Wanita Ini Kaget Lihat Seorang Pria Lecehkan Ibu-ibu Tua Di Angkot Sampai Gemetaran



SEPERTI APA KAMI HARUS BERPAKAIAN KALAU OTAK LAKI-LAKI MASIH BUAS

wanita ini menjadi saksi pelecehan sampai gemetaran saat melihat hal buruk tersebut terjadi pada ibu-ibu.

Kalau saksinya saja sampai gemetaran bagaimana dengan korbannya ?

Bagi setiap wanita di luar sana kalian harus selalu berhati-hati saat bepergian.

Sebab aksi pelecehan itu kerap terjadi dan tidak memandang korbannya.

Semua orang bisa terkena tindak pelecehan mulai dari anak-anak sampai orang tua sekalipun.

Baik mereka yang berpenampilan mencolok atau wanita yang pakai hijab sekalipun.

Kalian mungkin mengira selama ini tindak pelecehan terjadi karena wanita berpenampilan terbuka dan 'mengundang'.

Padahal sebenarnya pelecehan terjadi itu karena ada kesempatan.

Entah sekecil apapun kesempatan itu kalau pelakunya punya niat buruk pasti akan terjadi.

Seperti baru-baru ini yang terjadi di sebuah angkot di Jakarta, dari Ciledug-Jombang.

Bahkan wanita yang menjadi saksi pelecehan itu sampai gemetaran saat melihat hal buruk tersebut terjadi.

Kalau saksinya saja sampai gemetaran bagaimana dengan korbannya ?

Mimpi buruk itu disaksikan oleh pengguna Facebook bernama Novira Andraena, seperti yang dikutip dari style.tribunnews.com.

Aksi pelecehan yang disaksikan Novira Andraena saat didalam angkot ini sampai viral di media sosial.

Berikut ini cerita selengkapnya dari Novira Andraena yang melihat aksi pelecehan:



"Jadiiiii, tadi pagi, gue menjadi salah satu saksi pelecehan seksual terhadap ibu-ibu yang sudah lumayan tua, berhijab, dan tidak memakai pakaian yang menurut stereotip orang-orang terhadap korban pelecehan seksual "oh, pantesan aja dia digituin!" enggak.

Gue mohon, buka mata kalian, korban pelecehan seksual tidak melulu mereka yang memakai pakaian terbuka, dan tidak melulu di transportasi yang ramai.

Tadi pagi, gue di angkot jurusan ciledug-jombang dengan tujuan akhir ke stasiun sudimara, masih jam setengah delapan, dan angkotnya sepi.

Tadinya ada tujuh orang termasuk gue di dalamnya, tapi lama-kelamaan cuma tinggal gue, korban, pelaku, dan satu bapak-bapak yang keliatannya nggak tahu karena terus-terusan ngeliat ke arah jalanan.

Nggak lama, gue merasa ada yang aneh, ini kenapa bapak-bapak deket amat ke ibu-ibu duduknya?
Terus, tangannya juga keliatan nggak di tempat yang seharusnya.

Tangannya-atau jarinya, lagi pelan-pelan meraba payudara ibu-ibu tua di depan gue yang kebetulan jeleknya lagi ketiduran.

Pas gue ngeliat, gue langsung melototin bapak-bapak itu, dan ngeliat lagi ke arah tangannya yang jadi gemeteran kayak orang ketangkep basah.

Awalnya gue masih gak percaya, jadi gue perhatiin dia diem-diem.

Kalian tahu apa? Ternyata dia masih berani megang-megang ibu yang udah lumayan tua tadi.

Gue gemeteran, kaget, nggak tau harus apa, jujur gue takut banget, gue beneran gemeter lumayan hebat.

Gue baru pertama kali melihat kejadian separah itu.

Tapi gue sedikit bisa beraniin diri ngeliatin bapak-bapak itu sampe akhirnya dia nggak berani lagi, dan ibu-ibu tadi bangun.

Gue pura-pura bertanya arah stasiun, yang, yah, padahal gue udah hafal banget jalurnya.

Turun dari angkot, gue masih nggak berani ngapa-ngapain kecuali pura-pura kesandung dan dorong bapak itu ngejauh.

Sampai di dalam stasiun, gue akhirnya berani bilang ke ibu itu dan kalian tau apa?
Ibu itu gemeteran lebih hebat dari gue.

Dia langsung periksa dompet dan uangnya, Alhamdulillah nggak ada yang hilanh.

Gue kasih lihat foto yang gue ambil (iya, gue diam-diam ambil foto bapak itu) ke ibu itu, dia kaget bukan main sambil bilang "ya ampun, kok ada-ada aja sih, aku kan udah nenek-nenek."



BACA JUGA: Ketika Kehilangan Orang yang Dicintai (Direbut Pelakor), Relakanlah Karena Ada Balasan Surga Untuk Istri Yang Tabah


"Gue nggak bisa jawab pertanyaannya. Tapi setidaknya gue bisa bantu beliau jalan sampai kereta datang.

Untuk kalian yang masih punya ibu, atau kalian yang punya saudara perempuan, temen, atau bahkan pacar, tolong ingatkan mereka untuk hati-hati di transportasi mana pun.

Gue jujur aja kalo inget kejadian tadi masih gemeter dan mau nangis.

Mari sama-sama saling mengingatkan. Mari sama-sama bangun negara kita dengan mengajarkan laki-laki untuk tidak melakukan pelecehan seksual, pelecehan verbal, dan yang lebih parah lagi, pemerkosaan.

Karena sudah tidak ada gunanya hanya memberitahu perempuan seperti apa kami harus berpakaian kalau otak laki-laki masih buas.

(here, i attached his photo)
p.s. I know I was a coward, but believe me, I was shaking too much my hands started to tremble.
—Novira Andraena, seorang perempuan."


Beberapa netizen yang telah membaca cerita ini lantas merasa resah.
Top