komedian Cak Lontong untuk menganalisa situasi politik negeri. Dari hasil survey Cak Lontong ada 3 tipe politisi:

Politisi Unyil alias playback, cirinya kekanak-kanakan dan tidak suka perubahan.

Politisi Pak Raden alias flashback, cirinya mementingkan diri sendiri dan selalu terjebak romantisme masa lalu.

Politisi Pak Ogah alias cashback, cirinya pragmatis dan semua dihitung dengan uang.

Begitulah pandangan Cak Lontong dengan versinya, bagaimana menurut anda?
Top