Untuk Para Istri Jangan Takut, 3 Perbuatan ini Boleh Kamu Sembunyikan Dari Suamimu



JADI JANGAN MARAH YA PAPA...

Saat sudah menikah, suami istri akan tinggal dalam satu atap dan menjalani hidup bersama baik senang ataupun susah. Dan dalam menjalani hidup pasangan suami istri harus selalu terbuka saat ada masalah ataupun yang lainnya. Karena kalau tidak seperti itu maka tidak akan bisa menjadi keluarga yang harmonis dan belum tentu akan bahagia. Dan harus selalu jujur disetiap ada apapun itu. Sehingga bisa menumbuhkan rasa saling percaya diantaranya.

Mengutip islamidia, Rasulullah SAW pun memerintahkan kepada kita agar tidak melakukan sesuatu di luar pengetahuan suami. Sebagaimana tertera dalam sabdanya,

“Janganlah seorang istri menginfakkan suatu (harta) dari dalam rumah suaminya melainkan dengan seizinnya.” Beliau kemudian ditanya, “Tidak pula makanan, wahai Rasulullah?”Beliau menjawab, “Itu adalah harta kami yang paling utama,” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

Meski demikian, ada beberapa hal yang boleh disembunyikan istri dari suami, seperti:

Pertama, Adanya beberapa aib pada dirinya yang bila ia beritahukan kepada suami, maka hal itu akan menyebabkan suami membenci dan memarahinya, di mana hal itu akan merenggangkan hubungan suami istri serta merobohkan pondasi-pondasi cintanya.

Baca Juga : Istrimu Juga Bisa Cantik Kok Pa, Kalau kau Modali Dia Dengan Beberapa Hal Sederhana ini

Kedua, Istri juga diperbolehkan untuk menyembunyikan amalan-amalannya yang shaleh, seperti sedekah atau shalat-shalat sunnah. Kecuali puasa sunnah, sebab harus ada izin suami dalam melaksanakan puasa tersebut.

Ketiga, Ia dibolehkan pula untuk menyembunyikan kemaksiatan-kemasiatan yang terjadi antara dia dengan Allah SWT. Sebab Allah SWT telah memerintahkan agar seseorang menutupi aibnya dari orang lain jika ia bermaksiat kepada-Nya.

Sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim di dalam Shahihnya dari Abu Hurairah RA, bahwa Nabi SAW bersabda,

“Setiap umatku yang bermaksiat akan diampuni, kecuali mereka yang terang-terangan bermaksiat. Sesungguhnya yang termasuk terang-terangan ialah jika seseorang melakukan satu perbuatan (maksiat) di malam hari, kemudian tiba pada pagi harinya, sementara Allah sudah menutupi perbuatan tersebut, ia berkata,

‘Wahai Fulan semalam aku telah berbuat begini dan begini.’

Padahal malam itu Allah tetap menutupi perbuatannya, namun pagi harinya dia justru menyingkap penutupan Allah tersebut dari dirinya.”
Top