Apakah Kalian Setuju dengan Pendapat Dokter Ini? 'PAUD Itu Bukan Pendidikan Anak'

Komentar


Menjadi perdebatan netizen mengenai tweet seorang dokter mengenai PAUD itu sebagai bisnis yang mengatas namakan pendidikan anak, Bagaimana menurut anda?

Sebuah status tweet dari seorang dokter menjadi perdebatan netizen.

Setidaknya sudah di bagikan sebanyak 2 ribu kali.

Tweet yang berasal dari seorang dokter dengan nama akun @jiemiardian.

Cuitan itu dibuat pada 5 Januari 2018 dan menjadi perbincangan dan perdebatan menarik di kalangan orang tua.

Pasalnya @jiemiardian memberikan pendapat soal PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang bisa dibilang memancing perdebatan.

"PAUD itu bukan pendidikan anak, PAUD itu bisnis atas nama pendidikan anak." begitulah cuitan pertama dari kultweet yang dibuat @jiemiardian seperti yang dikutip dari style.tribunnews.com.




Tweet ini lantas disebarkan lagi oleh akun Dodi K Wibowo di Facebook.

Dodi K Wibowo sendiri memberikan caption yang menarik perhatian.

"Tulisan dari dokter tentang PAUD. Untuk thread lengkap bisa dicek di twitter beliau beserta tanya jawabnya."

"Mohon maaf jika tanya jawab di sini, saya akan jawab sesuai apa yg beliau tulis di twitter. Jadi hanya bisa saya jawab jika sudah pernah ditanyakan di twit beliau. Kalau belum ya maaf saya gak bisa jawab hehe," begitu tulis Dodi K Wibowo.

Dokter ini jelas punya keyakinan dan pendapat sendiri mengapa menyebut PAUD itu bukan pendidikan anak.



dr. Jiemi Ardian berpendapat bahwa anak dibawah usia 4 tahun itu masih belum bisa berfikir formal.

Jadi dia menyarankan orang tua untuk tidak memaksa anaknya sekolah di PAUD.



Dokter ini juga menunjukkan tabel bagaimana tahap pertumbuhan anak berdasarkan usianya.

Menurutnya anak baru bisa berpikir konkrit pada usia 7 tahun.

Apabila hal itu dipercepat maka akan berbahaya.



dr. Jiemi Ardian merasa jika proses belajar anak ini dipercepat, anak bisa kehilangan proses perkembangan alamiahnya.

Efeknya jiwa anak yang tidak tumbuh normal akan meninggalkan masa kanak-kanak yang tidak terselesaikan.



Di akhir kultweet-nya @jiemiardian mengajak para orang tua untuk tiak ikut-ikutan tren semata.

"Yuk berhenti ikut ikutan tren bisnis untuk menyekolahkan anak sedini mungkin. Anak nggak butuh itu, anak butuh orang tuanya. Bukan PAUD yang memaksa anak bisa calistung. Salam sadar" begitu tulis @jiemiardian.



Beberapa netizen lantas memberikan pendapatnya sendiri-sendiri.

Ada yang setuju dengan cuitan @jiemiardian ini.


Bagaimana pendapat kalian?
Top