Sulit Dideteksi Saat Masih Dini, Ketahui Faktor Berikut Dapat Meningkatkan Resiko Kanker Otak

Komentar

Sumber gambar seruji.co.id

Tumor ini dapat menyerang siapa saja, tapi umumnya kasus tumor otak terjadi pada orang yang telah dewasa. 

Waspadai 8 faktor berikut yang meningkatkan seseorang terkena kanker otak.

Kanker otak adalah pertumbuhan abnormal dari sel-sel di otak yang membentuk massa yang disebut tumor.

Kanker (tumor ganas) pada otak cenderung tumbuh sangat cepat. Tumor otak akan mengganggu fungsi tubuh, bahkan mengancam nyawa.

Untuk yang belum tahu, tumor otak merupakan pertumbuhan sel abnormal yang terjadi di dalam atau sekitar otak.

Tumor ini dapat menyerang siapa saja, tapi umumnya kasus tumor otak terjadi pada orang yang telah dewasa.

Hingga saat ini, ada banyak jenis dan penyebab tumor otak yang diketahui menyerang manusia seperti yang dilansir dari nakita.grid.id.

Namun faktor berikut dapat meningkatkan risiko seseorang terkena tumor otak:

1. Usia

Tumor otak lebih sering terjadi pada anak-anak dan orang dewasa yang lebih tua.

2. Jenis kelamin

Secara umum, pria lebih mungkin dibandingkan wanita untuk terkena tumor otak.

Namun, beberapa jenis tumor otak tertentu, seperti meningioma, lebih sering terjadi pada wanita.

3. Paparan Zat

Seseorang yang terkena paparan pelarut, pestisida, produk minyak, karet, atau vinil klorida dapat meningkatkan risiko pengembangan tumor otak.

4. Riwayat keluarga

Sekitar 5% tumor otak dapat dikaitkan dengan faktor genetik atau kondisi herediter, termasuk sindrom Li-Fraumeni, neurofibromatosis, sindrom karsinoma sel basal nevoid, sklerosis tuberous, sindrom Turcot, dan penyakit von Hippel-Lindau.

5. Terkena infeksi, virus, dan alergen.

Dalam penelitian, tingginya tingkat virus yang umum disebut cytomegalovirus (CMV) telah ditemukan di jaringan tumor otak.

Beberapa jenis virus lain telah terbukti menyebabkan tumor otak dalam penelitian pada hewan.

BACA JUGA: Sengaja Dibagikan Agar Bunda Tidak Kesakitan, Begini Caranya Untuk Mempermudah Proses Melahirkan


6. Medan elektromagnetik

Anak-anak memiliki risiko lebih tinggi terpapar dari telepon genggam atau gadget lainnya.

Oleh karena itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan untuk membatasi penggunaan telepon seluler, dan merekomendasikan headset untuk orang dewasa dan anak-anak.

7. Ras dan etnisitas

Di Amerika Serikat, orang kulit putih lebih cenderung rentan dibandingkan orang kulit hitam.

Selain itu, orang-orang dari Eropa utara lebih dari dua kali memiliki kemungkinan untuk mengembangkan tumor otak dibandingkan orang di Jepang.

8. Radiasi

Pengobatan sebelumnya ke otak atau kepala dengan radiasi pengion, termasuk sinar-x, telah menunjukkan, dalam beberapa kasus, menjadi faktor risiko tumor otak.

Beberapa penelitian telah menunjukkan hubungan antara trauma kepala dan meningioma, namun tidak satu antara trauma kepala dan glioma.

7. Riwayat kejang

Riwayat kejang telah lama dikaitkan dengan tumor otak, sehingga seseorang yang pernah mengalam ikejang akan lebih rentan.

Di sisi lain, tumor otak sendiri dapat menyebabkan kejang.

8. Terpapar senyawa N-nitroso

Beberapa studi tentang suplemen diet dan vitamin tampaknya menunjukkan, bahwa senyawa N-nitroso diet dapat meningkatkan risiko tumor otak masa kanak-kanak dan dewasa.

Senyawa N-nitroso diet terbentuk di tubuh dari nitrit atau nitrat yang ditemukan pada beberapa daging, asap rokok.
Top