Korut Dan Amerika Saling Ancam Kirim Nuklir, Ini Fakta Panasnya

Komentar
Gambar diolah dari okezone dan aalbc.com

Apakah ini tanda kiamat?

Pernyataan Kim Jong Un tentang tombol nuklir dimejanya di balas oleh Donald Trump dengan aksi serupa.

Dua negara besar ini bahkan sesumbar dengan nuklir yang dimilikinya.

Kim Jong Un membuka halaman baru 2018 dengan memperingatkan AS bahwa tombol untuk meluncurkan nuklir selalu tersedia di meja kerjanya.

Dalam pidato penyambutan tahun baru, Senin (1/1/2018), Kim mengatakan bahwa Korea Utara telah mencapai prestasi bersejarah.

Prestasi yang dimaksud merupakan pengembangan persenjataan nuklir Korea Utara, yang menurut Kim telah rampung dilakukan.


Kolase Kim Jong Un dan Donald Trump via Reuters

"Korea Utara telah mencapai targetnya untuk menyelesaikan pengembangan persenjataan nuklirnya pada 2017," ucap Kim, dalam pidatonya yang disiarkan secara nasional itu.

Menurut Kim, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah memproduksi secara massal hulu ledak nuklir dan rudal balistik yang selama ini sudah dikembangkan.

Dengan demikian, penyebaran dan distribusinya dapat dipercepat.

"AS harus tahu bahwa tombol peluncuran nuklir selalu ada di meja saya. Ini bukan sekadar ancaman, tapi kenyataan," tutur Kim lagi.

Kim mengingatkan bahwa seluruh wilayah dataran utama AS sekarang sudah dalam jangkauan rudal nuklirnya, sehingga AS sebaiknya tidak main-main dengan Korea Utara.

Selama 2017, Korea Utara memang telah melakukan uji rudal balistik sebanyak lebih dari lima kali.

Hal tersebut kerap mendapat kritik dan kecaman dari komunitas internasional, terutama Presiden AS Donald Trump, yang seringkali terlibat cekcok dengan Kim Jong Un.

Dilansir dari tribunnews Pernyataan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un soal tombol nuklir di mejanya bikin gerah Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Melalui akun jejaring sosial Twitter miliknya @realDonaldTrump, Trump memberikan tanggapannya yang tak kalah sombong.

Trump berkicau sesumbar bahwa tombol nuklir miliknya lebih besar dan lebih kuat ketimbang tombol nuklir milik Kim Jong Un.


Dalam kicauan itu, Trump menuliskan, "Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un baru saja menyatakan bahwa tombol nuklir berada di mejanya setiap saat."

"Akankah seseorang dari rezimnya yang habis dan kelaparan beritahu dia bahwa saya juga memiliki tombol nuklir, tapi ini lebih besar dan lebih kuat daripada dia, dan tombol saya bekerja!"

Ngeri juga membayangkan perang melalui adu mulut antara Presiden Korut dan Amerika ini, apalagi jika benar terjadi perang nuklir sungguhan dunia bisa kiamat.

PERANG NUKLIR MENURUT ISYARAT HADIST

Telah menceritakan kepada kami Hasan bin Musa telah menceritakan kepada kami Zuhair dari Suhail dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda:

“Sungai eufrat akan memunculan, ” atau beliau mengatakan, “Tidak akan datang hari kiamat sehingga sungai eufrat memunculkan gunung emas sehingga manusia saling bunuh, setiap seratus orang akan terbunuh sembilan puluh sembilan.” wahai anakku jika kamu mendapati waktu itu maka janganlah sekali-kali engkau termasuk orang yang berperang untuk mendapatkannya.” (HR. AHMAD – 8038)

“Hari kiamat tidak akan terjadi sampai sungai Eufrat (mengering lalu) menyingkapkan gunung emas. Orang-orang saling membunuh untuk memperebutkannya. Terbunuhlah pada setiap 100 orang itu 99 orang, namun masing-masing dari mereka berkata, ‘Barangkali aku yang menjadi orang yang selamat itu’” (HR. Muslim)

Penjelasan :

Kalimat Kiamat tidak akan terjadi bermakna peristiwanya akan terjadi pada akhir zaman, dan kita sedang hidup diakhir zaman.

Hadist-hadis diatas  mengandung kata-kata simbolik .

Sungai Eufrat adalah sungai yg mengalir dari Turki, Suriah sampai ke Iraq. Kita mengenal ada Emas Kuning, emas Putih dan emas hitam (minyak), Jika sudah terjadi perebutan minyak dikawasan itu ( Iraq, Suriah, Turki) akan menyulut perang besar .

Hal ini bisa dikaitakan dengan awal mula konflik Korea utara dan Amerika.

Sebelumnya Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat memberlakukan sanksi baru terhadap Korut pada Jumat (22/12/2017)terkait uji coba rudal balistik antar benua yang dilakukan baru-baru ini.

Sanksi tersebut ditujukan agar akses Korut terhadap produk minyak bumi dan minyak mentah, serta pendapatannya dari pekerja di luar negeri kian terbatas.

Resolusi PBB berusaha untuk melarang hampir 90% ekspor minyak sulingan ke Korut dengan membatasi jumlahnya menjadi 500.000 barel per tahun.

Resolusi yang disusun AS ini juga membatasi pasokan minyak mentah ke Korut di level 4 juta barel per tahun, hingga situasi di Pemerintahan Korut memanas.


Mendorong manusia berperang ,  artinya konflik diarea itulah yg akan menyulut perang besar itu. Konflik di Suriah bahkan sudah menyeret negara-negara super power ke area itu yaitu AS, Rusia, China, Jerman, Perancis  dsb.

Diantara 100 orang yg berperang hanya 1 yg selamat , jelas mengisyaratkan Perang nuklir yg berakibat hanya 1% dari yg terlibat perang yang selamat.

Tidak ada Perang konvensional yang akan membunuh 99% dari penduduk peserta perang. wallahu a'lam
Top