Belajar Dari Sakit Dek Alma, Kenali Gejala Sakit Gigi Pada Anak Dan Cara Mengatasinya

Komentar

Gambar diolah via facebook.com

Penting diketahui Orang tua...

Baru-baru ini kisah seorang anak bernama Alma yang menderita dan hampir meregang nyawa akibat gigi yang rusak mendapat banyak perhatian. Sebagai pembelajaran kita harus mengetahui penyebab dan gejala kerusakan gigi pada anak-anak kita sejak dini.

Perlu diperhatikan jika gigi anak Bunda mengalami perubahan warna, seperti bintik putih atau kekuningan pada gigi? Hati-hati, itu bisa menjadi tanda anak Anda akan mengalami masalah gigi.

Berikut merupakan beberapa masalah pada gigi anak Bunda dan penyebabnya.

1. Masalah gigi yang diakibatkan oleh botol susu (baby-bottle mouth)

Masalah gigi yang diakibatkan oleh botol susu via basmarosandi.blogspot.com

Terus-menerus meminum susu dengan botol dapat menyebabkan kerusakan gigi pada anak Anda.

Apalagi bila dilakukannya sambil tidur, ini akan membuat gigi cepat rusak.

Minum susu dari botol dalam posisi tidur mungkin nyaman untuk bayi, tapi hati-hati jika hal ini dilakukan selama berjam-jam dapat membahayakan gigi bayi.

Ketika susu menempel atau menggenang di sekitar gigi dalam waktu yang cukup lama, ini bisa membuat gigi rentan terhadap bakteri dan asam.

Susu mengandung gula yang merupakan makanan bagi bakteri. Jika gula susu menempel pada gigi, ini artinya memberikan makanan untuk bakteri berkembang biak di gigi sehingga gigi menjadi berlubang.

Orangtua dapat membantu anak mengatur waktu khusus untuk minum susu setiap hari karena meminum susu dari botol sepanjang hari bisa merusak gigi susu.

Jika anak sudah beranjak besar, tidak ada salahnya untuk mengajarinya minum susu dengan gelas, ini akan lebih baik untuk melatih keterampilan motorik dan koordinasi anak seperti dilansir dari hellosehat.com.

Gigi depan atas adalah yang paling rentan mengalami kerusakan.

Baca juga: Alma Hampir Meregang Nyawa Karena Giginya Yang Rusak, Pelajaran Buat Kita Sebagi Orangtua

Perhatikan selalu gigi depan anak Anda, jika terdapat tanda-tanda gigi akan rusak, seperti terdapat bintik putih atau kuning pada gigi anak Anda, sebaiknya segera bawa anak Anda ke dokter gigi.

Jika tidak diobati, kerusakan gigi pada anak dapat menyebabkan anak sakit dan membuat anak sulit untuk mengunyah makanan.

2. Gigi berlubang atau karies gigi


Gigi berlubang pada anak via klinikgigi.com

Gigi berlubang terjadi saat bakteri menggerogoti enamel gigi sehingga menyebabkan pembusukan dan akhirnya gigi berlubang.

Makanan yang tersisa di gigi dan tidak dibersihkan bisa memicu timbulnya masalah ini.

Makanan yang menempel pada gigi tersebut pada akhirnya menjadi makanan untuk bakteri berkembang biak.

Asam kemudian mengumpul pada gigi, terjadi pelunakan enamel pada gigi, dan akhirnya gigi menjadi berlubang.

Jika dibiarkan, lubang pada gigi susu anak dapat berpindah ke gigi permanen anak.

Gigi susu menentukan ruang untuk tumbuhnya gigi permanen.

Jika gigi susu rusak, mereka tidak dapat membantu gigi permanen untuk tumbuh di posisi yang tepat, hal ini bisa menyebabkan gigi bertumpuk atau miring.

Gigi berlubang dapat menyebabkan gigi bengkak dan dapat menyebabkan kemungkinan infeksi menyebar ke tempat lain.

Gigi berlubang dapat ditandai dengan bintik putih atau kekuningan pada gigi. Segera periksakan ke dokter gigi Anda.

3. Gingivitis (peradangan gusi)


Gambar via kumpulanpenyakit.com

Banyak anak juga mengalami masalah gigi yang bernama gingivitis, Gingivitis adalah tahap pertama dari penyakit gusi.

Gingivitis dapat disebabkan karena anak sering makan makanan ringan yang dapat merusak gigi, seperti coklat dan permen, serta diperparah dengan kebiasaan buruk menggosok gigi.

Penyebab lain dari gingivitis, yaitu terlalu banyak plak pada gigi, bakteri menempel pada gigi dan berkembang biak diikuti dengan tidak terbiasa menyikat gigi secara teratur.

Jika gusi anak bengkak, meradang, atau berdarah setelah menyikat gigi, sebaiknya segera periksakan ke dokter karena ditakutkan anak Anda menderita gingivitis.

Bagaimana cara mencegah kerusakan gigi anak?


Gambar via stotkistnasa.com

Perawatan gigi anak sebaiknya dimulai sebelum gigi pertamanya muncul.

Walaupun gigi belum terlihat, namun bukan berarti gigi anak Anda belum ada.

Sebenarnya, gigi sudah mulai terbentuk di trimester kedua kehamilan. Saat lahir, bayi akan Anda memiliki 20 gigi utama, yang masih sepenuhnya berkembang di rahang.

Berikut ini merupakan cara untuk merawat gigi anak Anda dari mereka kecil.

1. Setelah gigi anak Anda muncul, sebaiknya Anda sudah menyikat giginya dengan lembut. Anda bisa lakukan dengan sikat gigi bayi dan air.

2. Jika anak Anda sudah agak besar dan mengerti untuk tidak menelan pasta gigi.

Bisa ditambahkan dengan menggunakan sedikit pasta gigi yang mengandung fluoride.

3. Saat anak sudah beranjak besar dan mulai mengerti cara menyikat gigi, sekitar usia 2 tahun, Anda bisa mengajarkan anak Anda untuk meludahkan busa yang muncul saat menyikat gigi.

Hindari anak menelan pasta gigi.

4. Sekitar usia 3 tahun, Anda bisa memberikannya pasta gigi fluoride sebesar biji kacang.

Pastikan anak dapat cukup fluoride untuk melindungi gigi anak dari asam.

Jangan terlalu banyak juga kandungan fluoride dalam pasta gigi anak karena tidak baik untuk kesehatan gigi anak Anda.

5. Biasakan anak untuk selalu menyikat giginya dua kali sehari secara teratur, yaitu setelah sarapan dan sebelum tidur.

Dan jangan lupa untuk selalu awasi anak Anda ketika menyikat gigi sendiri, terutama pada mereka yang berusia kurang dari 6 tahun.

6. Batasi anak makan makanan manis karena dapat mengikis enamel dan menyebabkan gigi anak berlubang.

Biasakan anak untuk selalu menyikat gigi setelah makan makanan manis agar gula pada makanan tidak menempel di gigi dan gigi berlubang dapat dihindari.

Nah Bunda, itulah tadi masalah gigi yang sering dialami oleh naka-anak serta cara mengatasi agar gigi selalu sehat. semoga bermanfaat.

Top