Kisah Pilu Bicah Alami 'Ensafalitis' dan Koma, Kenali Penyakit yang Sebabkan Kematian Pada Anak ini

Komentar

foto via nakita.grid.id

Salah satu penyakit mematikan yang kerap menyerang anak-anak...waspada

Siapapun bisa terkena ENSAFALITIS (radang otak), terutama pada anak-anak seperti yang dialami oleh bocah ini. Awalnya mengalami kejang-kejang terus koma. Kenali, jangan sampai terjadi pada anak bunda.

Semua orangtua pasti tidak mau anaknya sampai mengalami hal yang serupa dengan bocah ini.

Mengutip nakita.grid.id, bocah berusia 1 tahun yang bernama Gavriella Gracelyn belum lama ini terserang penyakit mematikan ini.

Unggahan seorang kerabat ayah Gavriella telah menjadi viral di media sosial. Dalam unggahan itu, Arkian Damaris Kwan, kawan ayah Gavriella, menceritakan kronologis bocah 1 tahun ini terserang ensifalitis.

Bermula pada Rabu (10/1/2018) lalu, anak cantik ini panas hingga 38°C dan mengeluh sakit perut, tapi tidak diare.

Baca Juga : Kenali Komplikasi 'Preeklamsia-Eklampsia' Penyebab Kematian Ibu Hamil Tiap 12 Menit

Kamis (11/1/2018) panas bocah ini sudah mereda dan ia dirujuk ke RS Mitra Keluarga, Jakarta Utara.
Sesampainya di rumah sakit ia memang sempat ceria dan berlari-lari. Tapi sesaat kemudian tubuhnya mengigil dan kejang-kejang.

Panasnya melonjak hingga 41°C dan tidak turun. Akhirnya ia membutuhkan oksigen, dan dokter memasang monitor jantung. Moms, tak disangka detak jantungnya berdenyut kencang hingga mencapai 200 kali/menit. Saat itu juga dokter merujuk Gavriella masuk ICU anak.

Jumat (12/1/2018) sekitar jam 6 pagi, bocah cantik ini sudah mengalami 3 kali kejang dan tak bisa lagi memakai oksigen, dokter pun memasang ventilator, hingga pukul 7 pagi ia kritis dan tak sadarkan diri.

Pukul 11 siang, Gavriel di CT scan dan hasilnya menunjukan terlihat ada pembengkakan pembuluh darah di otak belakang yang disebabkan virus encephalitis.


foto via advisory.com

Dari hasil tes darah, trombosit Gavriel sore hari mencapai 30.000, sehingga sekitar pukul 7.30 WIB dokter mengambil tindakan memasang alat di bagian dada untuk memasukkan antibiotik, namun karena trombosit sangat kurang, dokter menambahkan dulu trombositnya.

Sampai pada Sabtu (13/1/2018), Gavriel masih belum sadar & masih ada di ruangan perina (ICU anak).

Unggahan dalam laman facebook Arkian Damaris Kwan sudah dibagikan sebanayak 7 ribu kali, dan mendapat komentar ratusan warganet yang turut prihatin dan mendoakan.

Baca Juga : Pengobatan Ampuh Untuk Sembuhkan Kanker Otak Yang Mematikan Tanpa Operasi

Moms, mengetahui kronologi ini, virus ensifilis ini sangat cepat membuat tubuh penderitanya tak bisa apa-apa. Sebenarnya apa si ensipilis ini? Mengapa ia bisa menyerang begitu cepat pada penderitanya Ensefalitis adalah peradangan otak.

Gejalanya termasuk demam tinggi, sakit kepala, muntah-muntah, dan pada kasus yang parah, kejang-kejang, lumpuh sampai koma. Penyakit ini dapat berujung pada kerusakan otak. Anak-anak dan lanjut usia terutama berisiko terkena jenis ensefalitis yang paling parah.

Hampir 60 persen kasus yang ditemukan dianggap fatal. Seringkali radang disebabkan oleh virus, namun ada juga kasus langka yang diakibatkan bakteri.

Beberapa jenis virus dapat menimbulkan ensefalitis, termasuk rabies, flu, campak, herpes dan ensefalitis akibat caplak.

Faktor-faktor yang dapat memicu seseorang terkena ensefalitis diantaranya karena sistem kekebalan tubuh yang buruk, atau karena tinggal di daerah di mana nyamuk mudah berkembang biak.

Radang otak ini memang tidak menular Moms, namun virus penyebab radang otak itulah yang bisa menular melalui kutu dan nyamuk.


foto via sapnuherbal.com

Baca Juga : Belajar Dari Kasus Winda Viska, Waspada Preeklamsia Penyebab Kematian Tertinggi Pada Ibu Hamil

Penyakit ini sulit dicegah, kecuali Moms mencegah penyakit yang bisa menimbulkan ensefalitis. Salah satu pencegahannya adalah dengan imunisasi. Selain itu kita juga harus selalu menjaga kebersihan, tidak berbagi pakai barang-barang pribadi, mengurangi pertumbuhan nyamuk, menggunakan obat anti nyamuk atau pakaian tertutup.

Moms, mulailah memperhatikan kebersihan tempat tinggal, jangan sampai menjadi sarang penyakit.

Hindari apa yang menyebabkan virus dan bakteri-bakteri ini berkembang biak di lingkungan tempat tinggal. Kejadian ini bisa dialami oleh siapapun, makanya Moms dan seluruh anggota keluarga haruslah mewaspadai dan selalu menerapkan hidup bersih dan sehat.

Saat ini, orangtua Gavriella, Yulia dan Ridwan masih membutuhkan bantuan dana dan darah golongan AB.

Jika Moms ingin membantu silahkan kontak melalui akun sosial medianya di FB.
Top